
Reina sudah ada di kelasnya karena masih sepi jadi Reina memilih pergi dan berhenti di taman sekolahnya, Reina duduk di kursi taman sampai tidak terasa dia melamun memikirkan dua hari lagi adalah pernikahannya
Flashback
Reina sudah siap dan akan turun dari kamarnya tetapi bunda memanggilnya yang disana juga sudah ada Alex
"Ada apa?" tanya Reina setelah duduk bersama bunda ayah dan juga Alex
"Ayah sama bunda sudah memikirkannya... dua hari lagi kamu menikah" ucap bunda
"Kok dimajuin lagi?" protes Reina dengan nada terkejut
"Kalian nggak mau pikirin lagi?" tanya Reina, bunda dan ayah menatap Reina
"Ayah sudah memikirkan dengan matang, jadi kamu jangan ngebantah" ucap ayah tegas, Reina menatap ayah dan beralih menatap bunda
"Terserah" ucap Reina lalu pergi meninggalkan rumah
Alex mengejar Reina sampai di depan gerbang terlihat Reina sedang beradu mulut dengan pak satpam
Tanpa menunggu Reina menyadari keberadaan Alex, Alex sudah membawanya kedalam mobil dan pergi menuju sekolahan. Di perjalanan Reina mencoba menjelaskan bagaimana dia yang masih sekolah tetapi Alex tidak menggubrisnya membuat Reina semakin kesal
Alex sudah sampai didepan gerbang sekolah Reina terlihat masih sepi karena masih sangat pagi. Ketika Reina akan keluar Alex menahan tangan Reina
"Menikahlah dengan saya" ucap Alex membuat Reina sangat terkejut
__ADS_1
Reina tidak menjawab tetapi dia hanya menatap mata indah Alex saja, merasa tidak di jawab Alex kembali bertanya
"Kenapa? kamu tidak mau menikah dengan saya?" tanya Alex
"N-nggak gitu--"
"Baiklah dua hari lagi kita menikah" ucap Alex memotong ucapan Reina
Reina melolot sempurna dengan cepat dia akan memukul Alex tetapi reflek Alex sangat cepat sehingga tidak terkena pukulan Reina justru sekarang tangan Reina sudah ada di genggamannya
"Gue nggak mau nikah, gue masih sekolah lo tau kan" ucap Reina dengan menarik tangannya kembali
"Saya tau" singkat Alex
"Terus kenapa?" tanya Alex semakin membuat Reina ingin memukul wajahnya Alex
"Ssstt saya tidak akan melakukan itu sebelum kamu lulus" ucap Alex seakan mengerti kekhawatiran Reina
Reina menatap Alex lalu dia sedikit tersenyum, Alex yang melihat itu memeluk Reina erat seakan tidak ingin terpisah
"Thank" gumam Reina lirih
Flashback off
"Ddoorr" teriak Caca
__ADS_1
"Anj** kaget be*o" celetuk Reina dengan mengelus dada
"Lagian lo masih pagi juga udah ngelamun, ngelamunin apa sih?" tanya Caca penasaran
"Huftt.... bukan apa-apa lo masih kecil jadi nggak bakal paham" ucap Reina
"Pikun apa gimana mbaakk saya ini kakak kelas lo bege" ucap Caca menonyor kepala Reina
"Aish brisik lo" ucap Reina
"Ya udah kalo lo nggak mau ngasih tau, tapi temenin gue ke kantin yuk laper banget nih" ucap Caca menarik tangan reina
Reina mengikuti Caca, mereka berjalan bersama menuju kantin. Banyak orang yang membicarakan keduanya tepatnya membicarakan Caca
"Bukannya dulu musuh kok sekarang malah akrab banget gitu"
"Malu banget nggak sih dulu sering bikin rusuh sama Reina eh tau tau malah berteman sama Reina"
"Dia gitu karena nggak punya temen tuh"
"Iya bener"
"Harusnya Reina jangan mau berteman sama dia"
"Iya bener"
__ADS_1
Begitulah beberapa ucapan orang-orang yang menatap mereka, Reina yang sudah kebal biasa saja tetapi berbeda dengan Caca yang menjadi sedih dan malu karena ucapan orang-orang tentang dirinya