
"apa hubungannya anda dengan paman anda, pada ku waktu itu, apa kalian sengaja merencanakannya ?! "ucap ku dengan kedua mata yang telah berkaca kaca
"tidak mira ! hal itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku, tidak sekalipun terbesit di pikiranku untuk berbisnis dengan paman ku !"
"lalu kenapa anda menjelaskannya kepadaku, kalau semua itu tidak ada hubungannya, lantas apa tujuannya ?"
"dengarkan aku baik baik, beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya padamu !"ucapnya sambil menatap wajahku
"paman ku adalah seorang rentenir yang sangat terkenal di kalangan pebisnis, yang dia lakukan hanyalah mengambil keuntungan dari perusahan keluarga kami, dia menjadi rentenir dan menjual saham perusahaan kami tanpa sepengetahuan dari kakek, lalu di waktu kau menghilang, dia menghubungi ku untuk datang di acara pernikahannya, dia bilang kalau ada satu klien yang tidak bisa mengembalikan uang saham dan dia justru menganti uang saham dengan seorang wanita ?!"
"siapa nama klien itu ?! " ucap ku terbata bata
"kalau tidak salah namanya adalah surya !? "
"surya ?! " ucap ku masih tidak percaya
"dia meminjam saham untuk bisnis judinya, tapi bisnisnya tidak berjalan lancar dan bahkan mengalami kerugian !"
"dimana dia sekarang ?"
"saya sudah melaporkannya .. dan dia sudah di tangkap oleh polisi !"
"mira kalau boleh tahu siapa lelaki itu, kenapa dia bisa mengenalmu, dan kenapa dia sampai bisa menjual mu ?"
"dia .. itu paman ku !" ucap ku menahan rasa malu
"apa ! kenapa .. bisa ?"
"ceritanya panjang, dan saya tidak ingin mengatakannya pada anda !"
"baiklah aku tidak akan memaksa !"
__ADS_1
"baguslah kalau dia sudah di tangkap, mungkin itu balasan yang tepat untuknya !"
"selama ini aku hidup dan bersembunyi dari bayang bayangnya, dia terus memaksaku untuk menuruti apa kemauannya, sampai akhirnya aku pun pergi meninggalkan kota, dan memilih tinggal di desa, harapanku tinggal di desa hanya untuk hidup tentram dan damai bersama keluarga, tapi setelah kejadian hari itu, nenek justru pergi meninggalkan aku... aku pikir takdir masih memberi belas kasihan kepadaku dengan menyisakan sedikit keluarga untukku tapi .. .. tuhan justru mengambil mereka dariku, aku tahu kalau semua yang diciptakannya pasti akan kembali padanya, aku tahu, kalau aku terlalu egois jika aku tidak mengikhlaskannya pergi, tapi setidaknya kenapa tuhan tidak menyisakan satu saja untuk menemaniku, saat melewati jalan yang sulit sekali aku lewati, setidaknya mereka itu adalah satu satunya penyemangat dalam hidupku !!" ucap ku seraya menangis
"siapa mereka yang kamu maksud selain nenek ?"tanya profesor
"kedua adikku !!" ucap ku lirih
"juna dan jenni !!" ucap profesor sangat syok mendengarnya
"apa yang terjadi dengan mereka mira !! ceritakan padaku !! " ucapnya sambil memegang kedua pipiku yang telah basah karena derasnya air mata.
"nenek sakit keras, lalu sehari setelah aku pulang dari korea, nenek meninggal dunia, sedangkan juna dia .. !"
"dia kenapa mira ?"
"dia mengalami kecelakaan saat di bonceng oleh pak tarman, ketika mereka hendak ke pasar sepeda motornya terlindas oleh sebuah truk pengangkut barang, dalam kejadian itu hanya pak tarman yang selamat dari kecelakaan, sedangkan .. juna!!" aku terdiam cukup lama, aku tak bisa berhenti menangis, air mataku terus mengalir dengan derasnya begitu aku mengingat kecelakaan itu.
