
Reina berjalan kaki melewati jalan raya, ketika sedang berjalan ada mobil berhenti disampingnya kaca mobil terbuka dan terlihat alvin yang berada didalamnya.
"Masuk!" tukas alvin,menyuruh Reina untuk masuk mobil, tetapi ditolak oleh Reina
"nggak, makasih!" tolak Reina, dan melanjutkan jalan. Tapi ternyata alvin juga turun dari mobil dan memegang tangan Reina menyuruhnya untuk masuk mobil
"cepet masuk, sebelum gue tarik omongan gue!"tegas alvin namun nggak dihiraukan oleh Reina
"lepasin tangan gue!!" sentak Reina melepas cekalan alvin ditangannya, Reina hanya pergi melengos begitu saja tanpa menjawab ucapan alvin, alvin yang melihat Reina pergi tanpa menjawab ucapnya sangat geram ia langsung menggendong Reina dan membawanya masuk ke dalam mobilnya
Reina yang sangat terkejut tiba-tiba ia digendong alvin di tempat umum langsung menjerit meronta-ronta minta diturunkan
"Alvin!!lo apa-apaan sih turunin gue!, gue bisa jalan sendiri!" marah Reina dengan menatap mata Alvin yang justru alvin nggak menghiraukan suara Reina yang meminta diturunkan, Alvin membuka pintu mobil dan mengunci mobil supaya Reina nggak bisa keluar
"isshh apa-apan nihh, buka pintunyaa!" geram Reina, Alvin memutar dan masuk kedalam mobil
"diem" ucap Alvin memasangkan sabuk pengaman ke Reina
"gue bilang nggak ya nggak! sekarang buka pintunya!" tegas Reina dan dicueki oleh alvin
Reina mengotak-atik pintu mobil Alvin namun sia-sia karena yang bisa membukanya hanya alvin, Reina menyerah dan diam
karena perjalan lumayan jauh Reina merasa bosan hanya melihat jalan sekitar, Alvin membuka kaca mobil disebelah Reina, angin mengembus ke rambut Reina membuatnya terlihat menari-nari, mungkin karena kena semilir angin membuat Reina mengantuk dan tertidur, Alvin yang merasa ada yang aneh menoleh melihat Reina yang ternyata sudah tertidur Alvin berpikir pasti Reina kecapean dan kurang tidur, setelah beberapa menit mengendarai mobil, sudah sampai di rumah Reina. Alvin menatap wajah cantik alami Reina dan ada sedikit bekas air mata di pipi mulus Reina.
*cantik* ucap alvin dalam hati
Alvin membuka sabuk pengaman yang ada di Reina. Alvin turun dari mobil dan memutar untuk membuka pintu mobil yang ditempati Reina, tanpa pikir panjang Alvin menggendong Reina dengan sangat baik, Reina mengigau menyebut nama mita dengan menangis. Alvin yang baru saja mengangkat tubuh Reina terkejut melihatnya menangis, tanpa aba-aba Reina langsung memeluk leher Alvin dan yang membuat Alvin terdiam adalah ketika Reina menghembuskan nafas dileher jenjangnya. "****, tenang-tenang" Alvin berusaha untuk menenangkan diri
*ternyata lo sangat liar*gumam Alvin dibenaknya
__ADS_1
Setelah Reina melepas pelukannya dan hanya mendekapkan kepala ke dalam dada bidang Alvin, lalu Alvin memencet tombol bel
TINGGG....TONGGGG...... bunyi suara bel rumah terdengar dan dibuka pintu terlihat bibi yang membukanya
"eh non kenapa?" bibi khawatir melihat non Reina digendong oleh laki-laki
"nggak papa, dia hanya tidur" ucap Alvin membuat bibi lebih tenang. bibi mempersilahkan Alvin dan Reina untuk masuk, ketika masuk ia melihat bunda Reina sedang duduk menonton tv namun ketika melihat Alvin dengan Reina digendongnya ia langsung mendekat takut Reina kenapa-kenapa
"Alvin,kenapa anak Tante??" tanya bunda dengan raut wajah khawatir, ayah yang melihat istrinya khawatir langsung mendekat dan melihat anaknya digendong langsung menanyakan apa yang terjadi, namun sebelum itu Alvin langsung menjelaskan bahwa Reina hanya tertidur.
