Love History

Love History
#20


__ADS_3

setelah sampai disekolah, tepatnya diparkiran sekolahan ternyata Reina bersamaan dengan geng Farah


"eh guys, ada temen yang mati bukanya doain eh malah pergi" sindir farah, Reina berusaha menahan amarahnya supaya nggak bikin masalah.


ketika sedang berjalan kaki Farah menjulur ke depan membuat reina terjatuh namun bukan Reina kalau nggak balas, Reina langsung memegang dan menginjak sangat keras kaki Farah setelah Reina berdiri ia langsung menjambak rambut Farah dengan kuat sampai ada rambut yang menempel dijari tangannya


"Lo nggak tau apa-apa, jadi tutup mulut busuk lo itu!" ucap Reina dengan tegas dan dingin didepan wajah Farah, geng Farah yang melihat itu langsung menjambak rambut Reina, Reina yang kehilangan konsentrasi langsung ketarik kepalanya hingga mendongak ke atas


"lo nggak usah sok jagoan!" ucap Farah dengan sinis " lo itu cuma cewek brengsek!" sambung Farah


Reina menekan pergelangan tangan yang menarik rambut Reina sampai bunyi yang sangat mengerikan sepertinya pergelangan tangannya patah, dia menjerit menangis. Farah yang melihat temannya menangis itu langsung menampar pipi reina, sebelum menyentuh pipi Reina ada tangan yang menahan Farah,padahal Reina sudah memenjamkan mata


"jangan disini kalau bikin keributan!" dingin alvin membuang tangan Farah dengan kasar


"ochh, sakit Al! dia yang mulai lohh!" Farah membalikkan fakta dan berbicara dengan genit


"wah jangan tolol lo, jelas-jelas lo yang nendang kaki gue lampir!" geram Reina karena Farah membalikkan fakta bahwa dirinya yang bikin masalah


"apa lo-" jeda Farah yang langsung dihentikan oleh alvin


"diem lo semua!, sekarang pergi ke lapangan, kalian harus tetap disana walau sudah selesai kalian tetap berdiri disana sampai gue nyuruh stop!" ucap alvin membuat Farah dan Reina tercengang, dan teman Farah yang terluka dibawa ke UKS oleh teman yang satunya lagi


Reina dengan malas pergi ke kelasnya untuk menaruh tas, namun ia nggak langsung pergi ke lapangan Reina justru bermain hp sampai waktu kumpul buat upacara, melihat semua temannya pergi untuk ke lapangan Reina hanya berpura-pura mengikuti mereka dibelakang ketika sudah aman Reina berbalik dan kembali ke kelas, Reina yang bingung mau ngapain lebih memilih untuk tidur dengan menyetel lagu mengunakan handset di telinganya, Reina tertidur dengan pulas. tanpa sepengetahuan Reina ternyata alvin sedang mencarinya, alvin mencari dibarisan semua siswa kelas 11 namun nggak ketemu Reina


***** lo dimana sih rein?!* benak alvin mencari Reina, Alvin menyadari sesuatu jika Reina nggak ada dibarisan upacara berarti ada dikelas kalau nggak kabur bolos, Alvin pergi ke kelas Reina dan melihat ternyata benar Reina sedang mendekap wajahnya di lipatan tangannya dengan handset menempel di telinganya


*hm, lo harus di hukum!*gumam Alvin


Alvin membuka pintu dan mendekat ke tempat Reina, Alvin membangunkan Reina. sedangkan Reina yang merasa ada yang mengganggunya langsung memberi hantaman diperutnya, namun Alvin dengan sigap menahan tinju Reina


"diem!, gue lagi tidur jangan sok jadi nyokap gue deh" gumam Reina kembali ke dalam posisi tidurnya karena tadi dia nggak melihat orang yang sudah menggangunya.


