Love In Silent

Love In Silent
Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_3

"maaf .. "


sesaat aku kembali terdiam sembari memikirkan apa yang harus aku katakan, agar aku tahu kalau dia benar benar mengutarakan isi hatinya atau kali ini dia hanya sedang mempermainkan perasaanku lagi.


"tapi sepertinya saya tidak bisa prof !!"ucap ku dengan nada lugas


"kenapa ? apa ada yang kurang dari saya ??atau ada kata kata yang membuat hati mu tersinggung !!"


"tidak ada!, jujur saya sangat senang ketika anda menyatakan perasaan anda kepada saya, tapi rasanya hati saya belum bisa menerima anda !!"


"apa yang membuat hati kamu tidak bisa menerima saya mira ?"


"entahlah, saya sendiri juga tidak tahu !"


"sedikit saja tolong beritahu aku, sekiranya saya hanya ingin tahu, kalau alasannya memang sangat berat bagi mu, maka saya janji sama kamu mira, saya tidak akan menganggu hidup kamu lagi bahkan saya akan benar benar menghilang dari pandangan mu !!" ucapnya dengan kedua mata yang telah berkaca kaca


"maafkan saya prof .. tapi saya memang tidak bisa mengatakannya !!"ucap ku


terlihat wajah yang sangat kecewa tengah menatap ku saat ini, tak kuat aku melihatnya lagi, akhirnya aku memutuskan untuk segera beranjak pergi.


kalau begitu saya pergi dulu prof dan sekaligus saya minta maaf ..! "

__ADS_1


sakit memang sangat sakit, sakit yang bahkan tak kuat untuk menahannya di hati, meski berat, akhirnya aku pergi meninggalkannya, namun belum sempat aku melangkah jauh darinya, seketika aku mendengar profesor mengatakan sebuah kalimat yang indah dan menyentuh lubuk hatiku, dan kalimat itulah yang membuat ku kembali berpaling ke arahnya, memandangnya kembali dan menahan langkahku yang seolah memberontak ingin segera pergi dari tempat itu.


"sebenarnya aku menginginkanmu,


namun aku memilih untuk diam ..sebenarnya aku sudah lama jatuh cinta denganmu,


namun aku memilih untuk diam.. sebenarnya aku ingin mengatakan .. kalau aku ingin selalu di sampingmu, namun aku memilih untuk diam .. !"


"aku memilih untuk diam, dan memendam rasa ini dalam dalam.. kubiarkan waktu yang akan menuntunku menuju mu, atau bahkan menjauh darimu .. kubiarkan hati ini untuk memaknai dan memahami bagaimana rasanya mencintaimu dalam diam .. aku memilih diam, untuk memintamu dalam doaku ..namun tuhanku tidak pernah menjawab doa doaku, justru tuhanmu lah yang menuntunku terus berjalan sampai sejauh ini .. hingga aku tahu apa artinya sebuah cinta ini .. cinta yang datangnya dari sang maha cinta allah ta'ala.. dan cinta itu datangnya melalui kamu !"


terdengar suara isak tangis profesor saat mengatakan kalimat itu, aku pun langsung berpaling dan memandang wajahnya yang sudah basah karena air mata, terpancar dari matanya kalau dia benar benar tulus dalam mengatakan semua ucapannya, dan tanpa sadar aku juga ikut merasakan apa yang dia rasakan saat ini, begitu aku mendengar nama allah darinya, air mataku menetes dengan sendirinya, seolah hatiku telah di ketuk keras oleh kata kata itu, entah mengapa aku merasa begitu bahagia, saat mendengarnya mengatakan nama tuhan ku di hadapanku, sontak aku pun ikut menitikkan air mata saat melihatnya menangis terisak sambil memandang ku yang berdiri tak jauh darinya.


sontak hatiku sangat terenyuh dengan beberapa kalimat yang keluar dari ucapan profesor saat itu, air mataku terus menetes keluar begitu mendengar kata kata indah yang baru saja aku dengar..


dari mana dia tahu itu semua .. dan sejak kapan dia mulai mengenal tuhan ku, itulah pertanyaan yang terlintas di dalam benak ku saat ini.


