
malam sudah semakin larut namun hingga sampai saat ini dongjun belum juga bisa memejamkan kedua matanya.
"mira ?" panggil dongjun lirih
"miranda ?" ulangnya lagi, tapi tidak sedikitpun terdengar jawaban dari miranda, seolah dia tak menggubris panggilan dongjun karena sudah berada di bawah alam sadarnya.
"kamu sudah tidur ?"ucap dongjun sedikit penasaran, kemudian perlahan lahan dongjun membalikkan tubuhnya sedikit demi sedikit ke sisi miranda yang tepat di belakang punggung dongjun, lalu seketika itu terdengarlah suara dengkuran lirih dari miranda yang sudah tertidur lelap dengan mulut sedikit menganga, untuk sesaat dongjun terkekeh pelan saat melihat pose tidur miranda yang terlihat agak bar bar.
"bagaimana bisa kamu tidur dengan santai seperti ini ? padahal di sampingmu ada seorang laki laki normal sepertiku !"gumam dongjun sambil membenarkan baju tidur miranda yang agak tersibak ke atas
"kalau aku mau kamu pasti sudah aku lahap malam ini mira, yah ... beruntungnya aku masih bisa menahan keinginan liarku ini !"ucap dongjun dengan pedenya. kemudian setelah itu diapun memejamkan matanya hingga berulang ulang kali serta mencoba berbagai macam pose tidur yang terasa nyaman, namun dia tetap tidak bisa tertidur dengan mudah, dan di saat dongjun sudah mulai tertidur tiba tiba saja dia merasakan dada dan kedua kakinya terasa berat seperti ada sebuah benda yang jatuh dari atas lalu menimpa tubuhnya, sontak saja dia terkejut bukan main dan saat itu juga dongjun kembali tersadar kembali.
"astaga apa lagi ini ?!" keluh dongjun saat melihat miranda sedang tertidur pulas sambil memeluk dirinya bak sebuah bantal guling. kedua matanya langsung terbelalak dan dia bingung harus bagaimana.
"mir .. miranda !"panggil dongjun sambil menowel bahu wanita itu
"hmmm .."miranda terlihat menggeliat sedikit lalu perlahan menurunkan kakinya dari atas kaki dongjun.
Dongjun menghela nafas lega sekarang, dan kini tinggal bagaimana caranya agar miranda mau menggerakkan tangannya menjauh darinya yang terlihat masih memeluk erat di dadanya.
__ADS_1
"mir !" panggilnya lagi
"bisakah aku menyingkirkan tanganmu ini dari atas dadaku !" ucap Dongjun sambil menarik nafas panjang, namun bukannya berpindah atau diam saja, tangan miranda malah justru semakin liar dan bergerak diluar kendali, jari jemarinya terus menyentuh dan menggosok sebuah chocolate chips yang dimiliki oleh semua lelaki di dadanya.
"ah .. astaga .. !" ucap dongjun karena merasa geli dengan sentuhan liar itu.
"aku ingin membuang tanganmu dan mengikatnya dengan bantal !" ucapnya geregetan, dan karena dongjun sudah merasa tidak nyaman karena dia merasa sudah menegang diapun menyentil jari jemari miranda agar berhenti menggosok chocolate chips miliknya.
"singkirkan jarimu dari tempat terlarang ini mira !" ucap dongjun geram sambil terus menyentil jari nakal miranda.
"ah apaan sih mas !" ucap miranda mengigau
"ah berisik kamu mas, kalau kamu mau aku bisa lakukan sekarang kok, tapi aku pakai tangan aja ya ! aku masih ngantuk !" ucap miranda masih dalam bahasa indo, dongjun hanya mengernyitkan dahinya karena bingung.
