
kini myong soo akhirnya tahu, sebuah alasan mengapa dongjun selalu berada di pihak miranda, meski hajun terus menolak setiap kali dongjun mencoba untuk meluruskan sebuah kesalahpahaman diantara mereka bertiga.
"baiklah sekarang aku sudah mengerti !" ujar myung soo
"apa sudah cukup ? lalu sekarang giliran aku yang mau bertanya !"ucap dongjun dengan wajah serius
"iya silahkan !" jawab myung soo
"namamu siapa dan kamu siapa ?"
"oh iya saya sampai lupa, perkenalkan nama saya han myung soo saya ini teman karib hajun lee !"
"oh pantas saja, sifatnya sama dengan yang satunya itu !" gumam dongjun sambil melirik kesal
"sebelum saya menyampaikan niatku, saya ingin tahu dulu tentang isi hati anda ?!" seketika dongjun langsung mengernyitkan kedua alisnya
"kalau begitu coba tebak ! seharusnya kamu bisa lihat dari wajahku !" celetuk dongjun asal mangap
"aku ini ahli psikolog bukan dukun ! kamu pikir melihat hati seseorang itu bisa dilihat dari wajahnya !"
"ya ya ya ! tidak ada yang spesial kok !"
"bohong !"
"kalau sudah tahu kenapa bertanya !"
"aku hanya ingin memastikan saja ... tentang hatimu itu .. apakah sampai sekarang kamu masih mencintai miranda ?"
"dari mana kau tahu itu ?"
"dari sumbernya !"
"jawabannya, masih !"jawab dongjun dengan sangat mantap
"baiklah !" ucap myung soo sambil mangut mangut
"lalu ?" ujar dongjun ingin mendengar kelanjutannya
"apa ada kemungkinan kalau .. " mendadak myung soo merasa ragu ragu untuk mengatakannya
"kalau apa ?!!" saut dongjun tidak sabar
"apa ada kemungkinan .. kalau kamu ingin menikah dengan miranda ?"
"itu tidak mungkin !"
"kenapa ?"
__ADS_1
"sekarang aku tanya, sebenarnya kau ini ada di pihak siapa ?!" ucap dongjun malah balik bertanya
"aku ?" ucap myong soo, kemudian dongjun terdiam sembari mengedikkan kedua alisnya
"aku tidak berada di pihak siapapun !, aku akan menjadi orang ke 4 diantara hubungan kalian bertiga !" jawab myung soo
"ck !! terserah kau saja !" decak dongjun kesal
"ada satu hal yang belum kau tahu tentang hajun akhir akhir ini !" ujar myung soo
"ada satu hal yang belum aku tahu ? apa itu ?"
"akhir akhir ini dia sedang mengidap penyakit aneh di kelapanya ?"
"penyakit apa ?"
"aku juga belum tahu pasti apa penyakitnya ?"
"jadi sekarang dia penyakitan ?"
"bisa di bilang iya tapi juga tidak !"
"maksudnya ?"
"ada sedikit gangguan pada ingatannya, tapi saya sendiri juga tidak tahu .. karena hasil Rontgen kepalanya menyatakan kalau dia baik baik saja !"jelas myung soo, dan seperti saat tadi wajah dongjun kembali ke setelan pabrikannya, dia kembali mengartikan kedua alisnya sambil mendesis keheranan.
"apa maksudmu ?"
"ya .. dia kan baru saja menelantarkan istrinya yang sedang hamil, wajar saja kalau sekarang dia kena imbasnya !"
"istrinya ? bukankah dia saat ini sedang bersama istrinya ?"
"bukan istrinya yang itu, tapi dengan istri pertamanya !"
"siapa istri Pertamanya !" seketika dongjun langsung tersedak saat menyeruput kopinya yang hampir dingin
"kau tidak tahu siapa istri pertamanya ?!!"teriak dongjun marah, myung soo hanya terdiam dan bingung dengan reaksi dongjun yang mendadak memarahinya
"siapa kalau boleh aku tahu ?"
"miranda !"
"apa !!"
"heisss .. apa kau ini benar teman akrabnya ?"protes dongjun, seketika myung soo terdiam dan mematung saat mengetahui kebenaran yang telah di sembunyikan oleh hajun darinya selama ini.
