Love In Silent

Love In Silent
Masa Berkabung


__ADS_3

Tak terasa telah satu bulan berlalu aku menghabiskan hari hariku di rumah ini setelah pernikahanku dengan profesor hajun, kini aku tinggal dan menetap di korea dan hidup dengan bahagia bersama suamiku.


Namun di balik kebahagiaan rumah tanggaku yang sedang aku jalani bersamanya, ada saja segelintir manusia yang tidak menyukai kebahagian pernikahan kami, baik itu secara terang terangan ataupun tersembunyi, meski pernikahan kami masih berumur satu bulan tetapi tak jarang ada yang ingin memecah belah hubungan kami, terkadang aku merasa sedikit heran dan bingung dengan mereka semua, apakah selama aku menjadi istri mas hajun, di mata mereka aku tidak pantas meski hanya bersanding atau berdiri di sampingnya, apa mungkin karena aku ini adalah seorang wanita miskin yang secara tiba tiba menikah dengan suamiku yang dia adalah lelaki tampan dan juga kaya raya.


jika mereka semua mengharapkan pernikahan kami hancur hanya karena aku menyerah dengan perkataan kotor yang selalu mereka ucapkan kepadaku, mereka semua salah, sekalipun mereka membenciku dan bahkan sampai mengolok olok diriku, aku tidak akan pernah melepaskan tangan suami ku atau bercerai dengan suamiku, jika bukan suamiku sendirilah yang mau mengakhirinya, justru aku akan semakin menggenggam erat tangan suamiku di hadapan mereka semua.


***


waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun belum juga ada tanda tanda suamiku pulang ke rumah.


brakk.. terdengar suara hentakan pintu dari arah ruang tamu, karena aku sedang sibuk menghangatkan beberapa lauk untuk makan malam, akhirnya aku tidak sempat untuk berjalan menuju ruang tamu, meski begitu aku sudah tahu jelas pembuat suara itu pastilah suamiku.


beberapa saat kemudian aku merasakan aroma parfum daei tubuh seseorang yang sangat khas sekali baunya, siapa lagi kalau bukan aroma tubuh suamiku sendiri yaitu mas hajun.


"sayang !!" ucapnya sambil memeluk tubuhku daei belakang dengan sangat manja


ini adalah kebiasaan suami ku yang selalu dia lakukan secara rutin, entah mengapa setelah pulang kerja dia langsung memelukku meski aku sedang tidur sekalipun dia tetap akan memeluk dari belakang.


"kamu pulang agak awal mas !" ucap ku sambil menumis masakan


"iya sayang, karena hari ini jadwal ku agak luang jadi aku bisa pulang lebih awal !" ucapnya sambil menempelkan pipinya di sebelah pipiku


"oh gitu !"


"oh gitu aja ?"protesnya


aku langsung berbalik dan mencium tangannya


"kok cuma tangan !"


aku tersenyum dan mencium pipinya dengan lembut.


"coba sini !" ucap mas hajun sambil menarik wajahku dan langsung mencium bibirku


"emmm !" jerit ku sedikit terkejut


dengan tingkah polanya dia mulai mencium leherku dan sempat beberapa kali menghisapnya, dengan sengaja dia terus menghembuskan nafasnya yang hangat hingga menyentuh kulitku begitu manja sikapnya sampai sampai aku pun terkadang merasa sedikit kuwalahan saat menghadapinya, namun karena aku masih memasak dan takut masakan ku gosong aku pun mendadak mendorong tubuh suami ku dan membalikkan tubuhku untuk mengecek masakan ku, tapi bukannya menyerah dia justru semakin gemas dan kembali menyerang ku.


"padahal aku belum puas !"ucapnya sambil memalingkan wajahku dan seketika langsung ******* kembali bibir ku dengan lebih liar lagi

__ADS_1


"emmm smmmyng !" jerit ku lagi


"haaah !" desahnya


"sayang kamu emm !!"belum sempat aku selesai bicara dia kembali melahap bibirku dengan lembut


"haah ... !!" terlihat wajah mas hajun mulai memerah hanya dengan beberapa ciuman yang mengairahkan


"mas .. aku lagi masak loh ini, kan bahaya !"


