
"ini lah yang membuat aku bingung dan bimbang dengan kamu mira !"
"apa maksud kata kata kamu mas ??"
"rasanya sulit untuk menaruh kepercayaan ini lagi mira !"
"kamu tidak percaya kepadaku mas ?" ucapku kembali terisak
"aku tidak tahu, rasanya hati ku masih sulit untuk menerimanya !"
"baru beberapa menit dan itu belum lama, tadi kamu sudah memelukku dan meminta maaf kepadaku kan mas !"
"aku ingin percaya mira.. tapi rasanya sulit !"
"aku tidak meminta kamu untuk percaya padaku lalu menghilangkan kepercayaan kamu kepada ibu mu mas, aku bahkan sangat menghargainya meskipun aku tahu kalau ibu sangat membenciku, tidak mengapa jika semua anggota keluarga kamu membenci kedatanganku, aku tidak peduli mas.. tapi setidaknya aku mohon sama kamu mas,.. tolong jangan hilangkan kepercayaan kamu sedikit untukku !"
"aku ingin sekali hal itu bisa aku rasakan saat ini, tapi entah kenapa setiap aku ingin mencoba untuk percaya rasanya ada yang mengganjal di hatiku mira !"
aku tidak bisa berasumsi dan langsung menyalahkan mas hajun yang tidak bisa mempercayai aku saat ini juga, mungkin jika aku ada di posisinya saat ini, aku juga akan merasa kesulitan untuk menaruh kembali rasa kepercayaan ku terhadap pasanganku, aku juga tidak bisa menuduh ibu mertuaku sembarangan di hadapan suamiku meskipun saat ini hubungan mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik, sebagai menantu sekaligus seorang istri aku tidak boleh memecah belah keluarga ini lalu membuat hubungan seorang anak dan ibu semakin renggang hanya karena sebuah ego yang ada di dalam diriku, walau sebuah kebenaran dan kenyataan yang sebenarnya ibu menginginkan hubungan pernikahan kami hancur berkeping keping.
tangan ini, bibir ini hanya bisa bergetar menahan gejolak amarah dan berbagai perasaan lain yang tercampur aduk menjadi satu, beberapa hari yang lalu saat ibu datang mengunjungi rumah ini dia mengolok olok diriku dan membandingkan aku dengan wanita lain yang sangat dia idam idamkan yang ia pilih untuk menjadi calon menantunya, dia bahkan secara terang terangan ingin menjodohkan mas hajun dengan wanita karir yang dia pilih untuk menggantikan posisi ku saat ini.
saat mengetahui hal itu seolah olah duri duri telah tertancap cukup dalam di hatiku, meskipun pada akhirnya malam ini rasa pedihnya hati sedikit berkurang dengan pelukan hangat suamiku, kami memilih untuk mengesampingkan sebuah bukti dengan landasan yang tidak jelas itu, saat ini mas hajun mengaku kalah dengan hatinya, namun dia juga tidak akan membiarkan kabar burung itu terus mempengaruhi hatinya, dia juga meminta maaf kepadaku karena dia sudah melakukan hal bodoh dan lebih mementingkan egonya sendiri ketimbang perasaanku, hal yang sama juga aku lakukan agar hati kami sama sama tenang dan agar bisa mulai meredam kobaran api cemburu di hati kami.
***
pagi kembali datang dan aku begitu bersemangat untuk menyongsong hari baikku kali ini.
sampai sejauh ini aku memang belum mengatakan dan jujur dengan suamiku kalau sebenarnya aku sudah bekerja di perusahaannya cukup lama, namun di saat saat aku ingin mengatakannya hatiku takut dan gelisah, mungkin alangkah lebih baiknya aku akan keluar sendiri dari pekerjaaan ini begitu aku hamil nanti, dan semoga saja mas hajun tidak menyadari akan pekerjaan yang sedang aku jalankan untuk seterusnya sampai aku mengajukan surat pengunduran diri.
"selamat pagi !"sapa dongjun
"pagi pak !"
