
Reina bingung harus menceritakan bagaimana, dia juga tidak tau apakah Alvin juga suka dengannya atau bagaimana Reina tidak tidak tau
"hei, ada apa?" tanya Alvin yang melihat air mata Reina terjatuh
"g-gue nggak apa" jawab Reina, Reina memberanikan diri untuk menatap Alvin
"maafin gue, maaf" ucap Reina dengan tertunduk, Alvin tambah kebingungan melihat Reina meminta maaf kepadanya
"untuk?"tanya Alvin, Reina menjawab dengan wajah tertunduk
"g-gue... gue udah lancang suka sama lo!"ucap Reina dengan cepat, alvin terkejut mendengar ucapan Reina
"l-lo nembak gue?"tanya alvin, Reina memandang alvin dengan raut tak percaya.
"ha? kaya gini nembak? to*o* banget si! gue bukan nembak lo! gue cuma ngasih tau sama lo!" ucap Reina
"gue juga" ucap Alvin menatap wajah cantik reina
__ADS_1
"ma-maksud lo?!" tanya Reina
"gue juga suka sama lo, lo mau jadi cewe gue?" tanya Reina, Reina tersenyum
"gue mau" ucap Reina dengan senang, sungguh Reina juga bingung kenapa tiba-tiba dia merasa hawa yang sangat dingin disekitarnya, Reina tiba-tiba merasa hawa yang mengancam
"nggak bisa!" ucap lelaki dari belakang Alvin, alvin memutar badannya dan melihat siapa yang telah membuat keributan dengan dirinya
"apa maksud Lo!" ucap alvin, Reina terkejut melihat ada Alex disana dengan wajah yang marah
"lo nggak bisa sama Reina! dan lo ikut gue pulang!" ucap Alex menatap wajah Reina
" lo nggak usah dengerin dia, g-gue pergi dulu bye!" Reina berlari menjauh namun mobil Alex mengikuti Reina
"kalo gue lari dijalan gini sama aja dong gue pasti bakal ketangkep, mending gue lewat jalur yang sempit biar mobilnya nggak bisa masuk" ucap Reina dengan nafas tersengal-sengal, Reina masuk kedalam gang yang tidak bisa dilalui oleh mobil, sedangkan Alex tersenyum melihat kelicikan Reina yang memilih melewati jalur sempit itu
Alex turun dari mobil dan mengejar Reina, Alex berlari dengan cepat, Reina juga sudah cepat namun Alex jauh lebih cepat, Reina berlari melewati permukiman dia melewati kandang ayam, kambing bahkan sapi, Reina melihat ada tempat untuknya bersembunyi
__ADS_1
Reina bersembunyi dibalik tembok tetangga dia mengintip keluar dan melihat Alex sudah ada disana menengok kesana sini mencari Reina, Reina melihat dada alex pun sudah naik turun
Reina menutup mulutnya dan tetap bersembunyi sampai benar-benar aman. Reina berjalan pelan untuk pergi dari tempat persembunyian, setelah berhasil keluar Reina memilih untuk duduk dikursi taman, taman mempunyai lampu yang remang-remang tapi tidak apa-apa itu hanya untuk satu malam
"hah hah hah, cape b-banget" Reina duduk dan menetralkan nafasnya dulu
"gila tuh anak buah ayah cepet banget, padahal baru aja gue kabur, dan gue juga baru liat, hah apa jangan-jangan dia baru?" bingung Reina, handphone Reina sedikit bergetar, dia mendapat pesan dari alvin
"Lo ada dimana? kenapa dikejar sama orang tadi? terus sekarang lo baik-baik aja kan?!" Alvin
"lah dongo kenapa tadi nggak bantuin gue sih?! aahh baru juga ngeluarin isi ati udah dibikin badmood" ucap Reina
"gue baik, dah nggak usah tanya-tanya lagi" Reina
setelah itu Reina mematikan handphonenya, karena banyak sekali telefon dari ayah bunda dan nomer tak dikenal, bukan hanya telefon, pesan dari ayah bunda temannya dan nomor tak dikenal juga banyak
Reina memposisikan diri tiduran dikursi taman itu, dia juga meyimpan tasnya dengan memeluknya di bawah dan dia mengunakan lengan satunya untuk dijadikan bantal
__ADS_1
"tenang Reina, ini hanya satu malem oke?!" Reina berusaha menenangkan diri, hawa sangat dingin Reina tidak mengunakan selimut namun untungnya dia menggunakan Hoodie jadi sedikit hangat
Reina tertidur karena kelelahan, Reina tidak memikirkan apapun yang penting sekarang dia bisa tidur dan besok dia harus bangun sebelum banyak orang yang datang ke taman dan melihat dia disini