Alvin membawa ke dalam kamar Reina dan merebahkan tubuh Reina, ketika Alvin akan berdiri dan meninggalkan kamar Reina, lengannya dipeluk Reina dan ia mengigau menyebut nama 'mita'
"Mita, please jangan tinggalin gue!, cuma lo sahabat serasa saudara!" Reina menangis tersedu-sedu, ia terus mencurahkan isi hatinya dengan memeluk lengan alvin, sedangkan ayah dan bunda Reina yang tidak melihat Alvin turun pergi ke atas untuk melihat apa yang terjadi, Alvin yang merasa ada orang yang melihatnya menoleh ke belakang ternyata bunda dan ayah sudah di pintu melihat Reina yang mengigau menyebut nama mita.
Alvin mengelus rambut Reina dan menarik lengannya dari pelukan Reina, setelah berhasil keluar dari pelukan Reina,Alvin turun bersama ayah dan bunda reina
"Reina ketiduran" singkat alvin, tentu saja singkat karena Alvin sudah seperti itu sejak kecil hanya menjawab yang penting.
"maksud saya kenapa bisa ketiduran?" tanya bunda dengan sabar
"anak ibu tadi jalan sendiri dijalan raya, saya anterin ke sini tapi dia ketiduran di mobil" jelas Alvin
"makasih ya!, Reina masih shock karena kehilangan sahabatnya itu yang sudah sejak lama bersama" sedih bunda
Alvin hanya menganggukkan kepalanya dan pamit untuk pulang, ayah dan bunda mengiyakan pamit Alvin.
keesokan paginya adakah hari Senin, Reina harus sekolah, pagi hari Reina masih tertidur pulas dibawah selimut, bunda yang belum melihat Reina pergi ke kamar Reina yang ternyata belum bangun
"ya ampun nih anak!! jam segini belum bangun?" geram bunda
__ADS_1
"Reina bangun apa kamu nggak liat jam?!" bunda membangunkan Reina, menggoyangkan badan Reina namun hanya gumaman saya yang keluar dari mulut Reina
"hmm bund bentar lima menit lagi" gumam Reina dan mendapat pukulan bantal dari bunda
"nggak ada lima menit sekarang juga kamu bangun, atau kamu bakal telat" teriak bunda Reina yang terkejut dengan teriakkan bundanya langsung bangun dan mengedarkan pandangannya ke jam yang masih jam 6
"bundaku yang cantik sekarang masih jam 6" ucap Reina mengulur waktu
"nggak ada sekarang mandi pake seragam terus turun sarapan!" tegas bunda
Reina kembali tidur, namun bunda melihat langsung memukul pantat Reina dengan bantal membuatnya terhentak
"aaishh bundaa, ini juga udah bangun" geram Reina
"bangun mandi,bukan bangun tidur lagi!!" ucap bunda membuat Reina berjalan ke kamar mandi untuk mandi
setelah selesai mandi dan memakai baju Reina mengenakan gelang bewarna hitam elegan sangat cocok dengan kulitnya, Reina merasa semua siap turun untuk sarapan dengan bunda dan ayahnya
"pagi bun ayah!" teriak Reina dari tangga, membuat semua orang kaget melihat Reina berteriak dari tangga
"heh jangan teriak-teriak, tetangga ntar pada denger!" teriak bunda, Reina hanya cekikikan dan mendekat duduk di depan ayah
"haha nggak sadar, bunda juga teriak" tawa Reina
"oh iya yah hihihihi" bunda juga cekikikan melihat dirinya yang konyol, ayah hanya menggelengkan kepalanya melihat istri dan anaknya sama 'aneh'
"sudah kamu makan, nanti biar ayah yang nganterin kamu" ucap ayah, namun ditolak sama Reina
"nggak usah yah!, aku mau sendiri aja biasanya aku juga sendiri" ucap Reina, Ayah hanya mengiyakan yang penting Reina harus berhati-hati
__ADS_1