"bangun!" ucap alvin, membuat Reina yang mendengar langsung kaget, Reina melihat ke arah alvin dan langsung membulatkan mata


"lo, k-kenapa bisa disini?" tanya Reina dengan terbata-bata, Alvin menggeret tangan Reina dan menyuruhnya untuk berdiri di tiang bendera sampai jam kedua


"what!! berarti dua jam gue berdiri di panasnya lapangan itu!" Reina menunjuk lapangan

__ADS_1


"hm" Alvin mengangguk kepala


"lo nggk bisa dong" Reina mengambil ancang-ancang untuk lari, namun Alvin memegang pinggang Reina bahkan terlihat seperti sedang berpelukan


"Lo, lo ngapain lepasin gue! jangan mencari kesempatan dalam sekempitan!!"ucap Reina marah


"nggk nafsu gue" datar Alvin


Reina hanya mendengus melihat Alvin dengan enteng menggeret dirinya, Reina sangat pasrah


karena sekarang lapangan sudah nggak digunakan untuk upacara karena sudah selesai melaksanakannya, Farah sudah disuruh pergi oleh alvin tanpa sepengetahuan Reina


"Lo berdiri disini, jangan coba-coba kabur gue ada dimana-mana!" tegas Alvin mengancam Reina


"i-iya iya gue juga nggak niat kabur" malas Reina


Reina berdiri didepan bendera di panasnya matahari, Reina nggak berhenti mengoceh tentang Alvin yang selalu bikin dirinya darah tinggi


"awas aja lo, cuma pangkat lo yang lebih tinggi diatas gue bukan berarti gue lemah sama lo!" gumam reina


"dasar cowok brengsek, cowo sialan, nyebelin, sialann!!" teriak Reina dengan kencang, membuat pak tukang kebun sekolahan yang kebetulan sedang lewat kaget dengan suara teriakkan Reina


"oh nggak pak, saya lagi ngomongin ketua OSIS nggak ada akhlak itu" ucap Reina menjelaskan


"beneran pak suerr!! nggak berani boong saya sama bapak" ucap Reina menyakinkan


"ya sudah awas aja kalo kamu beneran ngomongin saya!" ancam bapak tukang kebun sekolahan


Reina bersyukur karena ia nggak membuat masalah dengan tukang kebun sekolah, jujur ia sangat lelah karena terus berdiri di depan bendera seperti itu


"ini gara lo cowok sialan!"gumam Reina


Reina diam-diam membuka hp untuk melihat sosmed, namun ia mendapat pesan dari alvin


"gue tau lo buka hp!" alvin


"biarin, gue kan tetep di depan bendera!" Reina

__ADS_1


"gue haus pengin beli minum" Reina


"trs?" alvin


"gue mau beli dlu!" Reina


"ngk ush cba² kabur!" Alvin


"gue bilang mau beli MINUM bukan KABUR!" Reina


"gk!" alvin


"lo mau bikin gue mati kehausan?!" Reina


/read


"ishh masa gue nggak minum, bisa mati gue! duh kepala gue sakit" Reina memegang kepalanya yang terasa berdenyut denyut


"ini yang mati lampu apa gimana? kok burem" gumam Reina


*gue lemes,tolong gue!* benak Reina karena ia nggak bisa bicara dan tak sadarkan diri


Reina pingsan,Alvin yang melihat Reina jatuh di lapangan langsung turun keluar ke lapangan. Alvin mengendong Reina dan membawanya ke UKS, ketika Alvin menggendongnya ternyata ada yang memotretnya diam-diam dan langsung menjadi pembicaraan di sekolahan


"rein,bangun!" Alvin khawatir dengan menepuk pipi reina


"dok, dia kenapa?" tanya Alvin ke dokter sekolahan


"nggak papa, dia hanya kecapean dan sepertinya di kurang tidur" ucap dokter yang memeriksa Reina


"suruh dia minum obat penambah darah, dia juga punya darah rendah" ucap dokter, alvin baru tau kalau Reina mempunyai darah rendah


Alvin memberi minyak kayu putih disekitar bawah hidung mancung Reina hingga nggak lama kemudian Reina bangun


"aduh" Reina memegang kepalanya yang sedikit masih sakit


"diem, lo masih sakit!" cegah alvin

__ADS_1


"lo ngapain di sini terus gue juga kenapa di UKS?" Reina bertanya-tanya kenapa ia bisa di UKS sedangkan seingatnya dia berada di lapangan


__ADS_2