Love In Silent

Love In Silent
Susu pisang


__ADS_3

Nampaknya hajun semakin dibuat kesal oleh tingkah laku dongjun yang terlihat menjengkelkan sekali, mendadak tangan hajun langsung merebut minuman susu pisang tersebut dari dongjun lalu meremasnya di depan mata dongjun sambil memasang wajah judes.


"berhenti menyedotnya !"ucap hajun dengan nada yang sedikit menekan


"berikan !"ucap dongjun sambil menodongkan tangannya


"apa lidahmu mati rasa ?"


"ha ?"


"minuman ini sudah habis kenapa masih saja kau sedot !! menganggu telinga saja !!"


"kalau kau tidak suka mendengarnya kenapa tidak pergi saja ke kantor, kembalikan sini !"


"kau sedang mengusirku ?"


"tidak, aku hanya sedikit memberi saran !"


"ck .. ini !!!" ucap hajun sambil melemparkan susu pisang yang masih baru padanya.


"apa.. kau masih punya lagi ?!"tanya dongjun


"tidak ada !! itu yang terakhir !"timpal hajun kesal


"kau mau keluar ?"


"kenapa ?"


"tolong belikan lagi yang banyak untukku !!"


"apa ?!! memangnya kau siapa seenaknya menyuruhku !"


"kau kan baru memecatku hari kemarin !!!"

__ADS_1


"siapa yang memecatmu, kau kan keluar sendiri !!!"


"ada alasannya kenapa aku memilih keluar, tolong belikan lagi ya !!"rengek dongjun seperti anak kecil


"tidak mau !!"


"kalau kau mau membelikan susu pisang lagi untukku, aku .. akan membuka mulut dan menjelaskannya padamu semua yang kau mau !!"ucap dongjun merayu hajun


"janji ?"


"iya .. aku janji !"


"awas saja kalau kau sendiri yang mengingkarinya, akan aku jebloskan kau ke penjara sekalian biar kau tau rasa !"ujar hajun sambil mengambil jaketnya dan bersiap untuk pergi, untuk sesaat dongjun terkekeh dengan aksi konyolnya yang berjaya membuat hajun terbodohi.


"salah sendiri sudah membuatku kesal, sekarang gantian kau yang akan merasa kesal denganku !"gumam dongjun


saat hajun pulang membawa beberapa susu pisang di tangannya dongjun justru terlihat sudah tertidur dengan televisi yang masih dibiarkan menyala begitu saja, saat itu juga kesabaran hajun benar benar sudah ada di ambang batasnya, kini dia tidak bisa lagi menahan emosinya yang sudah ingin meledak.


"hei bangun !!" teriak hajun sambil melempar plastik belanjaan ke atas perut dongjun


"kau bisa kan meletakkannya di meja !"


"maaf tanganku licin !!, sekarang jelaskan padaku !" desak hajun


"tunggu sampai aku menghabiskan susu pisang ini !" saat itu juga hajun langung mengebrak meja dengan keras hingga membuat dongjun sampai terperanjak dari tempat duduknya.


"kau !! sudah cukup membuatku sakit kepala seharian !!" ucap hajun marah


"kenapa ? sekarang anda marah hanya karena tingkah saya yang menjengkelkan ?"


"cih menjengkelkan katamu ?, apa itu cukup ?, kau bahkan sudah sangat keterlaluan !!"


"segitu saja anda sudah marah, bagaimana jika anda menjadi seperti miranda waktu itu hah ?!"celetuk dongjun

__ADS_1


"jangan sebut wanita itu lagi !"seketika hajun langsung berpaling dan membelakangi dongjun


"kenapa ? apa anda sudah muak dengan nama miranda ? apa miranda pantas dibandingkan dengan wanita sialan itu ! jelas jelas aku sudah mengirim beberapa bukti kalau dia sudah mengkhianati anda, tapi kenapa anda masih terus membelanya, sedangkan miranda yang tidak pernah bersalah selalu menjadi kambing hitamnya !"


"dibayar berapa kau oleh wanita itu ?"sentak hajun


"cih .. aku pikir kau ingin bicara padaku karena kau sudah sadar dengan kebusukan wanita itu, tapi ternyata aku keliru ya !!"sindir dongjun


"aku menemuimu hanya karena tulisan ini !" ucap hajun sambil melempar selembar kertas pada dongjun


"jelaskan padaku apa maksudmu dengan memalsukan data itu !"


