
Reina berfikir harus pergi keluar untuk membeli baju karena dia tidak membawa baju ataupun perlengkapan yang lain, Reina hanya membawa dompet mininya yang hanya bisa diisi kartu-kartu miliknya dan handphone yang selalu berada di sakunya atau dipegang, Reina juga berniat akan sekalian beli makanan
Sebenarnya sekarang sudah lewat jam makan siang dan sekarang juga sudah saatnya murid pulang, Reina sudah siap akan keluar namun handphonenya berdering dan terlihat Alex yang menelfonnya. Reina sebenarnya malas menjawab telepon dari Alex tetapi Reina tetap menjawabnya
"Ada apa?" Reina
"Dimana kamu?" Alex
"Rumah temen" Reina
"Maksud saya alamatnya dimana?" Alex
"....."
__ADS_1
"Kenapa diam? sekarang kamu dimana? jawab saya Reina!" Alex
"Aduh maaf Lex, gue buru-buru mau pergi sama temen gue bye" Reina cepat-cepat mematikan teleponnya
Reina memegang dadanya menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan. "Untung otak gue gercep" gumam Reina lalu kembali melanjutkan perjalanan
Reina keluar dan menghentikan taksi yang berjalan, Reina duduk dikursi penumpang dan memberitahu kemana dia harus diantar, Reina pergi ke toko baju terlebih dahulu karena Reina sudah sangat risih menggunakan baju sekolah terus. Sekitar 20 menit Reina sampai di toko baju, Reina turun dan membayar taksi tadi. Reina masuk dan mulai memilih baju yang akan dia beli
Reina hanya memilih baju yang oversize dan celana jeans dia membayarnya setelah merasa pas, setelah dibayar Reina segera menuju ruang ganti untuk mengganti baju sekolahanya.
Reina berhenti di cafe tong-crong nama yang unik, Reina duduk dipojok dan memesan makanan beserta minuman. Reina menatap sekitar cafe tersebut, tempatnya sangat cocok untuk orang yang suka foto dan pastinya sangat disukai anak muda jama sekarang
Pesanan Reina datang, Reina segera memakannya dengan sesekali memainkan handphone, Reina makan dengan tenang tanpa Reina sadari bahwa sebentar lagi dia akan menikah.
__ADS_1
Setelah makan selesai dan membayar semua pesanan yang telah dia makan, Reina beranjak dari cafe dan pergi untuk sekedar jalan-jalan karena sangat membosankan jika berada di villa setiap saat.
"Gue rasa ada yang kurang deh, tapi apa?" ucap Reina dengan berfikir keras tetapi tidak menemukan jawabannya.
"Pasti nggak penting" Ucap Reina menyakinkan dirinya. Reina berniat akan pergi ke bioskop untuk menonton film horor tetapi ketika dia tidak sengaja melihat panti asuhan tiba-tiba dia kepikiran dengan Ayana
"Gue harus kesana" ucap Reina lalu berlari mencari taksi karena dia baru ingat sudah lama sekali sejak dia berpisah dengan Ayana tidak pernah bertemu lagi, janji yang dulu dia ucapkan justru ia lupa. Reina menghentikan mobil taksi yang sedang berjalan cepat
CIITTTT
"Woii mau mati Lo?!!!" teriak supir taksi karena terkejut dengan adanya Reina secara tiba-tiba didepan mobilnya
Reina tidak menjawab ucapan supir taksi tapi dia langsung masuk kedalam mobil dan menyuruh supir tersebut jalan. "Lo mau ngapain?" tanya supir tersebut, entah otaknya tergeser karena mengerem mendadak atau sudah bawaan dari lahir, bagaimana dia bisa bertanya seperti padahal dirinya adalah supir taksi tentu saja kalau ada yang masuk pastinya dia pelanggan yang ingin diantar ke suatu tempat
__ADS_1
"Antar gue ke panti asuhan ini" ucap Reina menunjukan foto yang didalamnya ada alamat panti asuhan yang ada Ayana
"Ohh ngomong dong dari tadi" ucap supir yang masih muda itu, Reina tidak menggubrisnya lagi dia hanya diam memikirkan Ayana