Love In Silent

Love In Silent
Mengungkapkan


__ADS_3

sengatan panas sang surya siang itu tak sedikitpun mematahkan niat kami bertiga untuk beranjak pergi menuju ke kampung halaman rumah kami, entah ini sebuah kebetulan atau faktor kesengajaan, secara tiba tiba di pertengahan jalan, saat aku baru saja tiba di stasiun, tak jauh dari tempatku berdiri, aku melihat ada profesor Hajun yang tengah duduk santai di sebuah kursi panjang, di lihat dari raut wajahnya, sepertinya dia sedang menunggu seseorang yang akan turun dari kereta, kali ini mungkin hanya aku saja yang melihatnya, dan itu merupakan hal baik bagi ku, aku pun memutuskan untuk berlalu begitu saja tanpa mengharapkan dia juga akan melihat ku, atau hanya sekedar menyapa. beruntung kereta tujuanku datang di waktu yang tepat, aku pun langsung naik dan segera mencari tempat duduk kami.


Semenjak hari itu, perasaan ku kepadanya benar benar telah lenyap, dan mungkin hanya tinggal tersisa rasa sakit di dalam hati ini.


perjalan kali ini begitu terasa menyedihkan untuk kami, bagaimana tidak ?, kenyataannya kami harus pergi dari rumah bukan untuk kembali, melainkan meninggalkan untuk selamanya, meski berat rasa hati jika kami harus merelakan begitu banyak kenangan yang terpaksa harus kami tinggalkan begitu saja.


***


berisik dan penuh kata kata makian yang aku dengar dari isi kepalaku, entah itu aku, atau diriku yang lain, mereka semua marah dan mencaci maki bahkan mengutuk diriku. terasa semua emosi sedang bergejolak di dalam otakku dan mendidih di dalam hati ku, namun di sisi lain, di dalam lubuk hati ku yang terdalam, aku merasakan kesedihan yang bergejolak dan ingin memberontak keluar, perlu rasanya jika aku juga mengucapkan kata terimakasih untuk diriku sendiri, karena aku tahu tanpa ada jiwa yang kuat, raga ku ini tidak akan mungkin mampu melangkah sampai sejauh ini, jadi sebesar apapun pengorbanan ku saat ini, aku akan selalu percaya kalau suatu saat nanti aku akan mendapatkan apa yang telah tuhan janjikan kepadaku. meski hati ini merintih kesakitan, namun aku berusaha menutupi dan membalutnya agar tak terdengar atau tak terlihat siapa pun. aku hanya boleh terlihat lemah di depan mataku sendiri dan tidak untuk orang lain bahkan keluarga ku sendiri, aku takut kelemahan ku ini akan menjadi kekurangan ku.


tak ada sebuah pengorbanan yang sia sia semua, akan mencapai kebahagiannya masing masing di waktu yang sudah tuhan kehendaki, dan aku sangat percaya akan hal itu.


***


sore itu langit jogja terlihat sangat indah awan berwarna jingga yang nampak di ujung langit, serta hembusan angin sepoi sepoi semakin menambah kesyahduan suasana sore itu.


tepat saat sang raja hari telah tenggelam, aku telah sampai di rumah nenek, terlihat nenek sangat gembira dan sangat bahagia ketika melihat aku dan kedua adikku kembali datang ke rumahnya.


"assalamualaikum nek !!"ucap ku memberi salam saat masuki rumah nenek


"walaikumsalam !!" ucap nenek bersemangat


"maaf ya nek mira pulang enggak bilang bilang lagi sama nenek !!"


"iya enggak apa apa, nenek justru sangat senang sekali bisa melihat cucu nenek pulang ke rumah ini lagi !!"ucap nenek


seperti biasa setelah kami beristirahat dikamar kami masing masing.

__ADS_1


sejenak waktu hanya untuk melemaskan kembali otot otot tubuh kami setelah seharian menempuh perjalanan yang jauh.


setelah selesai menunaikan ibadah sholat isya nenek pun langsung mengajak kami untuk menyantap hidangan makan malam bersama. setelah selesai makan malam aku sempat berbincang bincang dengan nenek cukup lama.


