
"Alvin! gue harus kesana!" Reina akan pergi namun ditahan oleh David
"lo nggak bisa, sebentar lagi bel akan bunyi" ucap David dengan menahan tangan reina, Reina sangat sedih melihat Alvin yang kecelakaan bahkan sekarang belum ketemu dimana dirinya
"tapi gue harus ke sana David! gue nggak mungkin diem aja disini!" ucap Reina dengan emosi, David memeluk reina dengan erat ketika Reina semakin emosional
"please lo tenang, semua pasti doain Alvin baik-baik aja, pulang sekolah nanti kita bareng-bareng kesana" ucap David
Reina tetap ingin pergi melihat Alvin, namun bel sudah berbunyi David membawa Reina kedalam kelas namun ketika diperjalanan menuju kelas mereka berpapasan dengan Farah
"wah nggak sama om-om sekarang sama David, emang ya lo itu cewe murahan" sindir Farah, Reina yang sedang sedih bercampur marah langsung menjambak dan menendang tubuh Farah hingga terpental kebelakang
"breng**ek sehari aja mulut sampah lo itu diem bisa nggak?!" marah Reina
"udah Reina, lo tenang dan lo! sekarang pergi jangan ganggu Reina atau lo berurusan sama gue!" cuek David dengan nada yang dingin
"aaw beraninya lo! sini lo kalo berani!" Farah menantang Reina, Reina yang terpancing langsung memukul pipi Farah sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah
__ADS_1
"argh bang***t, emang lo doang yang bisa ha?! gue juga bakal bikin lo menggeram kesakitan" marah Farah dengan mengelap darah dibibirnya
Farah berlari mendekat kearah Reina dan memberikan pukulan mentah kepada Reina, Reina yang belum siap menerima pun terkena dibagian pelipisnya membuat darah keluar dari kulit
"haha emang anak sialan lo!" Reina sedikit menyunggingkan senyum sinisnya
"stop!! apa yang terjadi?!" teriak pak Rojak, ternyata ketika Farah dan Reina bertengkar ada murid lain yang memanggil guru yaitu pak Rojak, tak berselang lama pun guru BP datang
"Reina! Farah! kenapa kalian berantem?!" tanya Bu BP yang bernama Bu gina
"hehh! Reina berhenti! mau kemana kamu? sekarang itu jam pelajaran sekolah! kenapa kamu mau pergi keluyuran?!" tanya Bu BP dengan marah
"Reina akan pergi ketempat terjadinya kecelakaan yang terjadi pada Alvin"ucap David, karena Reina tidak menjawab dan malah berlari pergi
"bukannya itu tugas petugas? kenapa dia harus pergi? cepat kamu bawa dia kembali kesekolahan, dia tidak boleh seenaknya pergi keluar masuk di jam pelajaran, setelah itu bawa dia ke ruangan saya! dan kamu Farah! ikut saya!" ucap Bu BP dan diangguki oleh pak Rojak, David mengiyakan dan pergi menyusul Reina
sedangkan Reina yang sedang berlari mencari taksi supaya dia lebih cepat sampai ke tempat kecelakaan
__ADS_1
"taksi!" teriak Reina setelah melihat taksi dari arah kirinya. Mobil taksi berhenti dan Reina langsung duduk
"pak bawa saya ke daerah G" ucap Reina memberitahu
"baik mbak" ucap bapak supirnya, Reina terus berdoa dalam hati semoga Alvin baik-baik saja
*ya Tuhan, kenapa bisa kaya gini sih? jangan ambil Alvin dulu tuhan* batin Reina
beberapa saat kemudian Reina sampai ditempat kecelakaan, disana sangat ramai dan ada banyak polisi dan petugas lainnya yang mencari korban dan membuat garis polisi disekitar tempat kejadian untuk melakukan penyebab terjadinya kecelakaan
Reina berjalan melewati puluhan orang yang juga ingin melihat, dia mendesak untuk bisa keluar dari kerumunan orang-orang, ketika akan melewati garis polisi dan melihat lebih dekat polisi menghentikannya
"mba tolong jangan melewati garis polisi!" ucap polisi tersebut
"pak saya ingin melihat teman saya! dia teman saya pak! saya mau ikut mencari keberadaannya!" ucap Reina penuh tekanan
"saya mengerti, tapi mba tunggu saja laporan dari petugas setelah mendapat informasi lanjut, jadi selama itu mba harus tetap disini" ucap polisi
__ADS_1