Love In Silent

Love In Silent
coba mencoba


__ADS_3

namun sebagai sepasang suami istri, kebahagian kami masih terasa sedikit hambar tanpa adanya sang buah hati yang hadir dan akan melengkapi kebahagiaan kami. Meskipun pernikahan kami masih berumur satu bulan tak ada salahnya jika kami sudah menginginkan hadirnya seorang anak di tengah tengah kami, suami istri mana yang tidak ingin segera memiliki momongan jika segala kebutuhannya telah tercukupi dan di rasa sudah sangat mapan dari segi manapun.


Setelah melakukan ibadah sholat tahajut aku memutuskan untuk menemani suami ku di ruang kerjanya sambil melihatnya yang tengah sibuk melihat layar laptop, karena rasa jenuh dan sedikit bosan aku pun mulai sedikit mengantuk dan hingga tak terasa aku tertidur lelap dalam pangkuan suamiku sampai waktu subuh telah tiba.


“sayang !”bisik mas hajun di telingaku dengan suaranya yang lembut


“emm !”gumamku


“ini sudah masuk waktu subuh sayang !”


“emm ? masa si mas ?”ucapku sambil mengucek kedua mataku


“iya sayang, kamu tidur pulas banget tadi !”


“oh ya ?, aku ngiler ngga yang !”


Terlihat mas hajun terkekeh pelan saat melihat wajah ku panik sambil mengusap tepi bibir ku dengan telapak tangan


“iya dikit !”


“hah masa sih mas ?”ucapku makin panik


“nih .. kalo enggak percaya, ada kok buktinya !”ucap mas hajun sambil melirik ke bawah


Dan benar saja saat aku melihat ke bawah di bagian paha mas hajun, terlihat jelas celana kimunonya sedikit basah dan membentuk bulatan kecil sebesar biji kelereng, aku pun sangat malu dan mengusap usap celana suami ku dengan ujung baju milikku agar noda itu segera hilang, namun yang ada justru aku semakin ditertawakan oleh suamiku sendiri, gelagat tawanya semakin membuat ku merasa sangat malu, hingga akhirnya aku sempat ngambek karena mas hajun terus menertawai diriku.


“ih mas jangan ketawa terus dong !”ucapku sedikit merajuk


“loh emangnya kenapa ?, kan lucu !”


“lucu dari mana mas !, ini tuh bikin malu aku tau !”


“engak apa apa kan Cuma ngiler sayang, lagian kan yang lihat cuma aku !”


“tapi kan jorok !”


“ya enggak apa apa, kan kamu udah jadi istri aku, kamu mau ngiler, mau ngorok, atau mau ngompol sekalipun sambil tidur, aku juga enggak masalah kok !”ledeknya


“ih apaan sih mas, enggak lucu ah !, jangan ketawa mulu !”


“ih gitu aja masa ngambek sih yang !"


"habisnya kamu ngetawain aku terus mas !'


"iya iya .. nih udah enggak ketawa !”


“itu masih !”


“mana ?”


“di tahan kan ?”


“enggak kok.. !”


"bohong !"


“udah dong masa gara gara aku ketawain kamu aja, kamu langsung ngambek gitu yang, mending sekarang kita sholat subuh dulu deh !”

__ADS_1


Kemudian aku langsung mangut mangut


“coba sini bibirnya yang tadi ngiler !”


“tuh kan kamu mulai lagi .. emm !”


Seketika mas hajun langsung ******* bibirku dengan cepat, padahal aku baru saja bangun tidur dan belum sempat membersihkan area di sekitar mulutku, namun tanpa ragu mas hajun langsung melahapnya dengan cepat.


“mas aku kan belom gosok gigi !”


“terus kenapa ?”


“ya bau lah mas !"


“sama .. aku juga belum gosok gigi tuh, jadi kita sama sama bau !”


Mendengar kata kata itu spontan aku langsung saja tertawa lirih, entah mengapa sekarang suamiku jago sekali mencari jawaban dari setiap alasan yang aku buat buat.


"mas ..!”


“hmm ?”


“celananya di lepas aja !”


