Love In Silent

Love In Silent
Teka Teki


__ADS_3

sejak awal dongjun telah mengetahui kalau miranda memang tidak tertarik sedikitpun kepadanya, sampai disini dia masih bisa menerima kenyataan itu walau memang terasa menyakitkan, namun jika miranda ingin menjauh dan memutuskan hubungan persahabatan dengannya untuk kali ini dia tidak akan bisa lagi menerima itu dengan mudah.


"sampai sejauh ini aku selalu menepati apapun yang kamu minta miranda ... tapi maaf miranda .. untuk kali ini aku tidak bisa lagi menuruti apa yang kamu mau !" gumam dongjun sambil menatap tajam ke arah miranda yang mulai berjalan semakin jauh darinya.


"baiklah untuk hari ini saja aku akan bertukar profesi menjadi seorang detektif dan cuti mandiri, karena ini demi hatiku yang dari tadi merasa tidak merasa tenang !"


Pada akhirnya dongjun mulai memutuskan untuk diam diam mengikuti kemanapun perginya miranda, perlahan tapi pasti langkah kaki yang sangat ia jaga dengan hati hati telah berhasil mengikuti miranda tanpa diketahui olehnya, sampai sejauh ini miranda tidak merasa curiga bahwa sebenarnya dongjun telah mengikutinya sejak di penyebrangan jalan, dia berhasil membuntuti miranda sampai ke tempat tujuan dimana semua rahasia tersebut tersimpan sangat rapih di dalam rumah itu, saat miranda terlihat mulai masuk ke dalam rumah, dongjun berusaha keras untuk ikut masuk ke dalam rumah dengan sangat hati hati kemudian dia menyelinap masuk ke dalam.


"apa benar rumah ini milik miranda ?, tapi bukankah waktu itu dia pernah bilang kalau rumah yang ia tempati sangat kecil ?!" gumam dongjun agak bingung


belum cukup rasa penasaran yang ia rasakan, dongjun terus menyelinap lebih dalam lagi hingga ia sampai masuk sangat dalam ke rumah tersebut melalui celah celah di sekitar rumah yang sepertinya terlihat aman untuk ia lewati, di dalam rumah itu dongjun terus memantau gerak gerik miranda untuk mengetahui sudah sejauh mana kebohongan yang telah miranda katakan padanya selama ini dan seberapa besar rahasia yang ia simpan sampai saat ini.


saat miranda telah masuk ke dalam ruang tengah seketika dongjun dibuat terkejut setengah mati ketika dirinya melihat ada seseorang yang paling dia kenal tinggal di satu rumah bersama dengan miranda.


"pak hajun !! itu kan pak hajun ! kenapa dia bisa ada di rumah yang sama dengan miranda ?" ucap dongjun keheranan saat melihat hajun tengah duduk bersantai di ruang tv, dan yang lebih mengejutkan lagi saat dongjun mencoba melihat ke arah sekitarnya lalu mencoba mengelilingi setiap sudut ruangan itu dengan pandangannya, lalu kedua matanya terbelalak dan mendadak terpaku pada sebuah foto besar di ruangan itu, tanpa disengaja dia melihat sebuah foto pengantin yang terpajang indah di sudut ruangan yang semakin membuat hatinya terasa seperti terbakar panasnya api.

__ADS_1


"kenapa ada foto pengantin ? bukankah waktu itu pak hajun baru saja mengumumkan kabar tentang rencana pernikahannya !?" namun saat melihat interaksi mereka berdua dongjun sedikit curiga, karena miranda dan hajun kelihatan sedang tidak akur, jadi dia berpikir kalau pernikahan yang mereka berdua jalani adalah pernikahan yang dilakukan atas dasar perjodohan karena terpaksa.


"jadi selama ini miranda telah menyembunyikan semuanya dariku !" gumam dongjun dengan raut wajah yang menunjukkan kalau dia sangat kecewa atas perlakuan miranda kepadanya selama ini.


