
mereka semua menyanyikan dengan sangat senang kecuali Farah, ya! Farah masih begitu tidak suka dengan reina semenjak alvin mengancamnya supaya tidak membuat Reina celaka justru itu membuatnya semakin gila akan kehancuran Reina, ia duduk di samping temennya. Reina terlihat senang semuanya sangat senang bisa bernyanyi bersama tertawa bersama dan yang paling seru adalah cerita horornya, kelas 12 bercerita horor tentang "sebuah rumah yang terbengkalai selama bertahun-tahun membuat seperti ada aktifitas didalamnya namun bukan manusia dan tetangga sekitar sering mendengar suara menangis tertawa dan merintih dari dalam rumah apalagi dari lantai dua, sudah banyak tragedi disana ada dua orang yang akan membuat konten didalam rumah tersebut namun ketika sedang berjalan di tangga tiba-tiba ada yang mendorongnya membuat dua orang tersebut terlempar dari tangga dan meninggalkan ditempat setelah kejadian itu semua orang tidak ada yang berani masuk kedalam mereka menyebutnya rumah keramat atau rumah yang tidak bisa dihuni oleh sembarang orang" ujar lelaki tersebut dengan suara yang kadang lirih kadang mengagetkan.
Para cewe memeluk pacar mereka untuk menahan takut ada juga yang hanya menutup mulut ketakutan, Reina pun melakukan hal yang sama ia menekuk kakinya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Cerita kedua juga masih berasal dari kelas 12.
"suatu hari ada sebuah anak pendaki yang akan pergi ke puncak, tapi ketika diperjalanan mereka mendengar suara perempuan meminta tolong diantara mereka menyuruh untuk melanjutkan perjalanan namun ada seorang yang ingin tetap melihat siapa yang meminta tolong jadi dia melihat ke belakang betapa terkejutnya ternyata perempuan itu adalah sosok berbaju putih bermuka sangat mengerikan darah keluar dari wajahnya yang melihat itu pingsan, sedangkan mereka yang tidak melihat tetap melanjutkan perjalanan karena mereka sudah diberitahu kalau ada suara apapun itu jangan menengok kebelakang atau kita semua akan berakhir diSINI" ucap kelas 12 yang bercerita semuanya menjerit ketakutan mendengar cerita yang satu ini karena mereka sekarang juga ada di bukit.
"duh cerita lo serem banget"
"gue jadi nggak berani pergi sendiri deh, sekarang aja gue nggak bisa berdiri rasanya takut"
semuanya berkomentar tentang cerita horor tersebut, Reina pun mengalami yang mereka rasakan yaitu takut. kalau ada yang bilang Reina pemberani maka salah justru dia sangat takut dengan hal mistis
__ADS_1
"gila ngeri banget tuh cerita, mana ini lagi dibukit hiiihhh" ucap Reina memeluk lututnya dan diiyakan oleh semuanya
"hehe sorry kan memang temanya cerita horor ya pastinya yang serem-serem dong" jawab kelas 12 yang menceritakan cerita horor tersebut
ketika Reina sedang memeluk lututnya dan mendongolkan wajahnya, tiba-tiba ada yang memegang pundaknya membuatnya langsung memeluk seseorang yang disampingnya, Reina menutup wajahnya dan menenggelamkan wajahnya kedalam pundak orang itu, semuanya tertawa melihat tingkah lakunya
"heh, ini gue! lo kenapa?" ternyata yang tadi memegang pundak reina adalah kak Sisil, Reina melepas pelukannya dan melihat kak Sisil yang masih cengengesan melihatnya "eh jangan main megang-megang lah! udah tau abis cerita horor malah main pegang pundak orang!" geram Reina, kak Sisil hanya mengiyakan dan meminta maaf. Reina melihat orang yang telah dia peluk, Alvin yang telah dia peluk. Malu banget, mana diliatin, diketawain. Benak Reina melihat semuanya yang masih ada beberapa masih tertawa, bahkan Farah pun melihatnya dengan sangat tajam, mungkin dia cemburu karena dia telah memeluk alvin.
"wlee" Reina meletkan lidahnya ke arah farah, dengan mengacungkan jari tengah membuat Reina melotot mata, alvin melihat itu hanya tersenyum simpul. setelah itu mereka semua boleh kedalam tenda masing-masing karena hari juga sudah malam Reina masih diluar dengan melihat handphone nya ternyata masih belum ada sinyal memang sudah mencari sinyal di daerah bukit
"cepet kedalem! atau" jeda alvin, Reina tetap saja diam, tanpa babibu alvin menjewer telinga Reina membuatnya kesakitan dan menggoceh kepada alvin. Namun alvin tetap saja menjewer sampai Reina berdiri
__ADS_1
"kalo dibilang jangan sampe dua kali" ujar alvin, Reina hanya mendengus dan pergi ke dalam tenda karena dia juga males untuk bertengkar karena sudah malam juga
Reina sudah ada didalam tenda yang juga ada teman satu tendanya yang sudah tidur "semoga cepet hari besok biar bisa cepet pulang, hhuaam ngantuk" Reina menguap dan tidur untuk mengistirahatkan tubuh
keesokan harinya pagi-pagi sekali Reina sudah terbangun dan keluar tenda udara sangat dingin dia kembali masuk kedalam tenda untuk mengambil jaketnya, Reina keluar untuk menggerakkan tubuhnya dia berolahraga ringan hanya sekedar pemanasan, ketika sedang berolahraga ringan ternyata Alvin pun datang dari dalam hutan, Reina bertanya dan Alvin menjawab bahwa dia habis berlari keliling sekitar
"kenapa udah bangun? yang lain juga belum" ujar alvin, Reina menjawab dengan anggukan kecil
"nggak tau tanya aja sama yang belum bangun" ujar Reina sembarangan, Alvin hanya melirik dan meminum air untuk membasahi tenggorokan, air yang keluar dari bibirnya membuatnya mengalir ke jakunya, Reina menggelengkan kepalanya ketika memikirkan hal aneh
"liatin nya biasa aja ntar suka" ucap Alvin yang melihat Reina sedari tadi melihatnya
__ADS_1
"nggak usah kepedean, nggak bakal gue suka sama cowok sialan kaya Lo!" ujar Reina dengan cepat
beberapa saat kemudian ada yang sudah bangun, mereka semua membersihkan tubuh hanya dengan mencuci wajahnya