
Untuk sejenak hajun merasa bahwa kali ini adalah kesempatannya untuk mendesak dan memojokkan calon pengantin yang satu ini dengan menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya, namun disisi lain ia tak ingin amarahnya menguasai isi pikiran serta hatinya begitu saja, sampai akhirnya bertindak dengan gegabah.
"aku hanya teman di masa lalunya !" jelas hajun mencoba menutup nutupi, namun sepertinya yusuf tidak mudah percaya perkataannya dengan mudah.
"teman ?"ucap yusuf masih meragukannya
"dulu aku ini senior yang cukup dekat dengan miranda di kampus !"
"oh benarkah ?!, syukurlah kalau begitu"
"ya ? maaf ?"
"ah bukan apa apa, saya kira anda ini mantan suami miranda, jadi saya sudah merasa panik duluan tadi !" sontak saja hajun merasa terkejut dan sempat syok saat mendengar yusuf berkata secara transparan seperti itu.
"ah .. mantan suami ?, bagaimana anda bisa tahu ?"ucap hajun membalas kata kejut yang baru saja dia terima
"ya ?!" untuk sesaat yusuf langsung terbelalak dan kebingungan
"ahaha .. Tidak, saya hanya bercanda !"
"hahaha anda bisa saja !"
"sepertinya perbincangan kita sampai disini saja karena saya sudah harus pergi sekarang !" ujar hajun setelah meneguk segelas teh hangat.
"kenapa buru buru sekali !" cegat yusuf
"iya, karena pekerjaan saya sudah menunggu, jadi saya harus kembali !"
__ADS_1
"oh baiklah, terima kasih sudah berkunjung, saya harap anda akan datang ke pesta pernikahan kami nanti minggu depan !"
"saya permisi !" ucap hajun sembari tersenyum tipis pada yusuf, dan pada akhirnya hajun pergi dengan perasaan yang berantakan dan kacau, kali ini dia benar benar telah hancur, meskipun dari awal dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, namun dia masih tak menyangka kalau miranda akan menikah dalam waktu yang sangat singkat seperti ini. Padahal masih ada sejuta kata yang belum sempat ia sampaikan untuk terakhir kalinya sebelum dia merelakan kepergian miranda dari kehidupannya.
***
Malam harinya hajun tak dapat tidur dengan nyenyak dia terus merasa gelisah dan jantungnya terus berdegup dengan kencang, meski dia sudah berusaha memaksakan diri untuk memejamkan kedua matanya, namun telinganya terus saja mendengar suara detak jantungnya sendiri.
"sepertinya aku butuh udara segar !" gumamnya, langsung saja hajun segera bangkit dari tempat tidurnya dan menepis selimut tebalnya lalu mengambil jaket tipisnya, meski suhu udara di indonesia tidak sedingin di korea akan tetapi udara malam tetaplah tidak baik untuk tubuh yang sedikit agak meriang, meskipun fungsinya hanya untuk sekedar menampik udara malam agar tidak langsung mengenai kulitnya, tapi rasanya cukup untuk menghangatkan kulit yang sedang sensitif dengan udara ataupun angin malam.
"huh .. Jadi seperti ini kota pekalongan di jam 12 malam !"gumam hajun saat berjalan jalan di alun alun di pekalongan
"terlihat sepi, tapi juga tidak terlalu sepi, yah .. cukup menghibur !"gumamnya sambil tersenyum tipis, berbeda dengan di korea di pekalongan jam 12 malam relatif lebih sepi di bandingkan dengan di korea, di korea jam tengah malam masih terasa sangat ramai orang orang berlalu lalang di jalanan, sedangkan di tempat ini agak sepi dan hanya ada beberapa anak anak muda yang masih nongkrong di warung kecil pinggiran jalan, meskipun begitu suasananya masih sangat cocok untuk menikmati udara malam dan menenangkan pikiran yang kacau.