"yah terserah apa katamu yang terpenting sekarang tanganmu sudah bisa diam lagi ?!" ucap dongjun sambil menghela nafas lega, akhirnya dongjun kembali mencoba untuk tidur dan membiarkan tangan miranda tetap di sana seperti awal tadi. sejujurnya dongjun tidak merasa keberatan sama sekali kalau harus tidur sambil di peluk oleh miranda, justru momen ini adalah momen yang membuatnya merasa paling bahagia di hari ini, karena sangat jarang sekali bahkan tidak akan pernah mungkin kejadian seperti akan terulang kembali dengan miranda, jadi dia memutuskan membiarkan miranda tertidur pulas dalam dekapannya malam itu. sayangnya harapan tidak sesuai dengan ekspetasi di awal, selang beberapa menit kemudian miranda kembali berulah malam itu, seketika tangan kanannya melambung tinggi lalu mendarat tepat di mana peluru rudal disimpan di dalamnya. sontak hentakan yang cukup keras itu membuat dongjun merasakan kesakitan dan juga kaget bukan kepayang karenanya. kedua matanya langsung melek lalu menatap ke arah bawah.
"ah sakit mira !!" gerutu dongjun memarahi miranda yang sedang tidur tak tahu daratan, namun saat dongjun berusaha meraih tangannya seketika telapak tangan yang kecil dan imut itu langsung mencengkram rudal miliknya dengan kuat.
"ah ah sakit .. !" jerit dongjun tanpa suara
__ADS_1
"hmm ini punyaku !" ucap miranda kembali mengigau, namun kali ini dia mengunakan bahasa hangul bukan bahasa indo lagi seperti tadi.
"apa katamu !! sembarangan sekali kamu !" ucap dongjun malu wajahnya spontan langsung memerah karena merasa berdebar debar
"hehehe ini keras !" ucap miranda semakin menjadi jadi, seketika itu dongjun merasa ngeri dengan tawa kecil saat miranda sedang tertidur, dan saat itu dongjun masih saja berusaha melepaskan cengkraman tangan miranda dari rudal yang sudah mulai bereaksi karena sentuhan tangannya itu.
"miranda tolong lepaskan ini, aku tidak kuat kalau kamu melakukan ini padaku !" rengek dongjun, dan entah mengapa miranda masih belum bangun meski dongjun terus berbisik di telinganya atau bahkan mencoba membangunkan dengan menepuk pundaknya.
"aku menyerah miranda, aku tidak akan mau tidur satu ranjang lagi denganmu, meskipun kamu memaksaku sekalipun aku tetap, akan memilih sofa demi masa depanku !" ucap dongjun hampir menangis, namun di saat dongjun berusaha menarik tangan miranda dengan hati hati tiba tiba saja miranda menepis tangan dongjun dengan keras hingga membuat tangan dongjun sampai terpental. namun bukannya berhenti miranda justru semakin mengigau yang bukan bukan lagi.
"pakai tangan mas "ucap miranda kembali mengigau, seketika itu tangannya kembali berulah lalu memegang rudal besar itu seraya menggerakkannya naik turun. sontak saja dongjun langsung tak karuan malam itu dia ingin menyingkirkan tangan miranda tapi rasanya dia tidak sanggup untuk menggerakkan tangannya sendiri untuk mencegah kemungkaran itu terjadi, namun dia justru di buatnya berdebar dan hanya bisa berteriak tanpa suara.
"ah miranda !" desah dongjun tak kuat menahan perasaan itu. hingga akhirnya .. boom dongjun merasa sampai pada puncaknya dan rudal itu akhirnya meledak dengan sendirinya saat itu juga, kemudian miranda tiba tiba terbangun karena merasa ada sesuatu yang membasahi tangannya.
"udah mas ? aku tidur lagi ya !?" ucapnya masih belum sadar seraya langsung membelakangi dongjun yang sudah kalap tidak karuan karena ulahnya.
"ah .. gila ! bagaimana ini bisa terjadi padaku yang masih lajang ini !"gumam dongjun berkeluh kesah
"semoga saja besok pagi dia tidak sadar dan tidak mengingatnya !" ucap dongjun, akhirnya dia bergegas ke kamar mandi lalu segara membersihkan badannya dan memutuskan untuk kembali tidur di sofa demi keselamatan darinya sendiri dari serangan kedua kalinya. sementara itu sampai saat ini miranda masih tidur dengan nyaman di dalam kamar.
__ADS_1