
Reina ikut pergi ke rumah sakit menggunakan ambulance yang membawa Alvin, Reina terus menangis sesenggukan
"Alvin gue nggak nyangka kalau akan berakhir kaya gini, walaupun lo ngeselin banget, banget, banget tapi lo tetep lumayan baik sama gue" ucap Reina dengan mengelap air matanya yang mengalir di pipinya
"lo juga kenapa baik sama gue pas akhir-akhir ini doang, kemaren-kemaren kemana aja lo" ucap Reina menggenggam erat kedua tangannya
selama diperjalanan Reina terus saja berbicara walaupun dia tau kalau tidak ada yang meresponnya tapi setidaknya Reina sudah mencurahkan semua yang ingin dia omongin sama Alvin.
mobil ambulance tersebut sudah sampai di rumah sakit, Reina turun terlebih dahulu baru jenazah Alvin diturunkan, Reina ikut disamping jenazah Alvin yang didorong menggunakan tempat tidur rumah sakit yang ada di bagian luar
setelah sampai di ruang jenazah Reina menunggu diluar, Reina duduk dikursi dia masih sangat shock dan marah ketika mengingat bahwa yang menyebabkan Alvin kecelakaan adalah Alex orang yang jelas-jelas tidak terfikir oleh Reina akan melakukan hal yang sangat kejam.
Ketika Reina sedang melamun Alex datang dengan wajah dingin, Alex berdiri didepan Reina dan Reina menatap marah Alex
"mau ngapain lo disini? lo nggak di butuhin disini lebih baik lo pergi" ucap Reina
__ADS_1
"kamu akan pulang dengan saya!" ucap Alex
"nggak! nggak perlu makasih! gue masih punya kaki buat jalan sendiri, gue nggak butuh orang kejam kaya lo!" ucap Reina dengan nada yang lebih tinggi
"saya melakukan itu untuk kebaikan kamu, saya-" ucapan Alex terpotong oleh Reina
"apa? gue nggak salah dengar? kebaikan? dengan lo ngebunuh Alvin dengan cara nggak langsung! itu arti kebaikan?! pikir pake logika deh!" ucap Reina dengan mata yang berkaca-kaca
"lo... lo udah bener-bener keterlaluan, lo itu lebih dari kejam! lo orang paling gue benci yang gue temuin!" ucap Reina penuh penekanan
"leppasin gue!" Reina terus tidak mau dipeluk oleh Alex, dia terus ingin dilepaskan
"aku mohon biarin aku peluk kamu, kali ini" bisik Alex ditelinga Reina, entah kenapa Reina setelah mendengar bisikan Alex yang sangat menyentuh hatinya langsung diam dipelukan Alex
CEKLEKK
__ADS_1
pintu kamar jenazah tersebut terbuka, Reina menghampiri perawat tersebut
"mba, apa jenazah tersebut harus menunggu keluarga datang terlebih dahulu?" tanya perawat tersebut
"em tidak, biarkan saya aja yang melaksanakan pemakaman ini"ucap Reina, setelah itu perawat tersebut berpamitan, Reina juga pergi untuk mempersiapkan pemakaman Alvin.
banyak teman-teman dari Alvin, Reina datang untuk menghadiri pemakaman Alvin, Farah juga ada disana dia menuduh Reina kalau kematian Alvin disebabkan oleh dirinya, Alex yang melihat Reina diperlakukan seperti itu oleh Farah langsung datang dan menghentikan perdebatan
"lo siapa?" tanya Farah dengan suara yang dilembutkan membuat Reina muak
"ih merinding gue denger suara kaya j**ang, upssss" ucap Reina dengan berpura-pura menutup mulutnya
"apa lo bilang! bang**t lo! lo itu perempuan j**ang!" ucap Farah membantah ucapan Reina
"ipi li biling! gue itu ngomong lo cewek murahan! kenapa? panas? kipas sayang!" ucap Reina, entah kenapa membuat Farah marah membuat hatinya lebih baik mungkin karena dapat berkata toxic dengan lantang jadi Reina menjadi lebih tenang
__ADS_1