Love History

Love History
126


__ADS_3

Bibi datang dengan membawa makanan beserta minuman ke kamar Reina, bibi membangunkan Reina yang ketiduran menunggu dirinya, sedangkan Reina yang merasa ada yang menganggu tidurnya terbangun dan menatap bibi yang sudah duduk disampingnya dengan nampan berisi makanan


"Makan dulu non baru nanti lanjut tidur kasian perutnya kelaperan" ucap bibi mengelus pucuk kepala Reina


Reina mengangguk dan mengambil nampan yang diberi bibi dan memakan makanannya hingga tandas


Reina tidak bersuara ketika makan dia makan dengan ditemani bibi yang masih senang menatapnya seperti menatap anaknya sendiri karena memang dari kecil bibi sudah bersama Reina


"Agh, akhirnya kenyang" ucap Reina setelah menyelesaikan makanan, Reina mengambil gelas yang berisi air di meja dan meminumnya


"Makasih bi udah sempetin buat masakin Reina tapi kenapa bibi belum tidur?" Reina dengan meletakan nampan yang berisi piring itu diatas meja samping kasurnya


"Bibi tadi kebangun jadi bibi duduk di ruang tamu sama mainan handphone sms sama Revan, karena dia masih online jadi bibi marahin buat tidur" jawab bibi

__ADS_1


Revan adalah anak kedua bibi yang sudah dewasa dan sudah mempunyai keluarga diluar kota. Revan ingin ibunya ikut bersamanya tetapi bibi menolak dia ingin tetap di sini karena bibi takut disana. Entah apa yang membuat bibi takut tapi bibi sangat tidak ingin kesana. Revan juga anak yang berbakti dengan ibunya dulu ketika dia bekerja menjadi kuli panggul, hingga dia bisa menjadi manager di salah satu perusahaan Revan selalu memikirkan ibunya dan memberikan uang hasil dia bekerja kepada ibunya.


"Oh gitu, ya udah lanjut tidur bi, udah malem nggak baik buat kesehatan bibi" ujar Reina menyuruh bibi tidur


"Iya tuan putri" ucap bibi dengan tersenyum


"Selamat malam tuan putri yang udah gede" ucap bibi bercanda


"Malam juga bibi tercantik walaupun sedikit keriput" balas Reina yang juga bercanda. Keduanya sama-sama tertawa hingga bibi pergi dari kamar Reina


"Nggak aku sangka, dia sudah besar. Tapi kenapa dia terlihat biasa saja? tapi syukurlah dia tetap tersenyum semoga dia tetap menebarkan senyuman indah di wajah manisnya itu" gumam bibi tersenyum lalu pergi turun tangga


Reina yang baru makan ingin tidur tetapi dia sudah tidak begitu mengantuk dan akhirnya dia memilih untuk menonton Drakor siapa tau dia akan tertidur ketika menonton.

__ADS_1


Benar saja ketika dia baru menonton selama beberapa puluh menit dia langsung tertidur tanpa mematikan Drakor.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 03.31 Bunda mengetuk pintu Reina namun sang empu masih tetap terlelap tidur


"Astaga ini anak mau nikah juga masih enak-enakan tidur ckck" bunda hanya bisa berdecak heran dengan anaknya


"Sayang bangun ayo siap-siap cuci muka" bunda menggoyangkan tubuh Reina hingga dia terbangun


"Ada apa bun? ini masih gelap" ucap Reina dengan suara serak khas bangun tidur


"Ada apa? apa kamu lupa acara hari ini?" tanya bunda


"Acara? oh aku lupa, palingan juga nggak penting bun" ucap Reina kembali merebahkan tubuhnya

__ADS_1


"Astagaa" geram sudah bunda akhirnya dia menggeret Reina masuk kedalam kamar mandi sedangkan Reina masih dengan mata terpejam hanya mengikuti bunda


"Cepat cuci muka dan gosok gigimu" ucap bunda, Reina akhirnya mencuci muka dan menggosok gigi sesuai omongan bunda


__ADS_2