"sejak kapan anda ..?!! " ucap ku terbata bata


"sejak aku mengenal tuhanmu, aku jadi tahu kalau cinta itu sebenarnya sangat indah di rasakan, jika dilandasi oleh cinta kita pada pemiliknya ..!! " ucap profesor hajun sambil berlinangan air mata, namun dia masih saja belum menatap ke arah ku, pandangannya masih lurus ke bawah sambil berusaha menahan air matanya yang terus jatuh bercucuran.


kedua matanya sampai memerah karena begitu deras air mata yang keluar dari pelupuknya, sempat beberapa kali profesor memalingkan wajahnya untuk mengusap air mata, namun sangat jelas terlihat dari wajahnya kalau tersimpan sejuta kata yang sebenarnya ingin dia sampaikan kepadaku, namun dia terus menahannya hingga yang keluar adalah air mata.

__ADS_1


jarak kami berdiri tidaklah jauh mungkin hanya berjarak sekitar 7 langkah, namun rasanya untuk mendekat satu sama lain, terasa sangat sulit dan kami tidak bisa sama sekali, meskipun itu hanya satu langkah.


"maafkan saya, karena baru bisa mengutarakan isi hati saya yang sudah lama saya pendam, setelah begitu lama waktunya yang telah kita lalui bersama .. hari ini aku baru bisa memantapkan perasaan ku untuk menyatakannya di depanmu, tapi percayalah mira ! kalau apa yang saya ucapkan adalah benar adanya .. sekarang saya sudah menjadi mualaf, tapi mengenai keputusan mu untuk menerima saya atau tidak, itu semua ada di tangan mu, saya tidak akan memaksa mu untuk menerima saya hanya karena saya sudah menjadi mualaf ..!"jelasnya


setelah mengatakan kata kata terakhirnya, profesor mendadak melangkah pergi dan meninggalkanku dengan raut wajah yang penuh dengan kesedihan.


aku tak cukup mahir dalam menyampaikan segala hal tentang perasaan. itulah sebabnya aku masih mencintainya dalam diam, aku merasa resah jika dia tiba tiba menghilang, aku gelisah jika dia menghindar dan menjaga jarak, namun tidak untuk hari ini ..


dengan langkah tertatih tatih aku berlari mengejarnya sambil berlinang air mataku, berharap semoga tuhan masih mau mendengar doaku, semoga dialah satu satunya orang yang aku sayang dan akan selalu ada di sampingku sampai maut memisahkan kami.


hingga sampai aku terasa sangat dekat dengannya, ku ulurkan tangan ini dan ku raih lengan bajunya.


mata kami saling bertaut kembali, air mata semakin deras terasa mengalir dari kedua mata kami, untuk sesaat aku hanya diam dan berusaha menahan tangis ku.


"allah tuhan ku telah menuntun anda menggapai cintanya .. lantas .. mengapa saya yang hanya seorang mahluk ciptaannya, harus menolak cinta sesama makhluknya untuk berjalan meniti bersama, menjemput cinta darinya !! " ucap ku sambil masih terisak


detik itu juga setelah aku mengatakan kalimat tersebut, terdapat rasa lega yang teramat sangat di dalam hati ini.


"saya tahu kamu tidak mungkin mengingkari apa yang tadi kamu katakan pada saya !! " ucap profesor menangis sambil memandang ku dengan bahagia.


setelah perpisahan yang cukup lama, berbulan bulan lamanya, ini kah jawaban dari doa doaku selama ini, terima kasih ya tuhan engkau kirimkan satu penjaga hati untukku, engkau pertemukan kami kembali dalam keadaan sudah satu keyakinan, dan air mata bahagia ini semoga akan selalu menjadi air mata kebahagian di setiap jengkal hidupku.

__ADS_1


__ADS_2