
dalam sunyi aku menangis tanpa henti karena rasa rindu yang terasa sesak di dadaku, aku ingin membuatmu bahagia dan tak ingin sekalipun menorehkan luka di hatimu agar kau tidak membuang air matamu dengan sia sia seperti dulu.
waktu itu sengaja aku tak menahanmu pergi, sebab aku sangat yakin bahwa kau pasti akan kembali, aku akan mendatangimu bila terus merindukanmu, rasa gelisah yang kurasakan sejak awal sampai dengan akhir membuatku tersiksa hingga diriku terpaku.
"Apapun jawabannya darimu aku akan terima, meski hatiku mengelaknya sekalipun aku akan tetap masih jatuh cinta denganmu mira !"
***
tak terasa waktu terus berjalan dengan singkat, kini sudah satu bulan semenjak kepergian miranda pulang ke negaranya.
sementara itu hajun juga sudah mempersiapkan pesta pernikahannya dengan min sera, persiapan pesta di rencanakan secara mendetail dan matang matang demi terlaksanakannya sebuah pesta pernikahan yang super megah dan mewah
di samping itu dongjun semakin geram karena dia mendapat undangan pernikahan hajun dan min sera sementara dirinya masih belum bisa menemukan dalang di balik peristiwa yang menimpa miranda.
hingga satu ketika saat dongjun memutar rekaman dalam alat penyadap suara dari kantor dan yang di dalam rumah hajun, dia mendapati sebuah percakapan antara hajun dan min sera dari penyadap suara yang terpasang di telfon kantor.
"halo sayang !"ucap min sera
"ya ada apa !"
"aku cuma mau tanya sebentar !"
"iya tanyakan saja !"
"rencananya kapan kita akan melakukan fitting gaun pengantin ?!"
"besok malam !"
__ADS_1
"bagaimana kalo besok siang saja yang !"
"besok siang aku tidak bisa !"
"kalau begitu kita tunda saja sampai besoknya lagi !"
"kamu sudah tidak waras ya ? kalau besoknya lagi itu hari pernikahan kita !"
"apa !! bagaimana bisa secepat itu ya ?"
"dasar sinting !, memangnya kamu mau kemana ? sudah berapa kali kau membatalkannya !!" bentak hajun
"aku ada acara bertemu dengan teman temanku di grand palace hotel sekitar jam 9 malam sayang, mereka baru saja pulang dari Australia !"
"selalu itu alasanmu, apa temanmu itu tidak mau menundanya ?!, lagi pula kau selalu membatalkan janji denganku karena alasan bertemu dengan temanmu itu !"
"maaf sayang tapi aku tidak bisa, bagaimana kalau besok siang kamu tunda jadwal meeting kamu sebentar saja !"ujar min sera
lalu seketika rekaman pun berhenti di saat itu juga, dari percakapan mereka berdua dongjun langsung bisa menaruh rasa curiga kepada min sera, secara nalar min sera begitu mencintai hajun bahkan saat hajun masih bersama miranda pun dia terus menempel pada hajun, seolah dia sedang menunjukkan kalau dia hendak merebut hajun dari miranda secara terang terangan, jadi tidak mungkin sekali kalau sekarang ini dia berubah dan tidak memperdulikan hajun lagi, namun jika itu benar terjadi berarti sejak dari awal miranda tidak benar benar mencintai hajun, mungin bisa saja dia hanya mengincar harta yang dimiliki hajun.
