Love In Silent

Love In Silent
Other Moment


__ADS_3

Sky menampilkan raut wajah dingin dan tatapan tidak suka pada semua orang yang berada di Mansion Violet.


Lucia yang melihat tingkah Sky menjadi sedikit cemas. Thomas muncul bersama Rieta membuat Sky membuang muka karena tidak ingin melihat mereka.


Semua anggota keluarga Violet tengah berdebat tentang kesehatan Nicholas. Ayana merasakan bahwa saat ini Sky sedang mencemaskan sang kakek, pemuda itu ingin pergi dari tempat terkutuk itu.


Di dalam kamar Nicholas sedang berbaring dan tidak berdaya, tetapi di ruangan lain semua anggota keluarga bersikap seolah tidak peduli. Padahal selama ini mereka bisa hidup mewah karena pria tua yang sedang sakit tersebut.


Sky mengikuti Ayana yang menarik tanganya menghindari orang-orang yang penuh kepalsuan, di balkon Mansion Violet, gadis itu berusaha membuat hati sang suami merasa lebih baik.


"Kau harus bisa lebih tenang, dan berdoalah kakek Nicholas akan baik-baik saja," ucap Ayana, Sky menarik pinggang gadis itu supaya tubuh mereka lebih merapat dan itu membuat sang isteri terkejut.


"Kakekku itu sangat kuat jadi aku tidak terlalu mengkhawatirkannya, lagi pula ada ayah Harry yang menjaganya." Ayana tersenyum ternyata Sky baik-baik saja.


"Aku hanya benci melihat Star, dia bersikap seolah tidak terjadi apapun, aku yakin dia yang menyuruh orang mencelakai kita berdua."


"Kita tidak bisa menuduh orang sembarangan, kita harus menunggu bukti." ucap Ayana lembut.


Mereka berdua terdiam, menikmati angin senja, Sky tidak bosan memandangi wajah istrinya yang bersinar tertimpa cahaya jingga di sore hari.


"Aku rindu padamu." Ayana mengernyit mendengar ucapan Sky.


"Apa yang kau bicarakan? Tadi kita sedang membicarakan hal penting, kenapa kau malah bercanda." ucap Ayana.


"Aku tidak bercanda, aku memang merindukanmu."


"Ya, tapi ini bukan saat yang tepat, sekarang- ...." Sky mencium Ayana yang sedang berbicara.


"Hiburlah suamimu ini." Ayanatersenyum, gadis itu melingkarkarkan kedua tangannya di leher sang suami, menikmati sentuhan bibir Sky yang berhasil membuat perutnya berdesir dan bergejolak.


Langit senja menjadi latar saat tubuh mereka terlihat seperti bayangan ditambah suara angin yang bergemuruh membuat suasana semakin romantis.


"Wah, di bawah sana kakekku sedang sakit keras, tapi di sini cucu kesayangannya tengah bermesraan."

__ADS_1


"Apa kau sedang merayakanya, Sky?" Star dan Nara muncul dari dalam rumah, Nara menampilkan wajah cemburu dan juga benci.


Sky dan Ayana masih terdiam, bagi mereka melayani dua orang di depannya saat ini bukanlah hal yang tepat.


"Nara sedang apa kau di sini?" tanya Ayana pada Nara. Kenapa pemuda itu ada di kediaman keluarga Violet?


"Hai? Aku mewakili ayahku untuk menjenguk Tuan Nicholas. Purrot dan Violet adalah rekan bisnis," jawab Nara, "saat melihatmu di sini aku sangat kecewa, Ayana." lanjutnya.


"Aku tidak suka melihatmu bersamanya."


Sky terdiam, percuma karena dia tidak bisa membalas ucapan Nara. Pemuda berambut merah itu memang sengaja memancing kemarahannya.


"Kau lebih memilih pria tidak berguna seperti dia? Menyedihkan, bahkan dia tidak bisa menelpon ambulance saat darurat."


"Pikirkan lagi, Ayana. Sebaiknya kau tinggalkan dia."


Sky mengepalkan tangannya, tetapi masih berusaha bersikap tenang. Semua demi Ayana yang sudah bersabar untuk hidup bersamanya.


"Yang dikatakan Nara benar, apa yang kau harapkan darinya? Sky tidak bisa melindungimu, kau membutuhkan lelaki 'normal' untuk menjagamu." Ucapan Star adalah sebuah ejekan yang ditujukan untuk Sky.


