Love In Silent

Love In Silent
Renggang


__ADS_3

Sesampainya di dalam ruangan mas hajun langsung membalikkan badannya dan melemparkan sebuah foto yang ia genggam dari tadi langsung ke wajahku.


"lihat itu !!"


aku pun memungut foto itu untuk melihat siapa sebenarnya yang ada di dalam foto itu


"apa itu pantas kamu tunjukkan kepadaku ?!!" teriak mas hajun sangat marah kepadaku


sontak aku tidak bisa berkata apa apa saat melihat foto yang sangat tidak senonoh itu, aku hanya bisa menangis terisak karena kejadian itu memang benar, tapi aku tidak berfikir akan sampai sejauh ini, andaikan hari itu aku bisa memahami makna kata yang ia katakan hari itu, pasti aku akan meminta pertanggung jawabannya.


aku tidak tahu kalau ternyata malam itu telah membawa bencana yang begitu mengerikan di hari ini, setahu ku saat malam itu terjadi, aku tidak berbuat sampai sejauh itu, karena yang aku ingat malam itu aku sangat mengantuk dan tidak bisa mengendalikan rasa kantuk itu, seolah olah ada yang sengaja membuat rencana agar aku berakhir dengan lelaki itu.


"katakan padaku siapa lelaki itu !"


"aku .. tidak tahu mas !"


"untuk apa kau berbohong .. cepat katakan padaku siapa lelaki itu kenapa .. dia bisa tidur dengan mu !!"


"aku benar benar tidak kenal dengan lelaki ini mas !!"


"katakan !!!!" teriaknya


seisi ruangan langsung diam dan membeku, tidak hanya aku bahkan semua asistennya juga ikut terdiam melihat mas hajun marah besar kepadaku.


"kalian semua keluar, kecuali wanita j*lang ini !"


"apa !!" seketika air mataku menetes begitu saja saat mendengar kata kata yang tidak seharusnya keluar dari mulut suamiku.


"jujur aku memang tidak tahu siapa lelaki itu mas, malam itu aku hanya datang ke undangan eunmyeong ke hotel shilla untuk makan malam bersama, lalu setelah makan malam itu selesai, secara tiba tiba aku merasa sangat mengantuk yang tidak tertahankan dan saat aku sedang berjalan keluar aku pun bertemu dengan lelaki itu !"


"sekarang aku tanya .. apa kau benar benar tidur dengan lelaki itu ?!!"


"aku tidak ingat mas !"

__ADS_1


"oh jadi kau tidak mau mengaku !"


"sungguh mas aku tidak berbohong sedikitpun sama kamu, aku benar benar tidak ingat apa yang terjadi di malam itu, karena saat aku kembali tersadar di pagi harinya tiba tiba aku sudah ada di kamar lelaki itu, tapi aku sangat yakin kalau malam itu dia tidak melakukan apapun kepadaku mas !"


"tidak melakukan apa maksud kamu hah !!, jelas jelas di dalam foto itu dia sedang ada di satu selimut denganmu dan dia juga tidak memakai baju kan !! kamu lihat sendiri di foto itu !"


"dia sengaja memotret ku di saat aku sedang tidak sadarkan diri mas, mungkin ... itu jebakan mas .. pasti ada seseorang di balik kejadian ini dan dia sengaja melakukannya kepadaku !"


"dasar wanita murahan, sudah jelas salah masih saja mengelak dan menyalahkan orang lain !"


"mas .. aku menyangkal dan menyalahkan orang lain saat ini, karena memang aku tidak pernah merasa melakukan perbuatan itu sedikitpun mas !"


"kamu pikir aku percaya begitu saja dengan omongan kamu mira !"


"mas kita ini suami istri .. seharusnya diantara kita harus saling percaya kan !"


"percuma .. percuma kamu bersikeras mengatakan kalau kamu tidak melakukannya, semua itu percuma, karena aku hanya percaya dengan apa yang jelas terlihat di depan mataku saja !"


"kenapa .. kenapa mas ?!"


