
"Cepat saya hanya akan menunggu hingga malam hari nanti, jika kamu tidak datang sampai jam 12 malem sudah bisa dipastikan nyawa anakmu sudah kaku" ucap orang misterius tersebut dengan menghadap wajah Reina
"Kalo kalian sampai menyentuh anak saya seujung kuku saja akan saya habisi kalian semua!!!!" ucap ayah dengan sangat marah lalu orang misterius langsung mematikan teleponnya
"Heh lo belum jawab pertanyaan gue! apa maksud omongan Lo tentang keadilan?" tanya Reina kembali menanyakan yang sama
"Kamu mau tau hm?" tanya orang misterius tersebut dengan berjalan mendekat ke Reina. Reina mencoba memundurkan kursinya namun sulit
"Stop! berhenti, jangan mendekat tau gue-.." ucap Reina terhenti. Orang tersebut tetap berjalan mendekati reina "Apa yang akan kamu lakukan? apa kamu akan memukulku? dan menyakitiku? lihatlah kamu bahkan tidak bisa keluar dari kursi itu" ucap orang tersebut yang sudah berada tepat di depan reina
__ADS_1
Orang tersebut mencengkeram pipi Reina dengan satu tangannya, Reina mencoba menepis namun karena kedua tangannya diiket dibelakang jadi membuat pergerakannya sangat lambat
"Menjauh dari gue!!" ucap Reina berusaha menendang kaki orang misterius namun kakinya juga diikat kencang oleh mereka
"Apa kamu benar-benar tidak mengenaliku?" tanya orang misterius tersebut menatap mata Reina namun Reina tidak melihat wajah orang tersebut karena dia menggunakan masker dan kacamata hitam
"Kan lo pake masker sama pake kacamata item ya gimana gue liatnya bo** banget deh" ucap Reina tanpa sadar mengatakan tidak baik
"Aduh cara gue lepasin ini gimana? pundak gue sakit banget deh, kenapa harus diiket bukannya kalo di tv itu cuma dikurung doang di ruangan lah kok gue malah diiket tangan sama kaki juga? nggak adil banget" ucap Reina
__ADS_1
"Oh iya disini ada benda tajem nggak ya?" tanya Reina kepada dirinya sendiri dan mencari apakah ada benda tajam yang bisa membantunya melepaskan tali
Reina menatap sekeliling namun ruangan itu terlalu bersih bahkan seperti tidak ada debu sama sekali. "Niat banget penculiknya sampe dibersihin dulu ruangannya, tapi menyebalkan banget kan jadi susah buat lepasin" ucap Reina
"Hei apa masih ada orang diluar?!" teriak Reina dengan kencang. Pintu terbuka dan terlihat dua algojo berbadan besar menatap tajam Reina. "Jangan teriak-teriak!! ada apa? disini bukan mall yang ada semua yang kamu mau! jadi diamlah!" ucap salah satu orang berbadan besar
"Hei pak berbadan gede, gue bahkan belum ngomong gue mau apa? gue nggak minta apa-apa cuma satu doang kok, lepasin tali ditangan gue sakit nih kelamaan di iket" ucap Reina namun kedua orang berbadan besar hanya menatap Reina
"Apa kau bercanda ha?! disini kamu adalah sandera jadi tutup mulutmu jangan banyak bicara atau tuan akan memukul mu sampai tidak bisa melihat esok hari!" ucapnya dengan marah lalu menutup pintu dengan kencang
__ADS_1
"Itiu tiin ikin mimikilmi simpi tidik bisi milihitmi isik hiri, alat bicit" ucap Reina dengan mulut komat-kamit seperti sedang mengutuk orang tersebut
"Yeee baru juga ngomong baik-baik udah di sewotin aja, aish gimana ya" gusar Reina yang semakin bingung cara untuk melepaskan diri dari tali-tali yang menyebalkan itu