Ayana berteriak memanggil Sky untuk berhenti, sebelumnya dia terkejut saat pemuda itu melepaskan genggaman tangannya kemudian menyerang Star dan Nara.


Semua orang yang mendengar keributan segera menghentikan. "Hentikan!! Apa yang kau lakukan pada putraku? " Rieta merangkul Star, wajah pemuda itu sudah babak belur, sedangkan Nara pemuda itu segera ditolong saudara kembarnya Gari.


"Nyonya, Star menghina suamiku," bela Ayana.


"Diam! Kau pikir siapa dirimu? Kau tidak pantas jadi teman putraku." Sky ingin melangkah tetapi tangan Ayana menghentikanya, gadis itu menggelengkan kepala dan Sky hanya menurut.


Rieta memapah sang putera masuk ke dalam rumah, semua orang mengikuti, hanya tinggal Sky dan Ayana serta Lucia yang masih terdiam.


"Kau tidak apa-apa? Kau membuatku cemas." Ayana merangkum wajah Sky dengan kedua tangannya.


"Sky, Ayana aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian." Lucia memberanikan diri menghampiri pasangan suami-isteri tersebut.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau katakan, Lucia? Apa tentang Star? Kalau itu benar, maaf kami berdua tidak punya waktu untuk mendengarnya," ucap Ayana dingin. Dia memang sudah mengenal Lucia karena gadis itu adalah kakak kelasnya.


"Tolong dengarkan dulu, Ayana! Kita sudah bersahabat sejak lama, seharusnya kau tahu bagaimana sifat Star." Lucia masih berusaha untuk berbicara dengan teman lamanya itu.


"Ya dan yang berubah adalah Star bukan aku, dia sendiri yang merusak pertemanan kita, aku tidak menyangka harta membuatnya menjadi orang yang serakah." Ayana memang kecewa, Sky bisa melihat itu, ada rasa cemburu di dadanya, Sky tidak tahu kalau Ayana begitu dekat dengan Star sebelumnya.


"Aku sangat menghargai Star, aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri, tapi lihatlah perbuatanya selama ini terutama pada suamiku." Ayana menangis saat mengingat semua yang di alami Sky, bagaimana saat pemuda itu selalu terluka bahkan terakhir kali sampai Sky mengalami patah tulang.


"Star tidak berniat melukai Sky. Mengertilah, dia melakukan itu untuk ibunya."


"Ya, tentu saja. Mereka berdua sama seperti iblis. Kau akan terus membelanya? Bagaimana jika suamiku mati? Apa itu juga bukan kesalahan Star?" Ayana meraung. Sungguh dia tidak bisa membayangkan lagi penderitaan yang sudah dialami Sky.


"Bahkan kami berdua celaka karena perbuatannya."


"Tidak, bukan Star yang melakukannya. Nyonya Rieta yang menyuruh orang untuk membuat Sky terluka." Lucia juga menyangkal gadis itu juga menitikan air mata.


Hening


Lucia baru saja mengatakan kebenaran tanpa dia sadari. "Aku tidak berbohong, aku mendengar sendiri saat Nyonya Rieta menelpon seseorang."


"Saat Star tahu dia langsung marah pada ibunya, dia terkejut mendengar kalian kecelakaan, selama ini Star merasa bersalah karena melukai Sky." Pada akhirnya Lucia mengatakan hal yang sebenarnya.


"Cukup, Lucia! Kau tidak perlu menjelaskan apapun."


"Sky sudah cukup menderita, selama tiga tahun dia disiksa, dia tidak bisa mengatakan apapun. Kau bilang Star merasa bersalah? Itu terdengar lucu bagiku."


"Mereka, ibu dan anak sudah melakukan kejahatan akan kupastikan mereka akan menebus semuanya." Ayana menunjukkan ponselnya, rupanya dia merekam percakapannya dengan Lucia, gadis itu memutar ulang rekamannya.


"Hukum akan memberi keadilan, aku akan laporkan ini pada pihak berwajib." Ayana berkata dengan yakin, tetapi tangan Sky menghentikannya, pemuda itu menggelengkan kepala.


"Jangan lakukan itu." Ayana menghela napas.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kelurga Violet akan mendapat malu, kakek Nicholas juga, beliau sedang sakit." Sky menggerakkan tangannya. Ayana teringat kembali pada Nicholas yang sedang terbaring.


Iya masalah itu akan memperburuk kesehatan Nicholas. Pria itu pasti bertambah sakit jika mengetahui kebenaran yang menimpa Sky selama ini.


__ADS_2