
keesokan hari, dipagi yang cerah ini harusnya ada yang sudah siap untuk berangkat sekolah. Namun kenapa Reina tidak kelihatan?. tentu saja Reina masih bergelut dengan dunia mimpinya, sedangkan bunda selalu membangunkan Reina tetapi tetap saja tidak bangun.
"Reina bangun! cepat mandi dan sekolah, apa kamu ingin terlambat dan dihukum? cepat!!!" teriak bunda yang lelah membangunkan Reina yang tidak kunjung bangun
"apa apa nyonya? kenapa sangat berisik, apa non Reina masih belum bangun juga?" tanya bibi, bunda menjawab dengan anggukan
"iya, sebenarnya anak siapa sih ini?! dibangunin kok susah banget, udah persis kaya kebo!" heran bunda, sedangkan bibi hanya tertawa melihat nyonya yang marah padahal Reina adalah anaknya sendiri
"itu anakmu sayang!" suara dari tangga, ayah kembali ke rumah sepertinya ada yang ketinggalan
"iya tapi kan aku nggak kaya gitu kalo tidur, kayaknya dia niru kamu kalo tidur suka ngebo" ucap bunda, sedangkan ayah hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya
ayah masuk kedalam kamar Reina dan membangunkan Reina untuk sekolah, Reina terbangun karena suara bising
"hei, ada apa ini? kenapa kalian pada dikamar Reina? please deh jangan berisik aku ngantuk banget"ucap Reina yang akan melanjutkan tidurnya, namun tangan Reina ditarik oleh ayah
"nggak boleh, sekarang kamu mandi dan siap-siap untuk ke sekolah cepat sebelum bunda mu mengeluarkan jurus seribu" ucap ayah
"t-tapikan aku masih ngantuk" ucap Reina, ayah menggelengkan kepalanya dan tetap menyuruh Reina mandi.
__ADS_1
akhirnya Reina mandi dengan rasa terpaksa, Reina sudah mengenakan baju dan sudah membawa tasnya kalau dilihat dari jam kayaknya sudah telat namun Reina akan tetap bisa ke kelas dengan jalan ninja
"Alex kamu bawa Reina ke sekolah" ucap ayah memerintah Alex untuk mengantar Reina ke sekolah
"hm" hanya deheman Alex sebagai jawabannya, namun Reina menolak untuk diantar
"nggak, gue nggak mau, biasanya kan Reina juga pergi sendiri, lagian ini Reina udah bawa kunci mobilnya" ucap Reina menunjukkan kunci mobil yang ada ditangannya.
"sebagai hukuman kamu nggak boleh bawa mobil ataupun motor, kecuali sudah dapet izin dari ayah!" ucap ayah tegas
"kok mendadak gini sih?! ya udah aku jalan kaki aja!" ucap Reina melenggang pergi
"baik!" ucap alex, Alex keluar mencari Reina
sedangkan Reina yang sudah berjalan terus saja menggerutu
"kenapa pake ada hukuman sih? aaa kan aku nanti mau ketemu ayana, capek kaki gue arghh nyebelin banget semuanya!!" teriak Reina karena jalanan yang sepi jadi tidak ada yang mendengarnya
ketika Reina menggerutu, Alex memanggil Reina untuk duduk di motor supaya dia mengantarkan Reina ke sekolah, namun ditolak oleh Reina
__ADS_1
"ngga usah gue jalan aja, lo cabut sono ah!" Reina mengusir alex dari hadapannya namun tidak semudah itu untuk Alex pergi
ketika Reina sedang mengoceh kepada Alex, mobil Alvin datang dan berhenti disamping Reina
"ayo sama gue!" ucap alvin menawarkan untuk mengantar Reina ke sekolah
"em ayo lah" ucap Reina, ketika akan membuka pintu mobil, Reina dicegah oleh Alex
"sini ikut gue! lo nggak boleh pergi sama cowok itu!" ucap Alex tegas
*nih orang kenapa sih? kadang nyeremin banget, udah kaya ayah aja!* benak Reina
"apaan sih lo! lepasin nggak?" ucap Reina menunjuk tangannya yang ditarik oleh Alex
"cepet naik! nggak ada penolakan, perintah dari bokap lo!" ucap Alex dingin, Reina ingin melangkahkan kakinya ke mobil Alvin namun lagi-lagi dia ketahuan jadi dia berteriak meminta maaf kepada alvin
"sorry, gue duluan!" teriak Reina karena Alex langsung menyalakan motornya dan berlalu dengan cepat
"bang**t kaget gue!" ucap Reina reflek langsung berkata kasar
__ADS_1