
Reina hanya diam duduk tanpa bicara Reina masih sedih dan marah karena orang tuannya harus pergi ke luar negeri
*ayo Reina, gue nggak boleh sedih terus! gue kan udah sering ditinggal dari kecil jadi sekarang gue nggak boleh sedih apalagi nangis cuma gara-gara ditinggal lagi* benak Reina. ketika Reina sedang melamun alvin sengaja mengebut, Reina yang nggak siap kaget langsung memeluk alvin
"Lo gimana sih?!" geram Reina memukul punggung alvin
"pegangan" ucap alvin, Reina memegang pundak alvin " lo nggak usah cari kesempatan dalam kesempitan!" ujar reina, Alvin hanya melirik dari kaca spion, alvin membawa Reina ke laut Reina tetap mengikuti walaupun ia masih ingin sendiri
"lo kenapa bawa gue kelaut?" tanya Reina, Alvin tetap berjalan meninggalkan Reina
"huh, kebiasaan kalo ditanya gitu terus!" gerutu Reina
"buat refreshing" jawab Alvin, reina nggak begitu mendengarkan alvin ia sangat senang bermain air
"ah lama banget nggak ke sini, terakhir bareng Mita" ingat Reina membuat ia sedih kehilangan sahabatnya
Alvin mencipratkan Reina dengan air membuat baju dan rambut Reina sedikit basah
"aah, awas lo" Reina membalas mencipratkan air Alvin
Reina mengejar Alvin dan menendang air untuk membasahi alvin
Reina dan Alvin bermain mereka berdua sangat senang, Alvin juga bahagia melihat Reina bisa tersenyum lagi. sekarang bergantian justru Alvin yang mengejar Reina dan menarik Reina sampai mereka sangat dekat bahkan hembusan nafas mereka sangat terasa. Reina yang merasa malu langsung pergi dan duduk dipasir
"huft huftt capek banget" Reina ngos-ngosan karena berlari
"pulang? udah sore juga!" ujar Alvin dan pulang ke rumah Reina
"oke!" seru Reina dan mengikuti Alvin yang terlebih dulu berjalan
Reina dan Alvin pergi ke rumah Reina dengan celana yang banyak pasir, kaki Reina pun dipenuhi dengan pasir
setelah sampai dirumah Reina, bibi menyambut mereka dan menyuruh mandi dulu
"lo mandi sini aja" ucap Reina takut Alvin masuk angin karena dalam keadaan basah harus jalan mengunakan motornya
__ADS_1
"maksud lo mandi berdua?" tanya Alvin membuat Reina melotot mendengar kata yang keluar dari mulut alvin
"dih, sembarangan banget lo! lo mandi dikamar tamu tuh tinggal lurus aja ntar ada kamar itu, lo masuk aja" ucap Reina memberi arahan, ia sangat malu mendengar kata-kata alvin
"mandi bareng juga boleh" Alvin bercanda, namun hal itu membuat pipi Reina panas
*duh pipi gue kenapa sii?!* benak Reina
"apaan si?" Reina pergi meninggalkan alvin yang tanpa ia sadari sedang tersenyum melihatnya yang malu
"gue seneng kalo lo seneng Reina" gumam alvin
Reina naik ke atas untuk membersihkan badan dan berganti pakaian, Reina selesai mandi namun ia nggak langsung keluar kamar ia masih berada didalam kamar
"ya ampun, kenapa tadi pipi gue panas banget? masa iya gue suka sama cowok nyebelin kayak dia" Reina menggeleng-gelengkan kepalanya
"nggak, nggak mungkin" reina menyakinkan dirinya sendiri, Reina turun ke bawah
"bibi, lagi masak apa?" tanya Reina melihat bibi sedang memasak
Reina pergi ke kamar tamu karena nggak melihat alvin sejak tadi
tok tok.. "al" panggil reina
"lo ngapain sih, lama banget?!" tanya Reina dengan mengetok pintu
alvin keluar dengan handuk di pinggangnya Reina berteriak namun bibir reina langsung ditutup oleh alvin sehingga hanya geraman yang keluar dari mulut Reina. Reina melepas tangan Alvin dan membalikkan badan
