
Keluarga Woodard dan Violet masih menunggu, saat ini Ayana sedang dioperasi, Nicky mendapat pesan dari Sky saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang.
Sky sangat terkejut saat mengetahui Ayana akan melahirkan, dia terpaksa meninggalkan pekerjaanya dan meminta Harris untuk mengambil alih.
Ayana sudah berada di ruang operasi, tentu saja dia benar-benar gugup dan takut karena Sky tidak berada di sisinya, tapi pesan yang pemuda itu kirim membuatnya sedikit lega, paling tidak Ayana tahu bahwa suaminya akan segera datang.
Mark Woodard menemui Ayana yang terbaring, sebentar lagi para dokter akan segera membiusnya.
"Ayana ...!" Mark berkata lirih pada putrinya, pria paruh baya itu sangat prihatin dengan keadaan putrinya.
Putri kesayangannya itu terlihat begitu pucat, Mark merasa sakit melihat Ayana yang sangat menderita, pria itu mengingat kembali mendiang sang istri yang sudah meninggal, Mark juga mengalami ketakutan yang sama saat ibu Ayana akan melahirkan putra pertamanya yaitu Nicky.
"Ayah ...!" Ayana mengulurkan tangan, Mark menyambutnya dengan menggenggam tangan sang putri.
"Ayah, aku ingin meminta maaf padamu, aku akan melahirkan, aku harap ayah mau memberikan dukungan padaku," ucap Ayana air matanya sudah menetes.
"Tentu, Ayah akan memberikan dukungan kepadamu."
"Aku ingin ayah menerima kedua bayiku, mereka putraku, cucumu, dan tolong jangan pisahkan aku dengan Sky!" Ayana memohon pada ayahnya.
__ADS_1
"Jangan memaksaku, Ayana! Ayah hanya ingin kau bahagia, aku ingin yang terbaik untukmu."
"Aku bahagia, mereka yang terbaik untukku, mereka adalah kebahagiaanku." Ayana masih berusaha meyakinkan ayahnya.
"Ayah sudah berjanji pada Purrot," ucap Mark datar.
"Aku akan bicara pada Nara. Kumohon pikirkanlah! Kau tidak akan tega memisahkan aku dengan kedua bayiku." Mark tampak berpikir, tentu saja seorang anak akan lebih baik jika tetap bersama ibunya.
"Baiklah akan ayah pikirkan lagi." Ayana memeluk ayahnya yang duduk di tepi ranjang yang dia tempati.
"Terima kasih, Ayah!" ucap Ayana dengan suara bergetar menahan tangis.
"Berjuanglah, Nak!" ucap Mark sambil menghapus air mata Ayana.
Kriet ...
Ayana membulatkan mata, senyumnya mengembang. "Sky?!" seru Ayana, dia menyambut Sky dengan pelukan, sedangkan Sky mengecup keningnya lama.
"Maafkan aku!! Setelah Nicky mengirim pesan aku segera datang ke sini, kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal?" Ayana membaca gerakan tangan Sky, pemuda itu tampak kelelahan.
__ADS_1
"Tidak apa, aku baik-baik saja, aku tidak ingin membuatmu cemas." Ayana mengusap pipi kanan Sky dengan tangan kirinya, dan Sky mengecupnya.
"Aku senang kau sudah kembali, aku sangat gugup dan takut, tapi sekarang aku tidak takut lagi karena kau akan ada di sisiku." Sky mengusap perut Ayana dengan sayang.
Seperti yang Sky janjikan, saat persalinan Ayana pemuda itu berada di sampingnya, dia memberi semangat tak hentinya pada sang istri, semua orang merasa cemas termasuk keluarga Violet, para sahabat Ayana juga hadir, mereka hanya berharap Ayana dan kedua bayi kecilnya bisa selamat.
Proses persalinan Ayana berjalan lancar, Sky merasakan haru yang luar biasa saat melihat kedua bayi mereka lahir, tetapi tetap saja ada kesedihan yang dirasakan pasangan muda tersebut.
Satu dari bayi mereka tidak sempurna, bayi bungsu Ayana dan Sky lumpuh di bagian kaki secara permanen jadi bayi itu tidak dapat berjalan untuk selamanya.
"Maafkan aku, Ayana! Aku menurunkan kekuranganku pada putra kita." Sky menangis, sedangkan saat Ayana masih syok dengan kenyataan tersebut.
"Kau pasti sangat kecewa, tapi kumohon sayangilah dia! Kau juga tahu jika bisa memilih aku tidak ingin salah satu dari mereka lahir dengan kekurangan." Air mata Sky menyadarkan Ayana betapa terlukanya pemuda itu.
"Sayangku, maafkan aku! Kau pasti terluka, aku tidak akan membedakan mereka percayalah! Justru dialah yang harus mendapat kasih sayang lebih dari kita berdua." Ucapan Ayana membuat Sky bahagia, dia hanya takut jika bayinya yang cacat mendapat perlakuan yang sama seperti dirinya, dibuang, diabaikan dan tidak dianggap.
"Aku akan menanamkan rasa kasih sayang di antara mereka," ucap Ayana dengan tulus.
TBC
__ADS_1
See you next chap
I Love you all 💕💕💕