"sebenarnya tujuanmu buru buru ingin berbicara denganku sekarang ini untuk apa ?" tanya dongjun
__ADS_1
"aku, ingin menyembuhkan ingatan temanku, tapi ternyata .. aku belum cukup mengetahui apa permasalahannya !"
"sepertinya kamu perlu bantuan dariku untuk bisa menyembuhkan ingatan si kunyuk itu ?"
"apa !!?"
"bukan, maksudku ingatan hajun !"
***
waktu terus berlalu sepenggal kata demi kata obrolan mereka terus berjalan, tanpa di rasa malam hampir menemui puncaknya di jam 12 malam, akhirnya mereka mengakhiri pertemuan yang panjang itu dengan membuat kesepakatan dan perjanjian sebelum mengakhirinya.
myung soo telah menceritakan semua pada dongjun mengenai data data dan beberapa pengamatannya yang dia perhatikan pada hajun beberapa waktu lalu dia meminta bantuan dongjun untuk mencarikan informasi atau melakukan penyelidikan tentang hajun untuk membantu pekerjaannya dalam menangani hajun sebagai seorang pasien sekaligus sebagai temannya, sebagai gantinya atau imbalan yang akan myung soo berikan pada dongjun, dia akan membantu apapun yang nantinya Dongjun minta darinya.
***
keesokan harinya myung soo beserta dongjun bersamaan datang ke tempat kerja hajun tepat di jam 1 siang atau tepatnya di jam makan siang hampir usai, seperti perjanjian saat tiga hari yang lalu sebelumnya myung soo sudah menghubungi sekertaris kang untuk meminta konfirmasi kembali mengenai janjinya waktu itu, ia meminta pada sekertaris kang agar hajun mau meluangkan waktunya untuk keperluan medisnya. dan di karenakan jadwal itu sudah di sampaikan oleh hajun pada sekertaris kang sejak tiga hari lalu, akhirnya sekertaris kang langsung menyetujuinya tanpa perlu memberi tahukan kembali pada hajun. beruntung sekali hari itu pekerjaan hajun juga sedang tidak terlalu memadat seperti hari hari biasanya, jadi ada kemungkinan myung soo bisa memanfaatkan waktu itu dengan sedikit leluasa.
"selamat datang dokter myung soo !" ucap sekertaris kang sembari menjabat tangan dengan dokter myung soo, namun saat tangannya hendak menjabat dengan dongjun seketika langsung terhenti begitu saja.
"maaf anda ini .. siapa ya ?" tanya sekertaris kang, seolah wajahnya tidak asing lagi baginya, dia terus memperhatikan wajah dongjun dengan sangat seksama
"dia ini asisten baru saya !"celetuk dokter Myung soo
"asisten baru ?" ulangnya
"akhir akhir ini jadwal saya terada sangat padat, saya sering melakukan pemeriksaan di luar klinik seperti sekarang ini, jadi saya membutuhkan seseorang yang menemani saya !" jelasnya
"oh .. !, kalau begitu silahkan masuk !"
sesampainya di dalam ruangan itu, terlihat hajun tengah sibuk membolak balikkan beberapa dokumen di meja kerjanya.
"selamat siang pak !" ucap dokter myung soo, seketika saja hajun langsung menatap ke arah mereka seraya melepaskan kacamata baca yang sedang ia kenakan.
"siapa ?" tanya hajun seolah tak mengenal mereka berdua, spontan saja dokter myung soo terkejut karena ternyata dugaannya benar benar terjadi, dan tidak meleset sedikitpun
"saya dokter myung soo dan ini asisten saya !"jelasnya
"dokter ? mau apa seorang dokter tiba tiba datang ke kantor saya !?"
"saya datang karena sebelumnya anda adalah pasien saya, dan saya datang ke sini karena memang hendak memeriksa kondisi kesehatan anda !"
untuk sesaat suasana langsung menjadi hening, tak lama kemudian hajun menekan tombol di telfon untuk menghubungi sekertaris kang.
"datang ke ruangan saya sekarang !"ucap hajun dengan suara yang terdengar sedikit ada penekanan nada bicara, dan selang beberapa menit kemudian sekertaris kang masuk ke dalam ruangan hajun.
"ada yang bisa saya bantu pak ?"
__ADS_1
"jelaskan apa semua ini, dan siapa yang menyuruh mereka datang ke kantor ini !"ujar hajun begitu angkuhnya