
Tanpa perlu berlama lama setelah si ibu pergi dengan menaiki taksi akupun langsung menuju ke hotel yang ada di sebrang jalan, hanya perlu berjalan beberapa langkah akhirnya aku sampai di hotel tersebut.
"selamat malam, selamat datang di hotel kami !"
"saya mau pesan satu kamar !"
"baik, tunggu sebentar .. !"
"ya "
"kebetulan masih banyak kamar yang kosong di hotel kami, untuk kamarnya ada beberapa macam seperti suite room tersisa 2 kamar, kemudian singel room masih ada 5 kamar, deluxe room ada 2 kamar, dan standar room ada 4 kamar, jadi total masih ada 13 kamar yang masih kosong, anda ingin kamar dengan tipe apa kak ?!"
"saya akan ambil yang singel room saja 1, untuk 2 hari satu malam !"
"baik ! silahkan ini kunci kamarnya !"
"terima kasih !"
"sama sama, semoga anda menikmati waktu beristirahat di hotel kami !" aku kembali tersenyum dengan pelayanan ramah yang sudah lama tidak aku rasakan saat di korea
"hah ... memang ya tinggal di negara sendiri jauh lebih enak dan nyaman ketimbang di negeri orang lain !"gumaku sambil berjalan menuju ke lorong kamar.
sampai saat itu kembali tak disadari oleh miranda, lelaki yang terus mengikutinya masih saja mengamati miranda sampai ke dalam hotel.
terlihat seorang lelaki asing mulai mendekati resepsionis dan memesan kamar yang tak berjauhan pula dengan kamar yang sudah dipesan oleh miranda, namun sampai saat ini miranda belum menyadari jua kalau ternyata ada seseorang yang terus mengikutinya dari korea sampai di indonesia.
"bagaimana perkembangannya sekarang !" terdengar suara yang tak asing di dalam telfon genggam lelaki itu
"masih aman aman saja, saat ini dia sedang menginap di hotel selama dua hari satu malam !"
__ADS_1
"bagus, terus ikuti dia dan seperti biasa laporkan setiap perkembangannya kepadaku !"
"baik, tapi sejauh ini dia tidak bertemu dengan lelaki yang anda maksud seperti yang ada di foto ini !"
"maksud kamu Mr. R ?!"
"iya !"
"hmm baik, lanjutkan saja tugas kamu, terus amati dia dan jangan sampai lengah sedikitpun !"
"baiklah !" lagi lagi telfon kembali langsung di tutup begitu saja. dari balik kaca ruangan itu samar samar terlihat dongjun sedang berdiri sembari terus memegang ponselnya dengan raut wajah yang nampak gelisah dan sangat muram
"jadi dimana sekarang Mr. R berada, dan siapa dia sebenarnya !?" gumam dongjun, ternyata selama ini diam diam dongjun sudah menyusun sebuah rencana untuk membongkar kejadian yang di alami oleh miranda, meski saat ini miranda terlihat sudah baik baik saja dan tidak pernah mengeluhkan tentang permasalahan peristiwa hari itu, namun hati dongjun masih mengganjal dan tidak bisa tenang saat memikirkannya.
sore itu sepulang dari kantor dongjun kembali menyusup ke dalam rumah hajun, beruntung kondisi rumah masih terlihat sepi dan sepertinya tidak ada seorangpun yang ada didalam rumah, kemudian dongjun mengamati setiap tata letak cctv yang ia lewati di setiap ruangan, lalu dengan segera mencari ruang kontrol di rumah tersebut, tak perlu lama baginya untuk menemukan sebuah ruangan itu, segera setelah menemukannya dia manipulatif rekaman cctv tersebut dengan memotong beberapa bagian yang sempat menampakkan dirinya yang tertangkap di cctv. selesai merapihkan peninggalan jejaknya itu, dongjun langsung berpindah ke bekas kamar miranda yang ada di lantai utama, dia mencari dan terus mencari beberapa barang yang bisa di jadikan petunjuk baginya, sampai beberapa saat kemudian dongjun menemukan sebuah amplop berwarna putih bersih berukuran cukup besar dan lebar dengan ketebalan sekitar 2cm dengan sebelah sisi kanan atau pojok amplop yang bertuliskan severance hospital bagian klinik khusus kandungan, dengan gerakan cepat dongjun langsung menyelipkan dokumen itu ke dalam bajunya lalu segera keluar dari rumah tersebut dengan rapih dan teliti tanpa melewati ruangan yang terpasang cctv.