***
Tak terasa hajun telah melewati hari hari membosankan dengan rasa kecewa yang terus bertambah seiring bertambahnya hari mendekati hari pernikahan miranda, hujan sengaja tidak kembali pulang ke korea dan menungggu hari pernikahan itu tiba, dia ingin mengucapkan kata kata bahagia untuk miranda sebelum akhirnya dia akan benar benar pergi dari kehidupan miranda untuk selamanya. tepat di hari ini adalah satu hari menjelang pernikahan miranda, bahkan sampai detik ini hajun belum sempat melihat anak kandungnya dan seperti apa wajahnya, akhirnya hajun memutuskan untuk memberanikan diri mengirim sebuah pesan email pada miranda dan berharap dia mau membacanya sebelum miranda memutuskan untuk berpaling darinya.
"walaikumsalam" balas miranda
"maaf sedikit menganggu, sebenarnya saya hanya ingin meminta satu permintaan kecil darimu sebelum aku pergi, bolehkah aku melihat wajah anakku untuk sekali ini saja, karena rasanya sangat sulit ketika aku merindukannya yang bahkan aku sendiri belum pernah melihatnya dengan jelas seperti apa wajah anak kita !" satu menit dua menit hingga lima menit telah berlalu nampaknya miranda kembali mengabaikan pesan hajun seperti biasanya.
"seperti biasa aku selalu berharap lebih, padahal kamu sudah tidak peduli denganku lagi !" gumam hajun lirih, dan beberapa saat kemudian pesan email kembali masuk dan ternyata miranda mengirimkan beberapa foto terbaiknya dari anak itu baru lahir sampai dia tumbuh seperti sekarang ini.
"terima kasih mira, aku tidak akan melupakan kebaikanmu, aku suka dengan semua foto ini, ternyata anak kita laki laki yang tampan lucu dan sekaligus mengemaskan .. Aku pasti akan bertanggung jawab dengan anakku, karena dia juga masih menjadi bagian dari hidupku, aku berjanji akan terus mentransfer uang untuk menunjang kehidupan anak kita ! Oh iya selamat untuk hari yang bahagia untukmu mira, semoga dia adalah lelaki yang tepat untukmu dan mampu membahagiakanmu sampai tua nanti !"
Begitulah pesan terakhir dari hajun, ada sedikit kesan yang sulit untuk terlupakan bagi miranda dia bahkan terus mengulang membaca pesan dari seseorang yang sampai sekarang ini masih berkesan di hatinya. Jika dia mampu untuk berkata jujur, mungkin dia akan mengatakan bahwa di dalam lubuk hatinya masih ada hajun seorang yang paling dia cintai.
__ADS_1
***
Ketika matahari berwarna jingga di ujung barat miranda tengah duduk berdua dengan yusuf di bangku belakang rumahnya sembari memangku anaknya.
"yus aku punya sedikit pertanyaan !" ujarnya ragu ragu
"tentang apa ?"
"ini tentang temanku !"
"temanmu yang baru saja datang itu ?"
"bu...bukan ini tentang teman lamaku tapi bukan lelaki itu !"ucap miranda gelagapan
"oke .. Jadi apa yang mau kamu tanyakan ?!"
"tapi ini menyangkut perihal perasaan, apa tidak masalah ?"
"iya tanyakan saja !"
"menurutmu perasaan yang benar benar tulus itu seperti apa ?"
"mudah saja !" ucap Yusuf dengan santainya
"mudah ?" ucap Miranda sembari memiringkan kepalanya sambil menatap kebingungan.
"setiap hati lelaki itu sulit untuk di jelaskan dengan kata kata, bahkan pandangan matanya saja masih bisa menipu jika dilihat dengan sekejap mata !"
__ADS_1
"lalu bagaimana kita bisa membuktikan kalau orang itu benar benar tulus ?"
"cukup tatap kedua matanya dalam dalam dan rasakan dengan hatimu, kalau itu masih kurang lihatlah ketulusan itu dari sudut pandang usahanya untuk bisa mendapatkan hati seseorang yang dia sukai !" jelas yusuf