Love History

Love History
39


__ADS_3

jam sekolah sudah selesai Reina juga sedang bersiap-siap untuk keluar dari kelas dia juga sedang memakan es krim yang sempat dia beli waktu jam istirahat tentu saja es krim itu sudah cair namun karena Reina membeli yang cup jadi es krim aman, merasa hampir terjatuh Reina melihat tali sepatunya lepas, Reina mengikat tali sepatu ia juga meletakkan es krim dilantai hanya sampai dia selesai mengikat tali sepatu namun tiba-tiba kepalanya disiram dengan jus jeruk reflek Reina langsung mengangkat kepala dan melihat Farah yang telah membuat rambutnya basah


"ups sorry, sengaja" ujar Farah dengan wajah sinisnya, Reina mengambil es krim yang mencair itu ia juga berdiri memandang datar Farah


"kita sama" ucap Reina setelah menyiram rambut Farah dengan es krim yang sudah mencair membuat kepala sampai wajah Farah tersiram es krim


"breng*k berani lo!"marah Farah yang akan memukul Reina namun dengan sigap David menahan tangan Farah, Reina yang belum siap hampir saja kena pukulan dari farah


"lepasin tangan gue!" ucap Farah karena tangannya yang masih dicengkeram oleh David Farah kesakitan sampai berwarna merah dipergelangan tangannya


"lo nggak usah gangguin reina, atau lo mau lebih dari ini" ucap David menghempaskan tangan Farah


"auch.. awas aja lo" ucap Farah mengancam Reina dan David, Reina hanya mengejek Farah


"huhhh Mak lampir kurang kerjaan" gumam reina melihat kepergian farah


"lo nggak apa kan? ada yang sakit dimana biar kita kerumah sakit" ucap David memutar tubuh Reina mencari dimana ada yang luka, Reina menghentikan David dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja

__ADS_1


"ekhem" deheman dari samping David dan Reina, Reina melihat kesamping yang ada Alvin yang menatap Reina dan David dengan tajam, tepatnya menatap David yang sedang memegang kedua pundak reina, Reina melepaskan tangan David dari pundaknya sebelum tambah ribet lebih baik gue bawa pergi aja pikir Reina


"eh hehe, ayo cepet gue udah risih banget. Nih udah bau ya, jadi buruan!" Reina menarik tangan Alvin menyuruhnya untuk mengikuti Reina


Reina juga berterimakasih kepada David yang lagi-lagi membantunya, David hanya memandang kepergian Reina yang menarik tangan Alvin jauh di lubuk hati David,dia cemburu, sakit melihat Reina yang lebih memilih alvin


ketika David sedang memandang Reina yang semakin jauh hingga tidak kelihatan ada yang mengagetkan dirinya


"DAVIDD!!" teriak sisil, David yang tidak menyadari kehadiran sisil sangat terkejut


"ish kenapa?!" ucap David dengan mengelus dadanya, menenangkan jantungnya yang sedikit melorot akibat sisil


"ga, gue lagi ga mood" David menahan tangannya yang ditarik oleh sisil, Sisil yang mendapat penolakan menatap tajam david


"i-iya gue anterin, biasa aja tuh mata!" ucap david menepuk pelan kepala sisil


sedangkan disisi lain Reina dan Alvin yang sudah ada ditempat parkir

__ADS_1


"duh rambut gue, ish kan jadi nempel semua, kenapa juga tuh Mak lampir selalu bikin rusuh sama gue!" ucap Reina yang terusan berbicara


"cepet ke mobil gue harus keramas!" Reina melampiaskan marahnya kepada alvin, tentu saja Alvin hanya diam menerima


mereka didalam mobil hanya Reina yang bersuara terus mengomentari Farah yang selalu bikin masalah dengan dirinya


"Mak lampir kayaknya fans berat gue deh, apa jangan-jangan dia insecure sama kecantikan hm" ucap Reina sombong dengan memandang Alvin yang juga sedang melihatnya


"yakan? gue terlalu cantik sampe bikin Mak lampir panas, bwhahhahhaa. muka lo biasa aja napa" Reina tertawa keras saat melihat wajah alvin yang seperti aneh ketika melihatnya


"iya lo emang cantik" ucap Alvin yang sedikit mengiyakan ucapan Reina


"huh tentu saja hahaha, eh tumben banget lo puji-puji gue" Reina bertanya kepada alvin


"ya gue cuma jawab" singkat alvin


"jangan-jangan lo mulai suka sama gue ya? hayo ngaku aja" Reina merayu alvin dengan menoel lengan alvin

__ADS_1


"kalo iya kenapa?" tanya Alvin membuat Reina terdiam


"ya gaoaoa" ucap Reina bergumam


__ADS_2