“sekarang ?”


“iya !”


“nanti aja yang !”


“kok nanti sih !”


“iya ikut lah mas !”


“iya makanya lepasnya nanti, masa mau sekarang sih !”


“kamu itu mikirnya kemana sih mas ?”


"loh emang kenapa ?, aku ngomong bener kan ?"


"enggak, memangnya kamu mikirnya apa ?"


“mikiran buat kasih jatah ke kamu lah sayang ku !”


“astagfirullah mas mas.. maksud aku itu bukan yang itu !”


"loh kok bukan, bukannya kamu udah selesai yang !"


"iya memang sudah selesai mas, tapi maksud aku itu bukan yang itu !"


“terus ?”


“maksud aku nyuruh kamu lepas itu celana, supaya kamu ganti celana yang lain, karena celana kamu kan udah ..!”


“kena iler kamu kan ?”


“iya enggak usah di perjelas lagi kali mas !”

__ADS_1


"eh iya iya !, yasudah aku mau ambil wudhu dulu ya sayang !"


"jangan lupa !"


"iya ini tak lepas celananya !"


"ih kok dilepas disini sih mas !" teriakku lagi


"kenapa wong aku lepasnya di depan kamu kok !"


"iya tapi malu ah !"


"halah kamu itu ya kaya masih jadi gadis aja sok sokan malu liat punya aku !"celotehnya mengejekku.


dalam hati aku sangat geram melihat tingkahnya itu, aku pun langsung beranjak dan berjalan ke arahnya, lalu karena sudah gemas ku tarik sedikit belalai gajahnya dan dia pun menjerit karena terkejut, seketika aku pin terkekeh karena melihat reaksinya yang sangat lucu.


"ah aduh !, yang kok di tarik sih !"


"biar makin panjang mas !"


"ih kamu itu ya, udah tau kalau si entong istirahat selama seminggu kamu malah bikin dia bangun !"


"ih apaan sih mas !"


"tanggung jawab !"


seketika aku pun tertawa dan langsung berlari menuju kamar mandi dan bukannya mengambil celananya alih alih mas hajun justru ikutan berlari mengejar ku dengan belalai gajah yang di biarkan bernafas lega menyentuh udara di pagi hari.


***


Tak terasa dua hari telah berlalu dengan begitu cepat, kali ini dan untuk sekian kalinya aku kembali mencoba untuk masuk ke sebuah perusahaan ternama, yang sebenarnya perusahaan yang sedang aku incar ini merupakan milik suami ku sendiri, sebuah kabar gembira kalau aku mendengar ada kesempatan besar lagi untuk aku bisa memasuki perusahaan ternama itu, setelah sempat beberapa kali aku mendapatkan penolakan atas surat lamaran yang aku ajukan, kali ini aku harus berhasil masuk ke sana tanpa sepengetahuan dari suamiku.


“pagi sayangku !”ucap suami ku sambil mengecup lembut di kening ku


“masih pagi mas, tumben kamu sudah rapih mas !”


“iya hari ini aku sedikit sibuk yang, jadi harus berangkat pagi !”


“meskipun sibuk aku tahu kamu itu selalu berangkat jam 9 pagi loh mas !”


“hari ini ada meeting jam setengah sembilan pagi, dan juga ada tes wawancara !”


“tes wawancara ?”ucapku pura pura tidak tahu


“iya sayang, hari ini perusahaan aku mau merekrut karyawan baru secara besar besaran, makanya hari ini aku bangun pagi !”


“oh gitu !, pas banget mas ini sarapannya juga udah jadi !”


“wow.. serius ?”


“iya, tuh udah aku siapin di meja makan !”


“makasih ya sayang, kamu itu memang istri aku yang paling rajin !”


“iya mas !”


“kok kamu bisa pas banget sih yang masaknya, padahal semalam aku itu lupa loh, enggak sempat kasih tahu kamu kalau pagi ini aku berangkat lebih awal dari jam biasanya !”

__ADS_1


“emm .. mungkin feeling seorang istri yang mengatakan mas !”ucapku sedikit bercanda.


__ADS_2