"bagaimana dengan juna ?"
"saat itu rasanya aku sudah hampir gila .. aku masih tidak percaya, kalau adikku sudah meninggal dunia !!"
"sstt !! maafkan aku mira, selama ini kamu pasti sangat menderita !!" ucapnya sambil mengusap air mataku
"kalau pun dia benar sudah meninggal, kenapa aku tidak bisa melihat jenazahnya, walau hanya sekejap saja, dan saat itu aku pun nekat bertanya pada dokter, aku bertanya padanya, kenapa aku tidak di perbolehkan melihat jenazah adikku sendiri, lalu .. yang semakin membuat dada ini terasa sangat sesak .. ternyata .. jasad adikku sudah tidak berbentuk lagi !"
"lalu apa yang terjadi dengan jenni ?!" ucap profesor terbata bata
"semenjak kakaknya meninggal jenni terus sakit sakitan, dia jadi anak yang pendiam dan tidak mau makan sama sekali, tepat di hari itu, tiba tiba jenni menjadi sangat ceria dan menjadi anak yang seperti dulu aku kenal, nafsu makannya juga mendadak meningkat drastis, aku pikir mungkin sedikit demi sedikit dia mulai bisa melupakan kejadian yang telah menimpa kakaknya waktu itu, tapi saat malam hari tiba, jenni sudah terbujur lemas dan pucat di kamarnya, saat aku mencoba mencari denyut nadi dan nafasnya, ternyata jenni sudah benar benar pergi meninggalkan aku malam itu !!"
tak kuat aku menahan pedihnya hati, di pagi yang cerah nan indah itu, di ujung ladang yang sejuk, aku menangis tersedu sedu di hadapan profesor.
__ADS_1
banyak tempat indah aku datangi, namun terselip di dalam hati duka yang menyayat hati, mungkin inilah alasanku mengapa aku selalu merasa seperti sedang berjalan, namun terasa seperti terdiam, tersenyum tapi menangis, bahagia tapi berduka, aku selalu berusaha menjalaninya agar terlihat seperti hari hari sebelumnya, namun tidak dengan hatiku.
"mira ! .. ikutlah denganku !!"
"tidak !! saya akan tetap di sini bersama keluarga saya prof !! "
"keluarga kamu yang mana ?"
"saya masih punya satu, meskipun dia tidak bisa menjaga saya seutuhnya, tapi setidaknya saya masih punya seorang paman !"
"kalau begitu ijinkan aku bertemu dengannya !"
"dia seorang abdi negara, jarang sekali ada waktu baginya untuk bisa pulang ke rumah !"
"katakan dimana dia di tugaskan !"
"untuk apa ?"
"aku hanya ingin menyampaikan satu pesan untuknya, kalau sudah lama aku mencintai keponakannya dan aku ingin sekali melamarnya saat ini juga !!"
"a.. apa !!"
"barusan, apa saya tidak salah dengar ?"
"tidak, kamu tidak salah dengar mira !"
"apa profesor benar benar mengatakan itu pada saya, lalu teman anda itu ? apa mungkin teman yang anda maksud itu .. adalah anda sendiri ?!"ucap ku masih tidak percaya
"emm... iya ! sebenarnya aku memang sedang membicarakan diriku sendiri !"
"selama ini aku memilih untuk diam dan merahasiakan perasaanku ini kepadamu mira !, awalnya aku terus menyangkal kalau aku sudah jatuh cinta dengan mu semenjak kita terjebak di satu lift hari itu, tapi lama kelamaan perasaan ini semakin terasa jelas di hati !"
__ADS_1
aku hanya diam dan menyimak apa saja yang akan dia utarakan kepadaku, aku tahu selama ini aku juga menyukainya sejak lama, tapi hati ku ini juga sudah terlampau sering di buat sakit olehnya.
"apa kali ini... kamu mau menerima perasaan saya mira ?"