"memalsukan ?!! kau pikir aku sempat untuk melakukan hal tidak penting seperti itu ?!"


"aku tanya sekali lagi padamu !, berapa nominal yang kau terima dari miranda ?"ulang hajun


"aku tidak menerima sepeserpun darinya !"jelas dongjun dengan tatapan sinis


"apa segini cukup untuk menutup mulutmu ?" ucap hajun sambil memberi dongjun sebuah cek bernilaikan uang yang terbilang cukup besar, namun sayangnya dongjun tidak tergiur sedikitpun meskipun hajun mengiming iminginya dengan uang.


"jaga ucapan anda pak !!" sentak dongjun, diapun langsung mengembalikan cek tersebut ke tangan hajun kembali


"dengar ya hajun, tidak semua hal bisa di selesaikan dengan uang !, dan aku tidak melakukan ini hanya untuk mengembalikan nama baik miranda !!"jelas dongjun


"omong kosong !"


"terserah kau saja !"


dongjun akhirnya menyerah, dia kecewa atas perlakuan yang dia terima dari hajun, diapun memutuskan untuk pergi dari apartemen hajun dan memilih untuk mengakhiri misinya yang sudah dia anggap gagal. sejujurnya semua rencana yang ia lakukan berjalan mulus dan tak pernah terjadi kesalahan, namun mengambil kepercayaan hajunlah yang menjadi permasalahannya, ibarat seseorang yang bekerja tanpa membawa upah, begitulah perjuangan yang dilakukan oleh dongjun, rasa cintanya pada Miranda telah membutakan hatinya dan membuatnya sampai rela melakukan apapun demi kebahagiaan miranda.


***


di dalam sebuah kisah cinta ada sebuah bahasa, bahasa cinta yang mengalun indah dan mengisi setiap jiwa, jiwa ini yang terus merindukan kisah kita berdua meski tidak pernah bisa akan terlupakan, karena rasa rinduku ini ternyata masih menjadi miliknya, begitu banyak hal yang aku alami sejak bertemu dengannya, saat bersama miranda aku bisa merasakan senang bahkan sedih, dan air mata ini telah menyadarkan aku kalau dia tidak akan pernah mungkin menjadi milikku, tak pernah aku menyadarinya kalau aku sudah segila dan sebodoh ini, bahkan mungkin aku akan hidup untuknya namun akan mati tanpa dia. Kini cerita kita berdua tak lagi sama seperti dulu, waktu yang telah kita lewati bersama membuat dia menjadi lebih berarti di hidupku dan dialah satu satunya seseorang yang selalu aku cari keberadaannya, karena dia selalu bisa menenangkan aku ketika bersama seperti saat saat dulu. Ketika aku tertidur dan kedua mataku terpejam seketika semua yang terasa membebaniku berkumpul lalu manjadi satu dan memenuhi isi kepalaku, namun aku sadar kalau apa yang sedang aku alami tidaklah separah serta seburuk seperti yang dirasakan oleh miranda, terkadang aku ingin menjadi seseorang yang bisa menguatkannya dan tetap berada di samping dia untuk selamanya, namun apalah arti cintaku kalau dia tidak membalasnya dengan perasaan yang sama meski sekilas hampir terlihat sama.

__ADS_1


aku ingin kita saling mengerti dan aku ingin agar dia menyadari kalau cintanya bukanlah laki laki itu, aku ingin dia mengerti lukaku dan mendengarkan suara hati ini yang terus memanggil namanya, aku ada dan terus bertahan untuknya agar aku bisa memahaminya kalau dia tidak akan pernah sendiri, karena meski kita saling berjauhan aku selalu ada di dekatnya saat dia terjatuh, saat dia terpuruk dan saat dia sangat membutuhkan uluran tangan yang kuat untuk menopang bebannya, dia bukanlah siapa siapa bagiku, dia hanya orang lain yang kebetulan pernah dekat denganku, namun dia begitu spesial di hatiku dan mendapat tempat khusus didalamnya karena bagiku dia adalah separuh hatiku yang telah hilang.


__ADS_2