
Reina masih melamun sampai sadar ketika air matanya jatuh, dia mengelap air matanya
"maafin bunda sayang, kami memilih jalan ini karena kami harus pergi dan tinggal diluar negri mungkin membutuhkan waktu yang lumayan lama" ucap bunda memeluk reina, namun segera ditepis oleh reina
"hehe maaf? ayah! kalau kalian mau pergi ya udah pergi aja! nggak usah pake perjodohan segala!" marah reina, bunda menangis melihat anaknya marah kepadanya dan suaminya
"ayah kaya gini itu biar kamu ada yang jaga! kalau ayah sama bunda pergi kamu pasti sendirian dan ayah nggak mau kamu kaya cewek diluar sana yang tidak diatur oleh orang tua!" ucap ayah, Reina marah kenapa dirinya disamakan dengan cewek menjijikkan seperti diluar sana
"please jangan samain aku sama cewe diluar sana! aku bisa jaga diri aku sendiri! nggak usah dijodohin!" teriak reina dengan berlinang air mata
"apapun alasan kamu, ayah akan tetap menjodohkan kamu dengan lelaki pilihan ayah! ayah tau mana yang baik dan yang buruk buat kamu!" ucap ayah yang juga mengunakan nada tinggi, Reina tidak menjawab namun dia hanya lari dan meninggalkan rumah dia tidak mau ada ditempat itu
ketika berada di depan pintu tiba-tiba bunda memanggilnya, namun Reina tetap pergi begitu saja, di depan rumah juga ada pak satpam yang menjaga rumah, dia menanyakan ada apa kepada Reina karena ada air mata diwajahnya
namun Reina pergi tanpa mengunakan kendaraan dia berlari entah kearah mana, yang sekarang ada dipikiran Reina hanyalah pergi sejauh-jauhnya dari rumah.
__ADS_1
ketika reina sedang berjalan dijalan yang sepi ada mobil yang berhenti didepannya dan terbuka, itu adalah orang suruhan ayah
*keterlaluan, kenapa harus ada mereka, gue harus pergi sekarang!* batin Reina yang langsung lari, namun dikejar oleh orang suruhan ayah
"Reina berhenti!!"panggil salah satu orang tersebut
"aaaa pergii!!" teriak Reina yang terus berlari namun apa dayanya yang berlari tapi tetap bisa ditangkap oleh orang suruhan ayah
"lepasin gue! awass!" Reina memberontak namun kedua tangan Reina dipegang oleh orang suruhan ayah yang badanya lebih besar dari Reina
"gue nggak mau masuk! biarin gue pergi! gue nggak mau pulang lepasinnn!!!!" Reina menolak masuk kedalam mobil dengan memegang kedua sisi pintu mobil
orang tersebut melepaskan pegangan Reina ke pintu dan mendorong Reina untuk masuk kedalam mobil
Reina berhasil masuk kedalam namun dia langsung keluar lagi lewat pintu samping yang kebetulan tidak ada yang menjaga, Reina sudah keluar namun lagi-lagi dia ditangkap oleh orang suruhan ayah yang menjadi supir
__ADS_1
"diam! atau lo bakal gue bikin diem buat sementara!" ucap orang suruhan ayah yang menjadi supir, dia bernama Alex
"lo yang diem! gue bilang nggak mau! Lo sama aja kaya bokap gue, lepasin tangan gue!" marah Reina namun percuma, diantara orang suruhan ayah yang paling kuat adalah Alex jadi sulit untuk keluar dari cengkraman Alex
Alex yang bosen mendengar ocehan Reina langsung memutar tubuh Reina dan memukul punggung Reina sampai pingsan
"sorry" ucap Alex
Alex menggendong Reina dan menaruhnya dimobil "jaga dia jangan sampai kabur!" ucap Alex kepada anak buahnya, alex adalah ketua
Reina terbangun sudah ada didalam kamarnya, Reina mengerjap matanya memandang sekitar, Reina sadar dan langsung berdiri ketika akan membuka pintu ternyata pintunya sudah dikunci dari luar.
"ya tuhan, bagaimana ini?! gue nggak mau nikah sama orang yang nggak gue kenal! lagian gue suka sama alvin, gue sadar kalau gue cinta sama dia tapi kenapa sekarang harus ada kejadian kaya gini, tuhan aku nggak mau nikah sama orang itu aku cuma mau sama alvin huhu" Reina menangis memohon kepada Tuhan
Reina memikirkan cara untuk keluar dari kamarnya itu ketika sedang berputar-putar dia melihat jendela, ya jendela.
__ADS_1