Love History

Love History
116


__ADS_3

Pagi harinya Alex sudah ada dirumah Reina untuk mengantar Reina sekolah padahal Reina menolak jika Alex mengantar jemput dirinya, jujur Reina ingin mengendarai mobilnya sendiri.


Selama di dalam mobil Reina menatap Alex, Alex mengetahui kalau Reina terus menatapnya dan selalu menghela nafas. Sedangkan Reina masih bingung bagaimana cara membicarakannya


"Ada apa?" tanya Alex, Reina menghela nafas sebelum menatap Alex


"Al, g-gue nggak siap buat nikah sama lo" Reina menggigit bibir bawahnya setelah mengatakan kepada Alex. Reina takut kalau akan membuat Alex marah tapi apa yang dilakukan Alex membuat Reina tercengang, Alex menghentikan mobil dan menatap Reina lalu tiba-tiba


Cup


Alex mencium bibir Reina, walaupun hanya sebentar tetapi sangat terasa di Reina


"Lo!!!" geram Reina


"Apa yang membuatmu nggak siap? harusnya kamu bersyukur nikah sama saya yang banyak diinginkan perempuan diluar sana" ucap Alex


"Sok kecakepan lo" celetuk Reina

__ADS_1


Tapi yang dikatakan Alex benar adanya, banyak yang mengangumi Alex bahkan di beberapa medsos ada yang paparazi Alex dengan caption 'capar, calon pacar'


Reina sudah tidak mood setelah kenarsisan Alex itu, Alex kembali menjalankan mobilnya.


Sampai di depan gerbang Reina akan turun tetapi tangan Alex sudah lebih dulu mencekal tangan Reina. "Pernikahan kita akan tetap dilaksanakan dan untuk rahasia tentang kita, akan dipertimbangkan" ucap Alex, Reina menatap Alex begitu juga dengan Alex


"Serius?!" tanya Reina dengam antusias, Alex melepaskan cekalannya dan memgangguk


"Nggak nyangka lo bolehin kemauan gue" ucap Reina


"Baiklah pernikahan kita akan dilakukan sekitar satu Minggu lagi" ucap Alex membuat Reina melotot terkejut


Brak


Reina memukul meja dengan keras. "Arghhhh" teriak Reina putus asa


"Heh lo kalo mau teriak-teriak dihutan aja sana!" celetuk teman sekelasnya karena terganggu dengan Reina yang terus berisik

__ADS_1


Reina tidak menjawab dan malah pergi keluar dari kamar, Reina berjalan ke kantin. Sesampainya di kantin Reina duduk di bagian pojok. Tidak lama datang David dengan membawa batagor yang David pesan untuk mereka berdua


"Gue boleh duduk?" tanya David dengan kedua tangan yang penuh dengan piring berisi batagor


"I-iya" Reina sempat terkejut dengan David yang tiba-tiba muncul


David mendorong satu piring didepan Reina. "Buat lo, dimakan ya" ucap David menatap Reina


"Nggak usah lagian gue juga nggak pesen" ujar Reina menolak


"Itu gue yang pesenin buat lo, mendingan lo makan ketimbang mubasir" ucap David


Reina memegang sendok dan memakan batagor yang David bawakan untuknya. Ketika makan Reina belepotan, David yang melihat itu tersenyum dan mengelap bumbu kacang yang menempel di bibir Reina, Reina terkejut dan tersenyum kikuk


"Thanks" ucap Reina diangguki oleh David


Setelah selesai memakan batagor, Reina meminum air yang dibawakan oleh David. Reina yang tidak enak dengan David langsung meminta maaf. "sorry ya gue malah jadi ngerepotin gini" ucap Reina dengan merasa bersalah

__ADS_1


"Nggak papa, lo lagi ada masalah?" tanya David


"Enggak gue baik-baik aja nggak ada masalah" ucap Reina yang berbohong. "Tapi mukalo berkata lain Reina" ucap David


__ADS_2