"dari mana saja kamu ?!" tanya hajun sambil melihat miranda dengan sangat tajam


dari tempat yang sangat dekat dongjun mencoba menguping pembicaraan mereka berdua, namun sepertinya dongjun mengalami sedikit kendala karena saat mereka ada dirumah miranda dan hajun hanya akan menggunakan bahasa indonesia untuk kesehariannya.


"tunggu .. mereka ini bicara apa sih ?! kenapa aku tidak paham sama sekali !" gumamnya


"a .. aku habis dari klinik mas !"ucap miranda gelagapan


"iya " jawab miranda sambil menundukkan pandangannya, dia sama sekali tak berani sedikitpun untuk menatap sepasang mata yang sedang mengintimidasi dirinya secara langsung.


"klinik .. memangnya kamu kenapa ? kamu sakit ?!" ucapnya sedikit agak menyindir

__ADS_1


"aku .. "untuk sesaat miranda kembali terdiam dan tidak jadi melanjutkan perkataanya, di dalam hatinya dia ingin sekali mengatakan pada suaminya kalau sebenarnya saat ini dia sedang hamil, namun karena perasaan takut serta perasaan bimbang yang cukup kuat, akhirnya miranda mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sejujurnya pada hajun, dia takut kalau hajun akan salah paham jika dia tetap mengatakan yang sebenarnya.


"kenapa diam saja, ayo jawab ?!!" bentak hajun, suaranya yang keras membuat tubuhnya yang kecil terperanjak, namun dia masih tetap diam dan terus menundukkan pandangannya.


"oh .. apa dugaanku selama ini memang benar .. !" ucap dongjun seraya mendorong pundak miranda sedikit agak kuat.


"klinik yang kamu datangi itu adalah klinik kandungan !"bisik dongjun di samping telinga miranda, spontan miranda langsung terbelalak dan menatap ke arah hajun dengan genangan air mata yang hampir jatuh dari kedua matanya.


"oh jadi benar kamu datang ke sana ?!" ucap hajun membenarkan


"kalau begitu selamat ya, atas kehamilan mu dengan laki laki bre**sek itu !"


"aku tidak hamil dengan lelaki itu mas, aku sudah mengetahui kehamilan ini jauh sebelum insiden itu terjadi padaku !" teriak miranda sambil menahan tangisnya, namun hajun tidak memperdulikannya lagi, dia pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun ke arah miranda. Sementara itu terlihat dongjun sangat kebingungan melihat adegan itu berlangsung, karena dia tidak paham dengan bahasa yang mereka gunakan jadi dia hanya bisa menyimpulkan dari ekspresi wajah mereka berdua tanpa mengetahui isi pembicaraan yang sedang mereka berdua lakukan.


"ini alasanku mas ... mengapa aku lebih memilih menyembunyikannya darimu walaupun aku tahu kalau anak ini adalah anakmu .. !!" ucap miranda seraya menangis sendirian di ruangan itu, dengan perasaan yang hancur dongjun terpaksa meninggalkan tempat tinggal miranda, di dalam hatinya masih tersimpan perasaan yang mengganjal dari sejuta teka teki yang telah dia susun dari sejak awal tadi dia mulai mengikuti miranda, namun sampai sejauh ini teka teki itu belum juga terpecahkan sama sekali, walau setidaknya hanya dengan menghasilkan sebuah petunjuk yang sedikit jelas untuk membantunya membaca situasi yang sedang terjadi, namun kenyataannya justru semakin dia tahu bukannya semakin dia mengerti tapi malahan dongjun merasa semakin tidak paham dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.

__ADS_1


***


hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi dongjun dan juga miranda, hari ini mungkin akan menjadi kenangan paling kelam yang tercatat dalam hati dongjun, selama ini dia selalu memprioritaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan miranda, dia bahkan selalu berharap suatu saat nanti miranda pasti akan melihat ke arahnya dan menaruh hati padanya, sangat di sayangkan kisah cintanya tidak sesuai dengan harapannya, dia justru merasa dikhianati untuk pertama kali oleh cinta pertamanya sendiri. cinta yang sangat dia dambakan justru telah menghancurkan harapannya dengan semua kebohongan di dalamnya.


__ADS_2