" Lo kenapa nggak pake baju!" tanya Reina
"gue harus pake baju apa?" tanya alvin,Reina juga lupa memberi baju ganti untuk alvin
"ya ampun, sorry bentar gue ambil punya bokap" Reina pergi ke kamar bokapnya untuk mengambil baju ayahnya
"duh pake baju apa ya?!" Reina kebingungan memilih baju yang akan dipakai alvin, tiba-tiba pikiran usil pun menghampiri otak Reina. Reina keluar dari kamar ayahnya dan pergi ke kamarnya sendiri
__ADS_1
"hihihhih sekali doang nggak papa kali ya" Reina cekikikan dan mengambil baju di kamarnya lalu pergi ke kamar alvin
tok tok.. Alvin membuka pintu dan menerima baju yang diberi Reina, Reina langsung pergi untuk bersembunyi. Dan benar saja setelah Alvin menutup pintu, pintu tersebut terbuka lagi
"hahahha, cepet lo pake al!!" gumam Reina melihat pintu kamar yang didalamnya alvin
karena Reina telah menunggu lama tetapi pintu belum juga dibuka oleh alvin membuat kesabaran Reina habis, ia memilih untuk mengeceknya sendiri
tok tok " alvin!" ucap Reina, namun nggak ada sautan dari dalam, melihat pintu nggak dikunci Reina membuka pintunya
"gue masuk yaa" gumam Reina dan membuka pintu, sepi yang pertama ia lihat
"loh dimana dia?" heran Reina, ketika sedang kebingungan tiba-tiba suara alvin ada dibelakangnya
"sengaja?" tanya Alvin, Reina yang melihat baju yang dikenakan Alvin pun tertawa
"HAHAHHAHA" Reina tertawa dengan keras, Alvin menutup pintu tanpa Reina tahu
"lo tau nggak, lo mirip bencong di pasar malem HAHAHA" ujar Reina dengan mengusap ujung matanya
bagaimana Reina nggak tertawa sedangkan alvin mengenakan baju yang sangat kecil itu adalah baju Reina, baju tidur pendek lebih tepatnya dengan baju yang hanya sebahu dan celana yang diatas lutut tentu itu sangat seksi jika digunakan oleh Reina, beda cerita jika yang memakainya adalah alvin.
Alvin mendekati Reina, Reina yang merasa dalam bahaya mengambil ancang-ancang untuk membuka pintu namun gerakannya terbaca oleh alvin, Alvin langsung mendekapnya ditembok dan menatapnya dengan tajam, Reina berusaha mencari cara untuk keluar dari dekapan Alvin ia bergeser ke kiri dan ke kanan namun tetap saja dihalangi oleh alvin
"lo mau main-main?" tanya alvin dengan suara lirih, membuat Reina merinding
"hehehe, jangan ambil hati ya!" ucap Reina berusaha menenangkan alvin
"pengin dihukum hm?" tanya Alvin dengan suara serak tentu Reina langsung khawatir ia mengambil bantal yang ada disampingnya dan memukul Alvin dengan bantal
"hayuk lah kalo mau gelut" ujar Reina dengan gaya menantang
"lo yang minta" ucap alvin dan langsung mengejar Reina lalu menjatuhkannya di kasur, Alvin tepat berada diatasnya
"l-lo awas!!" ujar Reina dengan memukul bahu alvin, Alvin memegang kedua tanya Reina hanya dengan satu tangan ya, sedangkan tangan yang lain untuk menahan badannya. Alvin mencium bibir sexy Reina, Reina terus saja meronta-ronta Alvin tetap menciumnya dan berhenti saat melihat Reina kehabisan nafas
__ADS_1
"itu hukuman lo" ucap Alvin tepat didepan wajah Reina, Reina masih kikuk dan ketika sadar ia langsung berdiri dan keluar dari kamar sebelum keluar Alvin memberi tahu untuk mengambilkan baju yang benar untuknya, Reina menyuruh bibi untuk memberikan karena ia masih malu dan takut jika Alvin melakukan yang tadi ia lakukan