Love History

Love History
75


__ADS_3

Reina terus menggerutu karena Alex mengambil minumannya tanpa permisi, dan yang membuat Reina kesal karena stok minumannya dirumah sudah habis dan kalau dia beli pasti akan dimarahi


"udah siap?" tanya Alex, Reina berjalan mengambil tas yang ia taruh dikursi


"iya, ayo cepet" ucap Reina, dia berjalan terlebih dahulu didepan dan masuk kedalam mobil alex


selama diperjalanan semuanya diam sampai akhirnya mereka sampai di sekolahan reina


"nanti saya jemput, jangan bikin keributan selama disekolahan!" ucap alex memperingati reina untuk tidak membuat ribut


"inget ya! gue nggak bakal ribut kalo nggak ada yang mancing emosi gue! lagian lo nggak usah ngurusin gue, lo bukan siapa-siapa gue!" ucap reina dengan enteng


"calon suami kamu!" tekan alex membuat reina sadar memang benar alex adalah calon suaminya

__ADS_1


*duh kenapa pake lupa sih, malu-maluin banget gila*benak reina


"i-iya, tapi baru calon jadi jangan terlalu ngatur gue" ucap reina lalu pergi meninggalkan alex yang masih menatap reina dari balik kaca dengan menampilkan senyum di bibir seksinya


reina berjalan santai menuju kelasnya, semua berjalan lancar tanpa adanya kehadiran mak lampir yang selalu membuat reina ingin mencabik-cabik wajahnya. Reina melihat semua berjalan menuju aula entah apa yang terjadi sampai harus berkumpul di aula sekolah. Reina sempat mendengar bahwa sekolahan sedang mengadakan hening cipta untuk memberi penghormatan terakhir untuk Alvin yang sudah meninggal dunia, reina juga hampir lupa untuk hal itu, jadi reina ikut ke aula.


"Alex sama Alvin sebenarnya ada apa sih? kenapa kaya musuhan banget?! terus apa maksud ucapan alex yang suatu saat kamu tau itu apaa?! aarghh pusing lama-lama kepala gue, gini terus bisa-bisanya meledak" ucap reina yang semakin kebingungan dengan apa yabg terjadi


"eh reina ayo cepet, kenapa lo malah diem ngelamun disini?!" ucap salah satu teman sekelas reina yang menyadarkan reina


Di aula yang sangat besar sudah sangat ramai murid berkumpul ada juga yang menangis saking hancurnya atas kematian Alvin


"gue bener-bener nggak nyangka cowo impian gue udah nggak ada" ucap salah satu siswi

__ADS_1


"iya padahal dia pangeran gue! my baby, ah sedih banget ayang gue udah nggak ada huhu" sambung siswi disampingnya


Mikrofon berbunyi dan guru mulai menyuruh para murid untuk berbaris dan setelah semua baris guru mulai berbicara


"selamat pagi semua" ucap guru mengawali dengan sapaan kepada muridnya


"pagi pak!!!!" seru para murid, guru menatap semua muridnya sebelum akhirnya berbicara


"kalian pasti sudah tau kenapa kalian dikumpulkan di aula sekolah ini?! ya! kita akan berdoa bersama untuk teman kalian alvin yang mengalami musibah kecelakaan, dan kalian tentu sudah mendengar berita tersebut" ucap guru


"iya pak!!" seru para murid


Guru mulai memimpin doa sesuai kepercayaan masing-masing, semua murid berdoa dengan khusyuk, reina juga berdoa dia masih tidak menyangka alvin akan pergi selamanya meninggalkan dirinya padahal reina sudah mulai nyaman dengan alvin namun takdir berkata lain.

__ADS_1


Setelah berdoa guru mulai menceramahi murid untuk berhati-hati dalam berkendara membuat semua murid merasa jengah dan letih karena berdiri terus menerus, sampai akhirnya murid semuanya dibubarkan untuk segera masuk ke kelas masing-masing


__ADS_2