
Pagi harinya Reina sudah siap untuk berangkat sekolah, sebenarnya dari semalam Reina sudah bilang kalau dia tidak ingin berangkat sekolah dulu, dia ingin berada disamping ayahnya tetapi bunda dan ayah selalu mendesaknya untuk berangkat sekolah jadi Reina harus pergi sekolah
"Lex, lo mau apain Alvin?" tanya Reina dengan sedikit menundukkan wajahnya
"Aku hanya mengurung dirinya di suatu tempat, kenapa? apa kamu masih menyimpan rasa untuknya?" tanya Alex dengan nada yang berbeda, nada yang sangat dingin
"Aah n-nggak, gue cuma tanya hehe" tawa kikuk Reina mencoba mencairkan keadaan
*Duh kok Alex tiba-tiba jadi bikin merinding ya, apa gue salah ngomong?*benak Reina
Setelah ketegangan di dalam mobil karena Reina yang bertanya, akhirnya mereka sampai di sekolahan Reina segera Reina turun dan menutup pintu mobil, Reina berjalan terus tanpa menatap belakang sedangkan di belakang Alex masih terus menatap Reina sampai Reina tidak terlihat dari pandang matanya
"Eh Reina!" panggil teman Reina menepuk pundak membuat Reina sedikit terkejut
__ADS_1
"Astaga bege lo mau bikin jantung gue melorot?" ucap Reina dengan mengusap-usap dadanya
"Hehe santai dong gue nggak sengaja, gue mau ngajak lo ke kantin, yuk!" ajak teman Reina dengan girang
"Aduh sorry banget gue lagi cape, ini aja gue males buat ke sekolah" ucap Reina dengan sungguh-sungguh
"Yah padahal gue mau traktir makan lo" ucap temen Reina dengan sendu
"Kalo gitu kapan-kapan aja deh, gue sekarang bener-bener capek" ujar Reina menepuk kedua pundak temannya yang sedih karena dia tidak bisa ikut ke kantin bersamanya. "Eemm ya udah lah nggak apa, gue duluan ya" ucap teman Reina lalu pergi
Reina menunggu bel dengan bermain handphone, setelah beberapa saat kemudian bel berbunyi dan Reina yang sedang tertunduk dengan tangan sebagai tumpuan bangun karena bel
"Selamat pagi semua" seru guru yang masuk dan meletakan bukunya di meja
__ADS_1
"Pagi buu!!!" jawab semua murid dikelas begitu juga dengan Reina. Setelah itu guru mulai melakukan pembelajaran di kelas tersebut.
Disisi lain Alex sedang berada di ruangan bersama dengan alvin yang diikat dengan rantai di kaki dan tangannya sehingga dia tidak bisa pergi kemanapun
"Lo mau apa? g-gue nggak ada urusan sama l-lo!" gertak Alvin dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya
"Sudah saya bilang, jika bersangkutan dengan Reina saya yang akan turun tangan" ucap Alex dengan tatapan tajam
"Dan sudah saya peringatkan kamu untuk tidak mencelakai Reina ataupun keluarganya, tapi ternyata kamu tidak memikirkan itu" ujar Alex dengan mengangkat kepala alvin. Alvin menatap Alex dengan mata yang juga memancarkan kemusuhan
"Maka terimalah akibatnya" ucap Alex dengan nada yang lebih rendah dan membuat merinding
glekk Alvin merasa hidupnya hanya ada di ujung tanduk, bulu kuduk Alvin serasa berdiri semua karena mendengar suara Alex yang sangat dingin
__ADS_1
Setelah itu Alex memukul Alvin dengan rotan dan membuat Alvin menjerit, didalam ruangan hanya terdengar suara teriakan Alvin karena ruangan tersebut kedap suara jadi yang dari luar tidak dapat mendengar suara alvin