
"sini dulu duduk, capek banget kan tuh keringatnya" Reina mengelap wajah ayana yang keringetan
"hehe" ayana sudah merasa nyaman dengan Reina sekarang ia sudah nggak begitu malu pada Reina
sekarang sudah sekitar jam 19.59 dan Ayana juga terlihat sudah mengantuk namun ia masih tetap ingin bermain
"sekarang pulang yuk" ucap Reina pelan-pelan dengan menggendong ayana
"t-tapi" ayana masih ingin tetap disana, namun Reina mengatakan besok ia akan kesini lagi
"besok kita kesini lagi ya, sekarang udah pada mau pulang udah malem saatnya bobo" Reina pelan-pelan memberitahu ayana
"iya, besok kesini" ujar ayana dengan menguap dan menyenderkan kepalanya dipundak reina
Reina menepuk-nepuk punggung ayana sepertinya Ayana sudah mulai tertidur, Reina bingung bagaimana mengendarai motor sedangkan ayana tertidur
"duh gimana yaa, nggak mungkin gue minta tolong orang sini gue kan nggak kenal lagian gue juga takut" Reina bingung
Reina melihat ada mobil yang lampunya sangat silau membuat Reina menutup mata, mobil itu berhenti didepan reina dan alvin yang keluar dari mobil
"lo jam segini belum pulang?! lo tau nggak semua orang khawatir sama lo!" marah alvin, ia melihat anak kecil yang sedang digendong reina bingung siapa anak yang digendongnya
"anak siapa dia?" tanya alvin, Reina menjawab dengan ketus
"kalo cuma mau marah-marah nggak usah deh makasih" ujar Reina lalu melenggang pergi
namun ditahan oleh alvin "ikut gue, gue anterin" ujar alvin menyuruh Reina duduk di mobilnya
"nah dari tadi kek, segala pake acara marah-marah dulu" ujar reina lalu membuka pintu belakang untuk duduk bersama ayana, Alvin juga masih dan duduk dikursi pengemudi
"lo pikir gue supir?" tanya alvin
"cepet duduk samping gue!" ujar alvin, namun Reina menolak berasalan menjaga ayana
"nggk bisa, gue harus jagain ayana" ujar Reina dengan menaruh kepala ana di pahanya
"kan bisa taro aja situ! nggak usah di tiduri di paha lo"ujar alvin cemburu, Reina melihat kecemburuan alvin tertawa kecil " lo cemburu ya hihi" sindir reina
__ADS_1
"kalo iya?" jawab alvin membuat Reina diam seribu kata
"cepet pindah sini!" ujar Alvin, Reina dengan geram meletakkan kepala ana
"tapi gimana kalo dia jatoh! gue nggak mau ya dia kenapa-kenapa!" ujar Reina
"ya udah lo duduki dia terus pakein sabuk pengaman" ujar alvin, Reina mengikuti yang diucapkan alvin, setelah itu ia tetap duduk disamping Ayana, Alvin yang melihat Reina masih duduk dibelakang "pindah, gue bukan supir lo!" geram alvin, Reina dengan ketus membuka pintu dan pindah duduk di samping alvin, Alvin menjalankan mobilnya ketika Reina belum siap mengenakan sabuk pengaman
"aisssh, lo kenapa sih? pelan dikit kenapa!" ujar reina
Alvin hanya memandang sekilas ke Reina dan Ayana yang sempet kaget juga "sorry" singkat alvin
"lo tau gue disana dari siapa?" tanya Reina mengawali pembicaraan
"liat lo kebingungan sambil bawa anak" jawab Alvin
"tapi tadi lo bilang kalo semua orang khawatir sama gue? emang siapa aja yang tau gue nggak balik dari tadi sore?" bingung Reina
"nyokap lo bibi mereka telfon gue, mereka ngira lo lagi sama gue"jawab alvin
"lain kali kalo mereka telfon apa nanyain tentang gue, lo bilang aja nggak tau" ujar Reina,ia masih nggak suka sama bokap nyokapnya
