
"rumah yang besar dan juga bersih serta rapih itu, kira kira apa profesor mampu membersihkannya sendirian ?" gumam ku dalam hati
"wah ternyata rumah anda rapih dan bersih !" ucap ku takjub
"ya itu sudah tentu, dong sayang !"
"ih apaan si prof kenapa panggil sayang ?"
"enggak boleh ?"
"iya boleh tapi nanti ?"
"oh nanti, ya sudah enggak apa apa, kamu haus " "iya lumayan !"
"mau minum apa ?"
"air putih saja prof !"
"yakin enggak mau yang lain ?"
"enggak deh air putih aja !"
"Pussy please bring me some water !"
*pussy tolong bawakan aku air putih !
"yes, sir !"
*iya pak
"pussy ?? " ucapku bingung
"dia pembantu saya ! " ucap profesor hajun
"robot ?"
"iya !"
"pantesan saja dia enggak di gaji dan enggak di kasih makan ! ternyata robot yang jadiin pembantu !" ucap ku
***
sesampainya di sana kami langsung di sambut oleh petugas wo, meskipun pada awalnya mereka memandangku dengan aneh dan sedikit bingung dengan penampilan ku yang memakai hijab, namun pelayanan mereka masih tetap ramah tamah pada kami.
semula ada salah seorang yang bingung dan bertanya gaun seperti apa yang ingin aku kenakan di hari pernikahan kami nanti.
"joesonghabnida seonsaengnim milaeui anaeege eotteon deuleseuleul boyeodeulyeoya halkkayo ?! "
*maaf pak gaun seperti apa yang harus saya tunjukkan untuk calon istri anda !?"
"dadhin deuleseuwa boiji anhneun sinche buwi ! "
*gaun yang tertutup dan tidak ada bagian tubuh yang menerawang !
"ne seonsaengnim! jeowa hamkke gajuseyo!"
*baik pak ! silahkan ikut kami
lalu kami pun langsung di tunjukkan dengan berbagai gaun yang semuanya berwarna putih dari semua model yang di tunjukkan aku menyukai satu gaun yang terlihat tidak terlalu glamor namun sangat elegan dan mungkin itu akan sangat cocok di padu padankan dengan hijab warna putih yang sudah aku pesan dari butik khusus hijab pengantin di jogja.
__ADS_1
"naneun geugeos-eul sido hal geos-ida ! "ucap ku sambil menunjuk gaun yang terpasang di patung
*aku akan coba yang itu ! "
"geuleom jeowa hamkke pitinglum-eulo oseyo, jega ib-eojulgeyo ! " ucap salah satu karyawan wo
*kalau begitu ikut saya ke ruang fitting, akan saya bantu mengenakannya !
"ne ! "
*iya
lalu aku pun langsung mengambil sebuah paper bag yang berisikan jilbabku tadi.
"joesonghabnida meoli jangsig-eul beos-eoyahabnikka?
*maaf apa perlu saya melepas penutup kepala anda ?
" penutup kepala ? apa maksud mereka jilbab yang sedang aku pakai ?!" ucap ku bergumam dalam hati
"ani najung-e halge ! "
* tidak perlu nanti saya saja !
"ah ne ! "
*iya baiklah
setelah selesai memakai gaun, namun aku belum memakai hijab yang aku beli sendiri, tiba tiba salah satu karyawan itu berinisiatif hendak membuka gorden penutup, dan segera aku pun langsung mencegahnya.
"jamkkanman ! nan ajig an kkeutnass-eo ! "ucapku
*tunggu sebentar jangan dibuka ! saya belum selesai !"
*apa masih ada yang kurang ?
"ne mwonga ppajyeossseubnida! gabang-e gin huinsaeg cheon-eul eod-eul su issseubnikka?"
*iya ada yang kurang ! tolong bisakah anda ambilkan kain putih panjang di tas itu !"
lalu ketika aku mengeluarkan jilbab yang terlihat sedikit mewah namun sangat elegan, seketika mereka seolah olah di buat terpukau ketika melihat ku mengenakannya.
"wah.. cheon-eun eodiseo nass-eo? uli deuleseuwa gyeolhabhamyeon maeu jeoghabhae boibnida ! "
* wah .. dari mana anda mendapatkan kain itu ? terlihat sangat cocok sekali jika di satukan dengan gaun kami !"
"i hijab-eul malhaneungeoya?! "
*maksud anda jilbab ini ?!
