
Reina masuk kedalam ruangan ganti dan mencoba baju pertama
wedding dress 1
"aduh gue malu, baju apaan ini kenapa kaya kurang bahan" gumam reina melihat dirinya di kaca sebelum akhirnya dia keluar
"ganti!" ucap alex dingin, reina senang karena alex tidak menginginkan baju yang kurang bahan tersebut
wedding dress 2
"gue rasa ini lebih parah, gila si mbaknya pilihiin gue baju jelek banget" gumam reina lirih
reina keluar dan menutupi dadanya dengan menghadap belakang
"apa tidak ada yang lain?!" ucap alex memandang dingin kepada orang yang telah memilihkan baju untuk Reina
"m-maaf kalau boleh tau seperti apa yang diinginkan?" tanya mbaknya
__ADS_1
"yang tertutup, sudahlah biar gue cari sendiri aja" ucap reina lalu masuk lagi kedalam tempat ganti lalu keluar dan berjalan mencari baju lagi
reina memutar-mutar mencari yang lumayan tertutup dan sesuai kriterianya ketika sedang mencari dia melihat ada baju yang sangat indah, reina langsung mengambilnya dan masuk kedalam ruang ganti dan memperlihatkan kepada alex
wedding dress 3
"alex! gue mau yang ini aja!" ucap reina senyum senang seperti anak kecil yang diberi permen
"hm lumayan" ucap alex membuat reina cemberut
"saya bercanda, kamu sangat cantik" ucap alex berbisik ditelinga reina, reina merinding mendengar bisikan alex tapi entah kenapa hatinya terasa hangat jika di puji oleh alex
Sekarang giliran alex yang memilih baju, reina duduk bermain handphone dan menunggu alex yang sedang mengganti baju setelah menunggu beberapa saat alex keluar dengan aura yang sangat dingin dan berwibawa, reina menatap alex dengan tatapan yang terpaku *beneran ini calon suami gue? ganteng banget!!!* benak Reina
"ekhem, bajunya bagus" ucap reina setelah tersadar dia telah memandang alex terus-menerus
reina menatap tajam kearah mbak yang disana yang terus menerus menatap alex seolah ingin menerkamnya
__ADS_1
"em bagus sekali tuan, jadi bagaimana apakah tuan akan membeli yang ini" ucap mbaknya dengan genit dan sedikit membuka kancing bajunya memperlihatkan dadanya. reina langsung mendekat dan berdiri tepat diantara mereka
"tentu! kami membelinya dan tolong cepat, kami masih banyak urusan!" ucap reina dengan senyum terpaksa, mbaknya merasa tidak disukai oleh perempuan itu maksud perempuan itu adalah reina
"iya dek" ucap mbaknya, reina melongo. "ha? dek? mbak gue bukan Adek lo!" ucap reina geram
"ssttt sudahlah" alex memeluk reina dari belakang
setelah itu mereka membayar semua yang mereka beli, lebih tepatnya alex yang membayar dan Reina menarik alex pergi dari sana karena terus-menerus di liat sama mbak-mbak yang tadi
"huftt kesel banget gue" ucap reina mengibaskan tangan diwajahnya
alex tersenyum-senyum sendiri melihat reina yang terlihat tidak suka dirinya ditatap orang lain seolah-olah cemburu, setelah mereka berada didalam mobil
"kamu cemburu dengan dia?" tanya alex, reina mendengar itu menatap alex dan menatap mbak yang ada didepan pintu masuk
"gila, masih liatin aja tuh orang, mau gue srampang sepatu apa ha?" reina membuka pintu mobil namun ditahan oleh alex
note: srampang itu dilemparin
"sudahlah, lagian saya tidak mengenalnya" tenang alex, reina juga mencoba tenang
__ADS_1