__ADS_1
"pak ?"ucap dongjun sembari mendekatiku
" iya selamat pagi juga pak !"
"pak ??!!! .. kenapa kamu panggil aku pak ?"
"loh kenapa ? bukankah itu cocok untuk panggilan kamu yang sekarang ?"
"aku lebih suka kamu memanggil namaku seperti biasanya mira !"
"aku akan panggil kamu dongjun, tapi kalau kita sedang di luar kantor !"
"hah dasar kau ini !!"
sudah satu bulan berlalu semenjak pak ketua cha pensiun dari jabatannya, meski telah satu minggu jabatan ketua bagian sempat kosong akhirnya kini dongjun lah yang terpilih untuk mengantikan posisi dan jabatan sebagai ketua bagian marketing, baginya ini adalah sebuah mimpi yang paling dia dambakan agar menjadi sebuah kenyataan dalam hidupnya, tak sia sia semua kerja keras dan usahanya yang selama ini dia pertahankan, berkat ketekunannya serta kedisiplinannya dalam bekerja akhirnya dongjun di rekomendasikan sendiri oleh ketua cha untuk mengantikan posisinya saat ini.
sebagai seorang teman yang paling dekat dengannya aku turut berbahagia dengan status kenaikan jabatannya, sekaligus berita ini adalah berita gembira bagiku, karena dengan kenaikan jabatannya aku juga bisa mengurangi waktu bertemu saat bersama dengannya, sehingga dengan aku perlahan menjauhinya aku juga bisa menghindari kejadian salah paham seperti saat waktu itu agar tidak terulang kembali.
"mira !"
"iya pak ada apa ?"
"panggil dongjun saja, ini kan sudah diluar jam kerja !"
"tidak enak rasanya kalau hanya saya saja yang berbicara santai kepada anda !"
"bahkan meski tidak ada orang sekalipun di ruangan ini kamu masih berbicara formal kepadaku !"
"ya ya baiklah !"
"nah gitu dong, btw kamu belum mau pulang ?" ucap dongjun bertanya padaku
"iya, kebetulan aku lembur malam ini sampai sekitar jam 10 malam nanti !"
__ADS_1
"benarkah ? kenapa aku sampai tidak tahu kalau malam ini kamu lembur !!"
"aku memang sengaja tidak memberi tahu kamu kalau hari ini aku lembur !"
"cih dasar ... , aku perhatikan semenjak kita sudah tidak bekerja dalam satu tim lagi sepertinya kamu sering menjauhiku !"
"itu hanya perasaan kamu saja !"
"apa aku pernah melakukan kesalahan ? atau mungkin saja akhir akhir ini saat aku sangat sibuk tanpa sengaja aku membentak kamu karena pekerjaan !"
"tidak kok, kamu bahkan masih saja selalu baik padaku meskipun sekarang kamu adalah atasan ku !"
"tapi kenapa sepertinya kamu marah dengan ku akhir akhir ini , sekarang kamu tidak pernah menyapa ku lebih dulu seperti saat kita sering bersama waktu itu !"
"dongjun pekerjaan ku akhir akhir ini sangat menumpuk, kamu juga merasakannya bukan ?kalau sudah dua minggu terakhir ini pekerjaan kita tidak ada habisnya !"
"iya !"
"nah bagaimana bisa aku bersantai dan sering mengobrol dengan mu seperti waktu dulu kalau mengurus pekerjaan saja tidak ada habisnya !"
"hmm iya kamu memang benar !"
"jadi kamu tahu kan sekarang, kalau aku tidak marah padamu aku hanya mencoba lebih fokus dengan pekerjaan ku agar aku tidak lembur setiap malam karena pekerjaan yang sebelumnya belum aku selesaikan hanya karena asik mengobrol dengan mu !"
"iya mira, maafkan aku ya !"
"its oke !"
"kalau begitu, mau aku temani ?"
"tidak, tidak perlu !"
"kamu sendirian loh mira, aku cuma ingin menemani kamu saja supaya kamu tidak takut !"
__ADS_1