
panjang dan lebar penjelasan serta obrolan hajun dengan si kakek tersebut, lantas akhirnya hajun pun telah tahu dimana kemungkinan besar keberadaan dongjun saat ini.
"terima kasih, kalau begitu saya pamit dulu !" ucap hajun, terlihat si kakek tua itu hanya mangut mangut sembari menatap hajun masuk kedalam mobilnya.
"anak muda itu sering datang ke pemakaman orang tuanya, hampir setiap akhir pekan dia selalu menaruh bunga di pemakaman !" hajun teringat kembali oleh kata kata itu dari si kakek.
"baiklah, kita ke pemakaman sekarang !"ujar hajun seraya memacu kembali gas mobilnya mendekati kecepatan penuh.
***
malam yang semakin larut dan gelap gulita, di pemakaman terlihat seorang pemuda duduk terdiam sambil memegang botol soju sembari berbicara sendiri meski tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
"sedang apa kau disini sendirian ?!" ucap hajun berjalan mendekati dongjun, saat itu Dongjun tak,peduli dan hanya fokus menatap botol sojunya, melihat beberapa botol soju yang berserakan membuat hajun berfikir kalau dongjun memang benar benar sudah gila.
"bukan urusanmu !" ujar dongjun sambil menenggak satu tegukan soju yang terakhir
"setidaknya kalau kau ingin minum sendiri jangan di tempat pemakaman seperti ini ?!" ujar hajun seraya duduk di samping dongjun
"cihh .. apa urusannya dengan mu !"saut dongjun
"aku datang kesini karena aku memang sedang mencari mu !"
"lebih baik sekarang kau pergi saja dari sini !"
"haahh .."hajun pun menghela nafas panjang dengan keras, dan seketika dongjun langsung menatapnya
"kenapa ? kau tidak suka ?"
"aku tidak akan pergi !" ujar hajun sambil merebut botol soju yang baru di buka lalu menenggaknya hingga habis
"cih ! apa kau tuli ?!!"seketika hajun menatap dongjun dengan ekspresi datarnya
"aku tidak tuli, dan pendengaranku juga masih sangat baik !"jawab hajun
"oh ya ?!, lalu kenapa kau malah datang disaat aku tidak mau menemuimu sama sekali, kemana kau selama ini sewaktu aku terus menagih janjimu untuk bertemu tempo hari lalu !!" bantah dongjun
"maaf, karena hari itu aku masih belum yakin dengan apa yang aku lihat !"ujar hajun
"dan sekarang apa kau sudah yakin ?!"
"belum cukup !"
"cih .. terserah kau saja !"ucap dongjun marah, diapun langsung bangkit dan hendak, meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"kau mau kemana ?"
"aku ingin menikmati waktuku sendirian, gara gara kau datang kesini aku jadi terganggu menikmati minumanku !"
"padahal kau sudah menghabiskan semuanya !" gumam hajun
"apa ??!"
"tidak, bukan apa apa !, kau kesini naik apa ?"
"bukan urusanmu !" ucap dongjun sambil berjalan sempoyongan
"aku bawa mobil, kau bisa ikut denganku !"
"aku bukan tipe orang yang suka menumpang !"
"lebih baik, kau ikut denganku karena kau sedang mabuk !" ucap hajun memberinya sedikit saran
"aku tidak mabuk, aku masih bisa berjalan dengan tegak !!"saut dongjun, lalu beberapa saat kemudian kakinya menyandung sebuah akar pohon, akhirnya dia jatuh tersungkur dan langsung tak sadarkan diri.
"heh .. bangun !" ucap hajun dengan sedikit menendang lirih bokong dongjun, namun sepertinya dongjun benar benar hilang kesadaran saat itu, entah dia pingsan karena kepalanya terbentur tanah atau karena memang sudah mabuk berat.
"hah .. dasar bocah tengik !" ucap hajun seraya menggendong dongjun ke atas punggungnya.