"geulaeseo igeos-eul hijab-ilago buleunda ! "
*jadi ini namanya jilbab ! "
"gugnaeeseo sass-eoyo!
*saya membelinya di negara saya !
" ah indonesia ?"
__ADS_1
"ne majayeo ! "
*iya benar sekali !
"dangsin-eun neomu aleumdawo boinda! dangsin-ui meolikalag-i siljelo jeonhyeo boiji anhdeolado ! "
*anda terlihat sangat cantik ! meski rambut anda benar benar tidak terlihat sama sekali !
begitu selesai fitting gaun, kami pun langsung pulang, sesampainya di rumah kami langsung istirahat di kamar masing masing, lalu malam harinya kami semua menghadiri acara makan malam pertemuan antar keluarga di sebuah rumah makan.
meski awalnya kami terlihat sangat canggung, namun pada akhirnya semua berjalan dengan lancar.
tepat pukul 9 malam, kami baru selesai makan malam, dan kami pun langsung pulang dan istirahat di rumah.
***
tak terasa besok adalah hari pernikahan kami.
malam ini aku benar benar tidak bisa terlelap sedikit pun, ada begitu banyak perasaan yang berbaur menjadi satu di hati ku.
hingga pagi kembali menyingsing aku tidak tidur semalaman suntuk.
pagi pagi sekali aku berangkat ke gedung dan segera di dandani di sana, setelah selesai aku keluar dan terlihat sudah ada calon suami ku serta penghulu yang secara khusus kami undang dari masjid sentral seoul dan juga para saksi dari tamu undangan.
saat aku melangkahkan kaki berjalan sepanjang panggung seolah banyak pasang mata memandangi ku, terasa seperti djavu yang aku alami, namu berbeda sekali dengan kejadian kala itu, saat itu aku menikah tapi karena dipaksa dan aku juga tidak memakai pakaian yang menutup aurat ku.
bak bidadari yang keluar dari kamarnya, semua orang seolah terpaku dan terpesona oleh gaun yang aku gunakan, serta jilbab putih yang panjang menjuntai membuat orang berbisik bisik sambil memandangiku.
begitu aku duduk di samping profesor hajun, sang penghulu langsung menjabat tangan profesor dan Alhamdulillahnya proses ijab kobul berjalan sangat lancar dan sangat khidmat.
hari ini detik ini juga, aku telah resmi menjadi istrinya dan dia telah menjadi suami ku.
senyum kebahagiaan tidak hanya terpancar dari wajah kami, melainkan semua tamu undangan juga ikut turut suka cita melihat kami bahagia di hari pernikahan kami.
"mira aku enggak nyangka kalau akhirnya saya bisa mempersunting kamu di hadapan banyak orang ! " ucap profesor tersenyum kepadaku.
secepat itulah acara kami tidak ada acara resepsi seperti pada layaknya di indonesia, di sana kami hanya melakukan acara ijab kobul sekaligus berfoto keluarga.
***
malam hari ini adalah malam yang akan menjadi malam menegangkan bagi kami, begitu acara selesai rasanya ada sedikit rasa takut di hati ku, ketika aku harus menghadapi malam pertama ini.
"kalau menurut kepercayaan orang korea gaun pengantin wanita itu adalah milik suaminya !"
aku hanya diam sambil menyimak perkataannya
"gaun ini tidak boleh kamu buka sendiri ataupun di buka oleh saudara perempuan mu !"
"kenapa ?"
"karena gaun ini hanya boleh di buka oleh suaminya, dan yang harus membukanya sendiri adalah aku ! "ucap profesor hajun dengan wajah yang terlihat memerah
aku semakin merasa sangat tegang begitu tangannya menyentuk resleting gaunku.
"mira ! boleh aku buka sekarang ?"ucap profesor dengan wajah yang sudah bernafsu
aku mengangguk pelan, seketika itu juga profesor melucuti gaunku satu persatu, hati ku berdebar debar sangat kencang, tangannya tiba tiba menyentuh rambutku dan menggerai rambutku yang sebelumnya di masih diikat.
"ternyata kamu sangat cantik kalau tidak memakai jilbab ! " ucapnya
__ADS_1
dan seketika tangannya yang dingin mulai menyentuh punggungku, sentuhan itu sesaat langsung membuat hatiku bergetar. malam itu kami benar benar telah menjadi satu, tak ada yang bisa menghalangi kemesraan kami sampai pagi kembali terbit lagi.
end ..