"yang ..!"


"kenapa ?"


"bulanan kamu udah selesai apa belum ?"


"belum mas !"


"kok lama !"


"enggak kok kan paling cuma seminggu !"


"seminggu itu lama sayang !"


"kapan selesainya ?"


"hmm... mungkin besok hari terakhir !"


"kok enggak hari ini saja ?"


"kamu itu kenapa sih mas !" ucapku sambil terkekeh melihat tingkahnya yang sudah seperti anak kecil tengah merengek minta di belikan mainan.


"memangnya aku bisa ngatur kapan aku mau selesainya !"


"aku kangen sayang, pengen itu ituan lagi sama kamu !" rengeknya


"iya aku tahu, kamu yang sabar ya mas !" ledekku


"kalau gitu .. gimana kalau hari ini kita main dulu buat persiapan tempur besok ?!"

__ADS_1


"hah ! jangan ngada ngada deh mas !"


"udah ah ayuk yang !"paksa mas hajun sambil menarik tanganku


"eh tapi ini aku belum selesai masaknya mas !"


"itu gampang, kamu bisa lanjutin lagi nanti kalau urusan kita udah selesai !"


" tapi mas ..!"


tanpa menunggu aba aba dari ku mas hajun langsing membopong tubuhku menuju ke dalam kamar, dengan tatapannya yang mesum itu dia terus memandangiku sambil tersenyum manis, namun seketika saja aku langsung teringat dengan sesuatu yang penting.


"eh mas, kompornya belum aku matikan !"


dan dengan konyolnya suamiku berjalan kembali ke dapur lalu langsung mematikan kompor dengan masih mengendong tubuhku tanpa melepaskannya sedikitpun, dan seketika aku tertawa karena tingkah lucunya itu.


"ya allah mas kenapa sampai segitunya banget !"ucapku sambil terkekeh


"pokoknya malam ini kita harus latihan pemanasan dulu yang, mumpung hari ini aku pulang awal !"


seketika kami berdua tertawa bersama karena kelucuan yang terjadi malam ini.


entah mengapa setiap kali aku melihat suamiku yang tengah melepas sehelai demi sehelai pakaian yang ia kenakan, jantungku langsung berdetak kencang dan terasa sangat berdebar sekali, hingga rasanya sampai ingin meledak ledak di dalam, padahal sampai sekarang ini aku sudah terbiasa dan bahkan hampir melihatnya setiap hari di saat dia sedang tak berbusana apapun, namun rasanya aku masih saja merasa malu dan grogi saat melihat bentuk tubuhnya yang berotot dan sixpack itu.



tubuhnya yang tidak memiliki kekurangan apapun meski ukurannya terbilang tidak terlalu besar namun tidak juga terlalu berisi, tapi bagiku mas hajun adalah pemilik tubuh paling indah yang sekarang ini telah menjadi milikku seutuhnya.


Dan jika di bandingkan dengan tubuhnya mas ade ray aku tetap akan mengatakan kalau mas hajun jauh lebih keren darinya, jadi wajar saja jika aku tidak rela bahkan akan sangat cemburu kalau ada wanita lain yang sampai memandangi suamiku dengan tatapan yang seolah olah dia sangat menginginkan suamiku.


***


kulihat wajah mas hajun sudah memerah, mungkin karena kulitnya terlihat putih jadi jika ada perubahan warna di wajahnya akan sangat terlihat jelas sat di lihat, tangannya yang kekar itu perlahan lahan mulai melepaskan dasi yang melingkar di lehernya, kemudian jari jemarinya yang panjang mulai melepas kancing kemejanya satu persatu di hadapanku yang sedang berbaring di kasur sambil terus memandanginya dengan seksama.


"sayang !"


"hmm !"


"kamu jangan lihatin aku seperti itu !"

__ADS_1


"kenapa ?"


"karena kalau kamu lihatin aku seperti itu, aku jadi semakin ingin melakukannya hari ini juga !"


__ADS_2