"aku sudah berkata jujur mas .. aku benar benar sudah mengatakan sejujurnya sama kamu !"


"jujur ?.. kalau kamu jujur buktinya mana ?!"


aku hanya terdiam dan membisu, karena aku memang tidak memiliki bukti yang kuat untuk ku perlihatkan kepadanya.


"buktinya saja kamu berbohong tentang pekerjaanmu kan, ternyata kamu membohongi aku dengan percaya dirinya kamu bekerja di perusahaan ku tanpa sepengetahuan dariku !"


"kenapa mas ? apa aku salah jika bekerja di perusahaan mu, apa selama aku bekerja di sini, aku sudah membuat kerugian besar di perusahaan ini ?"


"tidak usah mengalihkan pembicaraan, selesaikan dulu perkara mu ini setelah itu baru kamu bisa menemui aku lagi, dan jangan harap kamu bisa bicara denganku atau bertemu denganku sebelum kamu membuktikan kalau kamu tidak bersalah !"ucapnya sembari meninggalkan aku


"in sya allah aku akan buktikan mas !"ucapku bergetar

__ADS_1


"bawa wanita itu keluar dan pecat dia dari perusahan ku !"


"baik pak !"


***


hari ini aku telah gagal, gagal dalam semua hal yang sudah sejak beberapa waktu lalu telah aku susun dan rencanakan sedemikian rupa, belum sempat aku menyampaikan kabar kehamilanku hari ini justru kemalangan yang lebih dahulu menimpaku, mungkin ini adalah takdir yang telah tuhan tentukan untukku, dan jika takdir tuhan sudah di tentukan maka aku bisa apa sekarang, lewat peristiwa naas yang terjadi di malam itu menjadikan sebuah kerenggangan dalam hubunganku dengan suamiku. Kesalahpahaman telah menghilangkan akal sehatnya sehingga dia terlalu terburu buru dalam berburuk sangka kepadaku dikarenakan dorongan dari emosi yang telah menggebu gebu. meskipun saat ini aku yang telah terpojok dan seolah ini semua adalah mutlak kesalahanku, sedikitpun aku tidak akan pernah menyalahkan diriku sendiri atau orang lain, karena musibah ini sudah pasti di datangkan oleh tuhan untukku, namun aku juga tidak boleh menyalahkan ketentuannya hanya karena saat ini aku merasa sakit hati dan jengkel, yang harus aku lakukan saat ini adalah hanya cukup dengan bersabar serta berusaha untuk segera menemukan bukti yang sangat kuat untuk membuktikan kalau aku memang tidak bersalah.


***


aku berjalan menuju meja kerjaku dengan tatapan mata yang kosong, segera ku ambil sebuah kotak untuk mengambil semua barang milikku di meja kerja.


"mira !"panggil dongjun untuk beberapa saat aku tidak langsung menoleh dan tetap terus merapikan barang-barang ku lalu memasukkannya ke dalam kotak


"kenapa kamu lama sekali, apa ada sesuatu yang terjadi ?"


aku hanya diam saja dan tidak menghiraukannya


"mira .. ayo jawab .. kenapa kamu mengemasi semua barang milikmu ? apa kamu di pindahkan ke bagian lain ?"


"tidak, kali ini aku di pecat !"


"apa !! di pecat ! apa karena hanya sebuah foto tadi ?" tanya dongjun memastikan, dan aku pun mengangguk pelan


"tidak bisa, kamu tidak boleh pergi dari sini, aku akan bicara dengan .. "


"tidak usah .. !"ucapku langsung memotong pembicaraannya


"tidak usah bagaimana maksud kamu mira ? jelas jelas kamu di pecat hanya karena hal sepele seperti itu !"


"aku memang telah membuat kesalahan, dan aku pantas mendapatkan perlakuan seperti ini dongjun !"


"tidak mira, menurutku pak manager terlalu ikut campur dalam urusan pribadimu, makanya aku akan meminta sedikit keadilan disini sekarang !" ucap dongjun bersikeras ingin menolongku

__ADS_1


"tidak usah dongjun !!!" ucapku membentaknya


__ADS_2