***
"ssstt ahh silau !" gumam dongjun
"dasar bayi !"gerutu hajun kesal, dia pun langsung menarik selimut yang menutupi wajah Dongjun
"ah hmm sebentar lagi bi !"
"bibi ? sejak kapan aku mau jadi bibimu bocah tengik !" seketika serangan bantal pun menyerang wajah dongjun secara bertubi tubi
"aaa iya iya aku bangun !"ucap dongjun merajuk
saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang semenjak dongjun bangun dari tidur panjangnya, dan kini dia baru keluar dari kamar mandi dengan santainya bagaikan tuan putri yang habis mandi berjam jam dengan bermacam macam jenis bunga di bak mandinya, sementara hajun dari tadi duduk dengan wajah berkerut karena kesal.
"hah ... segarnya !" ucap Dongjun sambil menggosok ngosokkan handuk di kelapanya
"kau baru selesai ?!!" saut hajun kesal karena harus menahan hajatnya
"iya kenapa ?"jawabnya ketus
__ADS_1
"kau menikmatinya ?!" ucap hajun sambil menahan emosinya
"yah lumayan !"
"lumayan apanya !!, kau bahkan mandi lebih dari dua jam di dalam toilet !" bentak hajun
"benarkah ? biasanya aku hanya perlu 3 jam untuk mandi !" ujar dongjun
"persetan, minggir sana !"
"wow .. wow.. kau mau apa ?!"
"aku harus mengeluarkan isi perutku sekarang !"
"tapi aku harus membersihkan .. "
"apa lagi yang mau kau bersihkan hah ?!! dua jam lebih tidak cukup untuk membersihkan seluruh badanmu hah !!"
"aku belum selesai menggosok badanku karena kau terus berteriak !, tunggu bau apa ini !" ucapnya sambil mengendus ngendus
"kau kentut ya !!!?" teriak dongjun sambil menutup hidungnya
"kan aku sudah bilang tadi, tapi kau malah berdiri di depan pintu dan terus menghalangi aku untuk masuk !, jadi sekarang minggir !" akhirnya karena sudah tidak tahan lagi hajun mendorong dongjun dengan kuat hingga diapun sampai jatuh ke lantai
"ahh bau sekali, kau habis makan apa sih ?!" teriak dongjun kesal
dan beberapa menit kemudian begitu hajun keluar dari kamar mandi diapun langsung tersadar kalau dia sedang menahan dongjun sejak semalam di apartemennya sontak hajun langsung panik dan mencari dongjun.
"sedang apa kau !" ucap dongjun saat melihat hajun sedang panik seperti mencari sesuatu
"kau !!... ternyata belum pergi !"
"kenapa ? kau takut kalau aku akan melarikan diri ?!"
"ti... dak, tentu saja itu tidak mungkin ahaha !"
"ya sudah !"mendadak hajun terbelalak saat melihat dongjun membawa banyak makanan dari dalam kulkasnya.
"kau mengambil semua makananku ?"
"aku hanya mengambil beberapa saja kok !"ucap dongjun sambil nyemil dan menonton televisi, kemudian pun langsung berjalan ke arah dapur dan memastikan isi di dalam kulkasnya masih aman aman saja, namun ternyata harapannya telah pupus sudah karena semua makanan yang ia punya telah di rampas habis oleh dongjun.
"kau menghabiskan semuanya !" teriak hajun, seketika dongjun terkekeh keras karena dia telah berhasil membuat hajun naik darah sejak tadi pagi.
__ADS_1
"hah .. aku bahkan sampai mengorbankan pekerjaanku hari ini demi bisa membahas permasalahan yang kau timbulkan hari kemarin, tapi ternyata kamu malah mempermainkan aku seperti ini !" keluh hajun, namun dongjun terlihat tidak memperhatikan apa yang baru saja hajun katakan dia hanya fokus menonton televisi sambil menyedot susu pisang di tangannya.
sroot ... srooottttt .. suara minuman dalam kemasan yang terus disedot meski isinya telah habis adalah suara paling menjengkelkan jika didengarkan.