Love History

Love History
120


__ADS_3

Alex sudah sampai dimana tempat Alvin berada, anak buahnya memberi tahu kalau Alvin terus membuat keributan, anak buah Alex memang ada yang diluar dan ada juga yang didalam bersama dengan alvin. Alex memang menyuruh anak buahnya untuk ikut memberi pelajaran kepada Alvin tetapi jangan sampai mati.


"Aarghhkk biarkan aku bertemu dengan Alex sia*an! aarghhkk" teriak Alvin


"Diam! bos menyuruhku untuk menyiksamu dan tidak sampai membuatmu mati, kalau kamu memanggil bos pasti dia akan melakukan lebih kejam!" ujar anak buah Alex


"ALEX!!!" teriak Alvin menghabiskan seluruh tenaganya


Ceklek


"Tidak usah berteriak, apa kau sudah bosan hidup?!" tanya Alex dingin melangkahkan kakinya mendekat


"Bre**sek! aku mo-hon bu-bunuh aku" ucap Alvin menahan seluruh rasa sakitnya


"Heh aku tidak mendengar apapun ulangi dengan lantang!" ucap Alex


Alvin mengangkat kepala menatap Alex. "Bunuh saja aku" ucap Alvin. Terlihat sangat memprihatinkan dengan kondisi Alvin sekarang bajunya sudah tidak berbentuk baju lagi robek dimana-mana dan luka banyak sekali di sekujur tubuhnya


"Baiklah aku akan membunuhmu tapi lihatlah ada kejutan untukmu" ucap Alex lalu menyuruh anak buahnya untuk mengambil. Anak buah Alex mengambil satu ember lumayan besar yang berisi air garam

__ADS_1


"siram" ucap Alex dengan dingin, anak buah Alex langsung menyiram air garam di sekujur tubuh Alvin membuatnya teriak kesakitan


"AARGHHKK" teriak Alvin dengan kencang dan tidak lama tubuh Alvin kejang-kejang hebat


Alex membiarkan Alvin terus kejang-kejang sampai benar-benar berhenti, Alex menyuruh anak buahnya untuk mengecek apakah Alvin sudah mati atau belum. Anak buah Alex memberitahu kalau Alvin belum mati


"Bunuh dia" ucap Alex seraya pergi meninggalkan ruangan tersebut. Anak buah Alex mengambil pistol dan menembakkan peluru tepat di jantung Alvin


Reina dan Alex sedang pergi menuju rumah tetapi Reina enggan untuk langsung pulang jadi dia meminta Alex untuk mengantarnya di cafe yang selalu ramai pengunjung


Ketika sampai di cafe, tempatnya sudah ramai anak-anak muda bahkan ada yang masih menggunakan seragam sekolah begitu juga dengan Reina


Reina memilih duduk dipojokan sedangkan Alex hanya mengikut Reina


"Disana banyak orang, disini kan nggak begitu banyak, lo nggak usah mikir aneh-aneh!" ujar Reina


"Emang aku mikir apa?" goda Alex semakin membuat Reina melotot


"Lo-" Reina menghela nafas

__ADS_1


Reina dan Alex memesan minuman boba yang ramai disukai dan makanan karena mereka juga belum makan jadi sekalian makan siang


"Sering kesini?" tanya Alex tiba-tiba


"Eh?"


"Nggak sering cuma kadang" ucap Rena seadanya


Ketika sedang menikmati makanan tiba-tiba ada yang menyiram Reina menggunakan es jeruk. Reina yang terkejut langsung berdiri begitu juga dengan Alex yang menatap tajam orang tersebut


"Upss sorry benget gue nggak sengaja" ucap orang tersebut dengan muka yang dibuat memelas mungkin


"Farah!! lo sengaja kan?" ucap Reina mencoba mengontrol emosi. Orang yang menyiram Reina adalah Farah entah datang dari mana lampir tiba-tiba dateng bikin masalah dengannya


"Gue udah bilang, gue itu nggak sengaja budeg lo?!" ucap Farah


Tanpa menunggu lama Reina menyiram rambut Farah menggunakan minuman boba yang ada dimeja karena memang itu milik Reina dan baru diminum sedikit


"Kita impas" ucap Reina lalu berjalan melewati Farah dengan menyenggol bahu Farah

__ADS_1


"Reinaa!!" teriak Farah


"Huh! gue nggak akan menyerah gitu aja buat bikin lo menderita" ucap Farah dengan mengelap bahu yang sempat Reina tabrak


__ADS_2