Love History

Love History
69


__ADS_3

Alex menahan tangan Farah yang akan memukul Reina, Reina juga sudah bersiap menghindar *lah padahal kau gue bales malah pake dihalang-halangi* benak reina


"berani sentuh Reina, kamu habis ditangan saya!" dingin Alex lalu menghempaskan tangan Farah dengan keras


"aagghh sialan! dibayar berapa lo sama dia?! gue bisa bayar lo lebih dari yang dia kasih sama lo" sombong Farah


"jangan songong lo! kalo nggak ada niat buat kesini nggak usah kesini! kedatangan lo nggak dibutuhkan! sekarang lo pergi! acara bakal dimulai!" ucap Reina lalu menggeret Farah pergi dari acara pemakaman tersebut


"heh lo! bawa cewek ini pergi jangan biarin dia kesini!... cepat tunggu apa lagi?!" ucap Reina geram karena anak buah Alex harus menatap Alex terlebih dahulu sebelum mengiyakan ucapan Reina


setelah Farah si pengacau tersebut pergi acara pemakaman kembali dilanjutkan, banyak teman Alvin yang hadir ikut mendoakan, guru-guru juga berdatangan, orang tua Reina juga ada disana namun mereka datang diakhir


Reina sangat sedih dia berpelukan dengan kak Sisil, kak Sisil juga sangat sedih atas perginya Alvin diantara mereka, Reina menyekap air matanya begitu pula kak Sisil, sekarang sudah selesai acara pemakaman beberapa orang mulai pergi meninggalkan makam Alvin, sampai akhirnya tinggal Reina, ayah, bunda dan Alex disana dengan anak buahnya


Reina masih setia menunggu disana, dia duduk disamping makam Alvin, Reina kembali mengingat dirinya yang ketika bersama alvin dan kembali teringat ketika ciuman pertamanya diambil oleh alvin.

__ADS_1


ketika Reina sedang melamun bunda memegang pundak reina membuat gadis yang sedang bersedih itu melihat siapa yang telah menyentuhnya


"sayang, ayo kita pulang" ucap bunda pengertian


"kalian duluan, aku ntar nyusul" ucap Reina, bunda menengok kebelakang disana sudah ada ayah dan Alex yang masih menunggu ada juga anak buah Alex


"sayang jangan kaya gini! ayo kita pulang, pasti Alvin juga sedih kalo kamu kaya gini" ucap bunda


"Alvin nggak akan kaya gini kalo dia nggak melakukan hal gila!" marah Reina yang menatap tajam Alex


"dia yang udah ngebunuh Alvin bun! dia yang udah membuat alvin meninggal, dia juga yang menyebabkan Alvin kecelakaan" tangis Reina pecah ketika mengucapkan kata meninggal


"nggak mungkin sayang! Alex nggak akan melakukan hal seperti itu kalau tidak ada yang memancingnya dan Alex akan melakukan untuk menjaga orang yang dia sayang!" ucap bunda yang menjelaskan kalau Alex tidak bersalah


Reina yang merasa kecewa dengan bunda langsung berdiri dan marah

__ADS_1


"nggak salah? dengan membunuh orang itu nggak salah? dimana akal sehat kalian? kalian ingin aku nikah sama orang kaya dia? kalian- kalian orang tua yang buruk!" ucapan Reina yang sangat membuat bunda sedih, Reina juga sedikit gugup ketika mengatakan hal tersebut namun memang itu kenyataannya, kenyataan yang pahit


"REINA!" teriak ayah


"apa?! apa yang aku omong itu salah ha? sebenarnya apa sih yang kalian banggain dari seorang Alex?!"tanya Reina dengan menunjuk Alex


Alex yang merasa ditunjuk menatap Reina, menatap mata yang sangat sendu mata yang pernah dia lihat berisi keceriaan sekarang hanya kesendirian, mata yang terlihat ketakutan dan kesepian


"dan gue sampai kapanpun nggak mau nikah sama lo!" ucap Reina lalu pergi meninggalkan semuanya


"Reina! jangan tinggalin bunda!" ucap bunda sebelum akhirnya terjatuh pingsan


"bunda! bangun sayang, siapkan mobil cepat!" ucap ayah lalu menggendong bunda membawanya ke rumah sakit


tinggallah Alex disana, anak buahnya sudah dia suruh untuk mengikuti mobil ayah untuk menjaga keadaan

__ADS_1


"kamu sudah keterlaluan Reina! cukup untuk bermain-main" ucap Alex yang lalu pergi mencari Reina


__ADS_2