"nggak" ujar alvin
"ish ngeselin banget lo" sengit reina memukul lengan alvin
"****" geram alvin
"diem atau gue yang bikin lo diem?" Alvin melirik Reina yang sedang kikuk dan takut ancaman darinya, Reina hanya bergumam mengutuki alvin sampai didepan rumahnya
"dia mau di taro mana?" tanya alvin, Reina melihat ke belakang
"bawa ke rumah gue" jawab Reina, Alvin memandang wajah Reina yang sedang melihat Ayana
mereka sampai dirumah Reina, Alvin menggendong ayana, Reina yang melihat Ayana sepertinya akan bangun langsung mendekat dan menepuk pelan punggung ayana sehingga ia kembali tidur, Alvin melihat wajah Reina dengan jelas wajah yang sangat cantik dibawah rembulan malam
*cantik* batin Alvin
__ADS_1
Reina menyadari tatapan Alvin mendongak menatap mata yang juga sedang menatapnya, pipi Reina lagi-lagi terasa sangat panas membuatnya salah tingkah
"buru masuk, banyak nyamuk"ujar Reina melenggang pergi dulu. Alvin tersenyum bisa membuat Reina salah tingkah
Reina menyalakan bel pintu dan bibi membukakan pintu " ya ampun non, dari mana aja!" tanya bibi dengan khawatir
"nggak kemana-mana cuma jalan-jalan doang" santai reina
"jalan-jalan ya pikir waktu dong, kalo kenapa-kenapa gimana? nanti bibi kena jantungan gimana?" bibi memarahi Reina karena bibi sangat khawatir dan sayang kepada Reina
"iya bi, aku minta maaf, tapi bener deh aku nggak papa!" Reina menenangkan bibi, ia tahu bibi memarahinya karena sayang
"sini, gue aja yang gendong" Reina mengambil ayana dari gendongan alvin "gue cabut dulu" pamit alvin "oh ya udah makasih" Reina berterimakasih
"i-itu anak s-siapa, k-kalian??" ucap bibi dengan terbata-bata
"eitss, nggak seperti pikiran bibi, nih anak yang aku tolongin tadi, aku ke atas dulu besok aku ceritain" ujar reina pergi ke atas
Reina menidurkan Ayana di kasurnya dan ia tidur disampingnya, bisa saja Ayana ia tidurkan di kamar lain, namun ia merasa ayana masih kecil kalau tidur sendiri takut akan kenapa-kenapa
keesokan paginya, Reina bimbang kalau ia akan meninggalkan Ayana dirumah karena ia harus mengikuti out bond dua hari, ketika ia akan pergi Reina menyempatkan diri untuk melihat ayana yang masih tidur, Reina turun kebawah untuk sarapan dan pergi ke sekolah untuk sekedar kumpul
"bibi jagain ayana ya, jangan biarin dia keluar sendirian bawa aja ke taman belakang rumah apa dimana gitu, aku pamit dulu"Reina pergi ke luar rumah dan sudah ada mobil disana Reina paham siapa pemilik mobil itu
"alvin" ujar Reina, alvin yang berada di dalam mobil
Alvin membuka kaca mobil dan memanggil Reina
"cepet masuk, lo sama gue" ujar alvin " loh katanya gue sama david?" bingung Reina
"udah cepet!" geram alvin "tapi barang-barang gue gimana" tanya reina
"barang neng udah di taro di bagasi mobil den alvin" ucap pak karyo yang sempat mendengar
"oh makasih ya pak, saya pamit dulu" Reina naik ke dalam mobil, mobil alvin jalan membelah jalan kota
mereka sampai di sekolahan yang sudah banyak orang disana mungkin mereka datang awal takut tertinggal, Reina dan alvin turun lalu ikut baris sedangkan Alvin pergi ke depan berdiri disamping pak rojak guru yang mengurus out bond
__ADS_1