"hah akhirnya aku dapat sesuatu sekarang !, mari kita lihat apa saja yang ada di dalam amplop ini ?" kini diapun mulai fokus membaca lembaran demi lembaran kertas yang ada di dalam amplop tersebut
beberapa menit kemudian dongjun kembali menemukan sesuatu yang jauh lebih mencengangkan dari sebagian lembar kertas yang ada di dalam amplop itu, dari sekian banyaknya lembaran kertas itu hanya ada satu yang sempat membuatnya sangat terkejut.
Salah satunya itu adalah selembar kertas dengan sebuah keterangan yang bertuliskan hasil tes DNA janin yang di kandung oleh miranda, tindakan berupa pengambilan cairan amnion atau juga villi chorialis yang kemudian sesudah diambilnya cairan itu, sang ahli DNA akan melakukan profil DNA yang kemudian akan dibandingkan dengan terduga si ayah, kemudian hasil tes DNA milik Hajun juga ada di sebalik kertas itu.
Dan ketika keduanya di cocokkan menemukan sebuah hasil 99% chemistry atau memiliki kecocokan DNA.
"jadi, selama ini dugaanku benar, miranda tidak hamil dengan Mr. R melainkan hamil dengan suaminya sendiri, tapi bagaimana bisa dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada hajun !?" ucap dongjun keheranan.
"tidak, miranda pasti sudah mengatakannya .. tapi hajun pasti tidak percaya karena ada wanita baj**gan itu yang selalu menempel dengan hajun, mungkin wanita itu juga terlibat dengan kejadian itu, dan bisa jadi wanita itu memiliki hubungan dengan Mr. R !" ucap dongjun mulai menduga duga.
"sekarang tinggal menjatuhkan targetku pada wanita ini dulu, siapa tahu dengan menyelidikinya aku bisa tahu dimana keberadaan Mr.R saat ini !" seketika ponsel dongjun kembali berdering keras
__ADS_1
"jack ? mau lapor apa lagi dia !, hah .. ya sudahlah aku angkat saja !"
"halo !"
"halo bos !"
"iya, ada apa lagi ?!"
"aku sudah mengikutinya bos apa sekarang aku boleh pulang ke korea !?"
"apa dia sudah pulang ke rumahnya ?"tanya dongjun
"belum !"
"kalau begitu kamu tidak usah pulang sampai miranda pulang ke rumahnya dengan selamat !"bentak dongjun
"hyeong !!"
*kakak
"hyeong ?"seketika dongjun tersentak mendengar satu kata yang terasa menggelitik di telinga
"ayolah hyeong aku sudah malas menemani wanita buncit itu ?"
"kamu dilarang pulang sebelum tugasmu selesai bocah, satu lagi.. dia bukan wanita buncit tapi wanita bunting !"tegas dongjun
"ah iya iya intinya itu, tapi hyeong !!" rengeknya, belum selesai dia merengek seketika dongjun langsung mematikan ponselnya begitu saja.
"hiii .. !! sudah gila nih anak, bisa bisanya aku menyuruh anak ini untuk mengawal miranda pulang !" ucap dongjun sedikit menggelinjang karena merasa geli dengan bocah itu.
__ADS_1
"aisshh .. bisa bisanya dia mempekerjakan aku dengan seperti ini !, setidaknya bagilah tugas yang agak keren sedikit .. gini gini kan aku mantan detektif !" keluhnya kesal