"nek ada yang mau miranda bicarakan dengan nenek !!"ucap ku sedikit takut


"iya ..??"


"ini mengenai alasan kenapa mira datang lagi ke rumah nenek !"


"memangnya harus ada alasan kalau kamu datang lagi ke rumah nenek ??"ucap nenek


aku menggeleng pelan


ada sedikit rasa takut di hati untuk mengatakan kebenaran itu, namun tidak ada pilihan lain, selain aku harus berkata jujur kepada nenek.


"mm .. mu .. mulai sekarang miranda akan tinggal di jogja sama nenek !!"


"loh bukanya itu kabar bagus, nenek senang loh kalau kalian mau menemani nenek di kampung !!"


"sebenarnya ada alasan lain nek !"


"alasan apa ??"


"alasan.. kenapa saya memilih tinggal di kampung sama nenek ??"


"apa ?"

__ADS_1


"iya .. itu.. sebenarnya ..!!"


"enggak apa apa bilang saja sama nenek !!"


"maafin mira nek, miranda ... terpaksa menjual rumah ayah sama ibu di kota !!"ucapku ketakutan


karena takut nenek marah aku pun langsung menunduk sambil menahan tangis, sekuat yang aku bisa.


dan beberapa saat nenek hanya diam saja ketika mendengar pernyataan ku tadi, di kala aku sedang takut, tiba tiba aku merasakan belaian tangan yang lembut mengusap kerudungku.


"sekarang nenek ini sudah tua renta ... dan cucu nenek juga sudah dewasa .. nenek akan menghargai apapun keputusan kamu, selama itu adalah yang terbaik untuk kalian bertiga, meski nenek tahu kalau rumah orang tua tidak sepantasnya untuk di jual begitu saja, sebuah tindakan adalah cerminan dari kepribadian, karenanya tindakan yang kamu lakukan mencerminkan seorang anak yang tidak mau menghargai harta pemberian orang tuanya !!"tegur nenek pelan


seketika aku langsung di buat menangis tersedu sedu saat mendengarkan kata kata itu dari nenek, aku sadar kalau perbuatan ku, sangat tidak baik dan bahkan sangat sembrono, aku tahu mungkin nenek sangat marah kepada ku ketika aku mengatakan hal itu. namun nenek berusaha menahan amarahnya dan hanya memberikan kata kata yang membuat ku sangat tersinggung sekaligus terenyuh.


sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih kepada orang tua, saat ini aku sangat malu jika harus bertatapan wajah dengan nenek.


"maafkan miranda nek .. mi .. miranda memang anak yang tidak baik, mira berani mengambil keputusan itu tanpa sepengetahuan dari nenek dulu !!"ucap ku seraya menangis tersedu sedu di pangkuan nenek.


"iya kamu memang salah mira, jujur nenek merasa sangat kecewa dengan kamu !, kenapa kamu sampai berani menjual rumah orang tua kamu sendiri, tanpa ada persetujuan dari keluarga !!, selama ini nenek kamu anggap apa nak ?!!"ucap nenek sambil menahan tangis


"iya miranda mengaku salah nek ! mira sudah kehabisan akal, selama ini Miranda terlalu lama hidup sendiri, mira sudah tidak kuat lagi tinggal di sana nek ! miranda takut !!"ucapku sambil menahan tangis ku yang semakin terasa mencekik di dada


"siapa yang bilang kamu hidup sendirian nak, kamu masih punya nenek dan kedua adik mu, kita ini satu keluarga !!"


"miranda minta maaf nek, miranda minta maaf !!"


"kamu masih punya nenek di sini mira, kamu bisa menghubungi nenek di kampung kapan pun itu!"

__ADS_1


"mira tidak mau menjadi beban pikiran nenek, mira hanya ingin terlihat baik baik saja saat di depan nenek !!"


__ADS_2