"dia bilang malam ini dia akan pergi ke grand palace hotel, jadi pasti min sera sudah ada disana sekarang !"saat itu juga dongjun segera bergegas mengambil kunci mobil untuk pergi ke hotel tersebut, sesampainya disana dongjun mulai meneliti adakah wanita tersebut di restoran hotel itu, saat dongjun telah berhasil menemukan keberadaan min sera dia pun duduk tak jauh darinya, lalu seketika itu dongjun memanggil seorang pelayan untuk meletakkan sebuah alat penyadap dan alat pelacak yang berbentuk pipih, di dalam tas miranda, alat itu sengaja dia buat berbentuk bulat tipis agar mudah untuk di lekatkan di dalam tas min sera. setelah itu si pelayan berpura pura mendekati min sera sambil memberikan segelas wine gratis kepadanya dengan alasan pihak hotel ingin menyumbangkan sayu gelas wine gratis pada seluruh pengunjungnya, untungnya dongjun memilih seorang pelayan yang tepat untuk meletakkan alat itu di dalam tasnya. melihat kinerjanya yang memuaskan lantas dongjun langsung memberikannya uang tips karena sudah berhasil melakukannya dengan sukses, dan selang beberapa saat kemudian datanglah orang yang tidak terduga sama sekali, dan orang itu adalah Mr.R yang selam ini dongjun nantikan kemunculannya, saat itu juga dongjun sangat puas sekali dengan momen ini, karena dengan ini dongjun bisa menjadikannya sebagai senjata pamungkas untuk hajun, segera diapun mengambil foto mereka tentu saja dengan bantuan si pelayan tadi. menunggu adalah kegiatan yang paling membosankan bagi semua orang, entah mengapa obrolan mereka terasa sangat lama sekali, hingga tak terasa semua hidangan di meja dongjun telah habis dia lahap seorang diri, karena bosan akhirnya dongjun menunggu dua orang itu dari dalam mobil, sembari memantau kapan mereka berdua akan keluar dari dalam hotel, dan benar saja beberapa menit kemudian terlihat Mr. R berjalan keluar sendirian lalu disusul min sera yang berlari sambil menangis mengejarnya.
"wow sepertinya aku melewatkan sesuatu yang seru tadi !" ucap dongjun sambil menguap, lalu dongjun nekat menghentikan mobilnya di depan min sera sambil menawarkan tumpangan untuknya.
bip bip .. terdengar suara klakson dari mobil dongjun, dia sengaja menghentikan mobilnya telat di depan min sera yang sedang menangis.
"anda butuh tumpangan !?"ucap dongjun basa basi, dan yang lebih mengherankan min sera langsung mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya, dongjun sempat tak percaya kalau merayu wanita yang satu ini ternyata semudah membalikkan telapak tangan.
__ADS_1
"hantarkan aku pulang ?"
"ya ?"
"bukankah tadi anda menawarkan tumpangan pada saya !"
"ah iya baiklah !"
saat itu terlihat min sera sedang mabuk cukup berat dan jika dongjun bisa memanfaatkan kesempatan ini mungkin saja dia bisa mengorek informasi tentang Mr. R dan apa hubungan yang sedang mereka lakukan.
"nona sepertinya anda terlihat sangat mabuk, saya jadi tidak enak dengan pacar anda kalau saja dia melihatnya !" ucap dongjun
"aku tidak peduli, hantarkan saja aku ke rumahku dua orang laki laki itu sama sama bre*gsek dan tidak mau memperdulikan aku lagi !"
"dua laki laki ? apa yang sedang dia maksud itu hajun dan Mr. R ?!" batin dongjun, sepanjang perjalanan min sera malah tertidur pulas di dalam mobil, alhasil dongjun terpaksa memanggil nomer hajun dari ponsel min sera. saat hajun melihat min sera mabok dan sedang berada di dalam mobil dongjun seketika hajun marah kepada dongjun.
"kamu !!" ucap hajun seraya menarik kerah baju dongjun.
"wow tenang !" ucap dongjun
"setelah miranda, kamu bahkan mengincar min sera juga !" ucap hajun marah
"anda salah paham pak, saya hanya tidak sengaja berpapasan dengan calon istri anda, saya bahkan melihat dia keluar dari hotel sudah dalam keadaan mabuk seperti ini !"jelas dongjun
profil
name : min sera
__ADS_1
age : 30