
Malam hari tiba dan ayah bunda serta alex sedang mengobrol di ruang kerja ayah, reina tidak mengambil pusing dia hanya menonton tv dengan memakan cemilan dan minumannya
bermenit-menit kemudian alex keluar dari ruang kerja ayah dan menghampiri reina yang sedang duduk santai didepan tv. Reina menanyakan kepada alex apa yang telah mereka bicarakan
"bukan apa-apa, sana cepat kamu tidur" ucap alex dengan lembut dan mengelus kepala Reina
"ntar aja, masih belum ngantuk"ucap reina dengan mengunyah keripik yang sebagai cemilannya
"Reina I will stay with you and will not make you sad" ucap alex dengan tatapan lembut
*aku akan tetap bersamamu dan tidak akan membuatmu sedih*
degg...
__ADS_1
jantung reina hampir copot mendengar ucapan alex, kata-kata yang sangat membuat reina teringat akan orang tuanya yang selalu meninggalkan dirinya, jangan-jangan...
"lo baca buku gue?" tanya reina dengan sendu
alex memeluk reina dengan erat membawa gadisnya kedalam pelukannya. alex mendengar isak tangis dari dalam dadanya yang berarti reina sedang menangis, alex memundurkan tubuh reina dan tampak air mata di bawah matanya segera alex menghapus air mata reina dan mencium dahi reina
"ssttt, kenapa kamu jadi cengeng?" tanya alex dengan bercanda. Reina melepaskan diri dari pelukan alex dan menatap tajam alex
"sembarang, gue nggak cengeng orang gue cuma kelilipan tadi kena baju lo mata gue" ngeles reina lalu berdiri akan pergi ke dapur namun alex menarik reina sampai reina duduk di pangkuan alex
disaat alex akan mencium bibir Reina, pintu ruang kerja ayah terbuka membuat reina langsung melompat turun dari pangkuan alex
"ada apa denganmu reina?" tanya bunda melihat ada yang aneh dengan reina
__ADS_1
"hehe bukan apa-apa bun tadi reina mau digigit sama nyamuk mau aku pukul eh malah nggak kena" ucap reina dengan menepuk tangan berpura-pura memukul nyamuk
author: aneh banget dirumah gedongan masa ada nyamuk
Reina: ahh diem lo thor, malu gue kalo bunda tau sebenarnya! udah mendingan lo lanjutin aja nih novel
author: lah yang author disini siapa kok main suruh aja, nasib nasib ( ucap author menepuk jidat )
"nyamuk? ya udah semprot aja tuh, lagian dateng dari mana nyamuknya ya?" tanya bunda
"iya bun nanti aku semprot nyamuknya biar nggak sembarangan gigit orang" ucap reina melirik kearah alex sedangkan alex yang sedang bersender di sofa hanya senyum sedikit melihat reina
reina melihat bunda sudah pergi langsung lari ke kamar, begitu malu bagaimana tidak malu sedangkan dirinya hampir ketauan akan berciuman, alex tersenyum lebar melihat gadis kecilnya malu
__ADS_1
"kamu adalah gadis kecilku yang akan ku jaga selamanya" gumam alex menatap punggung reina yang berlari menuju kamarnya
reina sudah ada didalam kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya. "huft aduh muka gue kenapa sih? gue nggak mungkin baper!!" ucap reina karena wajahnya memerah dan terasa panas, reina berdiri didepan kaca dan memandang dirinya saat teringat bagaimana alex mencium bibirnya, reina memegang bibirnya dan dia tersenyum mengingat adegan tersebut "aaaa lo gila reina!" ucap reina mengacak-acak rambutnya