Love In Silent

Love In Silent
Obrolan basa basi


__ADS_3

Dari bandara aku langsung memesan taksi dan turun di stasiun jakarta, aku langsung menjatuhkan pilihanku pada transportasi kereta, karena selain biayanya ekonomis disamping itu naik kereta juga bisa lebih santai tanpa harus berdesak desakan seperti saat naik bus, ya meskipun saat mudik lebaran naik kereta juga sama sumpeknya dengan bus, tapi jika saat waktu waktu biasa seperti ini naik kereta jauh lebih tenang dan nyaman aku rasa.


"selamat malam, ada yang bisa dibantu ?"


"mbak tiket untuk kota pekalongan, apa masih ada ?"


"tiket untuk menuju kota pekalongan masih banyak bu, anda ingin pesan berapa ?"


"tolong satu tiket saja mbak !"


"oh iya baiklah .. !"sambil menunggu tiketnya siap, aku menyiapkan sejumlah uang yang sudah aku tukarkan sebelumnya di bank tadi sore.


"silahkan ini tiket anda !"


"terima kasih !"


"sama sama !"


setelah miranda pergi dari kasir tiba tiba ada seorang lelaki datang ke kasir dan memesan tiket yang sama dengannya.


"Excuse me Can I book the same ticket as that lady ?"


*Permisi Bisakah aku memesan tiket yang sama dengan wanita itu?


"you mean the woman who just ordered the ticket earlier ?"


*maksud anda wanita yang baru saja memesan tiket tadi ?"


"yes, just one ticket please !"


*ya, satu tiket saja !


"one ticket for Pekalongan City !" ucap petugas sambil menyodorkan satu tiket


*satu tiket untuk tujuan kota pekalongan !"


"thank you !"


diam diam lelaki itu mengikuti miranda sampai ke dalam kereta, meski di dalam gerbong yang sama namun jarak antara tempak duduk mereka cukup jauh jadi miranda tidak akan menyadari keberadaannya


"hah .. masih terlihat seperti mimpi saja !" desah miranda.


"permisi nak ! bolehkah saya duduk di sebelahmu !"ujar seorang ibu ibu yang datang sendirian


"oh iya nek silahkan !"


"sebenarnya tempat duduk saja di belakang sana, tapi saya takut karena gerbong ini sepi !"


"iya tidak apa apa bu, silahkan duduk di sebelah saya saja !"


"terima kasih nak !"


"sama sama bu !"


"barang bawaannya banyak sekali nak, kalau boleh tahu dari mana mau kemana ya ?"


"saya dari . . luar negeri mau ke kampung bu !"

__ADS_1


"oh .. kerja disana ya !"


"hmm iya bu, tapi sekarang sudah tidak lagi !"


"loh kenapa ?"


"itu sedikit privasi !"


"aduh nak kalo ngomong jangan pakai bahasa inggris saya enggak tahu !" ujar si ibu


"privasi itu bisa di bilang rahasia bu !"


"oh begitu ! kamu pulangnya kemana nak ?"


"saya .. mau ke pekalongan !"


"iya saya tahu, tapi pekalongan kan luas nak !"


"oh gitu ya, kalau itu saya juga masih bingung bu !"


"loh kok bingung, bukannya tadi kamu bilang mau ke kampung, masa rumah sendiri sampai lupa dimana !?"


"aduh si ibu kenapa makin lama nanyanya makin kesana sana ya !"ucapku ngedumel di hati


"hmm sebenarnya saya baru pertama kali ke pekalongan bu !"


"lha terus sebenarnya kampung halaman kamu itu dimana ?!" tanya si ibu makin kepo


"kampung halaman saya dulu di jogja !"


"kenapa kok sekarang ke pekalongan !"


"kamu kabur ya nak dari jogja terus ke korea dan sekarang kabur lagi ke pekalongan !"


"aduh si ibu bisa aja, ngapain saya kabur kaburan segala bu, udah kaya di kejar kejar debkolektor saja !" ucapku sambil senyum kepaksa, si ibu tiba tiba ketawa keras sambil terus menepuk pundakku dengan keras


"kamu kok lucu ya !" ucapnya masih saja menepuk nepuk pundakku


"ahahaha sakit bu !"ucapku juga ikut ketawa sekaligus nyengir kesakitan


"oh iya maaf ya !" masih dalam kondisi ketawa di tengah kesunyian di dalam gerbong kereta.


"bu tolong ketawanya jangan keras keras ya ini sudah malam loh !"


"aduh iya maaf ya nak, saya jadi kelepasan karena saking lucunya !"


"lucu ? sebelah mananya yang lucu ?" gumamku lirih


"jadi kamu mau menetap di pekalongan sekarang ?"


"iya bu !"


"kamu tahu mau kemana ?" seketika aku terdiam sambil memeriksa ponselku.


"lihat apa ?" ucap si ibu ikutan melihat ke arah, ponselku.


"saya sedang mencari tempat tinggal yang cocok untuk saya di pekalongan bu !"

__ADS_1


"oh kamu mau cari rumah !" ujar si ibu cepat tanggap


"iya !"


"udah kamu ikut ibu saja !"


"ikut ibu ?"


"iya .. kebetulan saya tinggal sendiri di rumah !"


"ibu tinggal sendiri ? terus suami ibu ?"


"suami saya sudah meninggal 10 tahun yang lalu nak !"


"oh maaf bu saya tidak bermaksud .. "


"iya tidak apa apa kok nak, lagian kan sudah sangat lama sekali, jadi ibu sudah terbiasa kok !"


"lalu apa ibu punya anak ?"


"punya, anak saya ada 12 !"


"haa .. ! duabelas !"spontan aku sedikit kaget


"iya nak !" ucap si ibu sambil tersenyum, dan seketika aku juga ikut terkekeh saat melihat si ibu yang mengekspresikannya dengan sangat lucu.


"anak saya sudah menikah semuanya dan sekarang sudah tinggal di rumah mereka masing masing bersama keluarganya !"


"jadi sekarang rumah ibu kosong ?"


"dikontrakkan nak !, saya di jakarta kerja sebagai pembantu, kebetulan majikan saya sudah memberhentikan saya dengan alasan saya sudah tua dan lebih baik hidup nyaman di kampung !"


"oh begitu !"


"beruntung rumah ibu yang sekarang sudah direnovasi !"


"rumah ibu rusak ?"


"tidak nak !"


"terus ?"


"rumah itu saya bagi jadi dua, yang depan untuk kontrakan dan yang belakang untuk saya huni sendiri supaya ketika saya pulang ke kampung saya tidak bingung mau tinggal dimana karena ada orang lain yang mengontrak di rumah saya !"


"oh jadi begitu, maaf bu sebelumnya kalau saya agak menyinggung, karena sepertinya saya tidak akan tinggal dengan ibu !"


"loh, kenapa nak ?!"


"saya ingin punya rumah hunian sendiri, jadi saya tidak mau menumpang bu !"


"oh begitu, iya enggak apa apa kok nak, saya kan hanya memberi tawaran siapa tahu kamu berminat tinggal dengan saya !"


malam semakin larut ketika obrolan kami berhenti seketika suasana di dalam kereta terasa sangat sunyi sepi yang terdengar hanyalah suara hentakan roda kereta yang bergesekan dengan relnya. ketika semua telah terdiam kini tinggal kata kata berisik yang tertinggal di dalam kepalaku semuanya berputar dan sangat menganggu pikiranku.


setiap hari aku ingin menyembunyikannya agar tidak terlihat lagi dan mengingat tentang cinta ini lagi padanya.


Aku percaya bahwa cinta membuatku bahagia, namun yang ada hanyalah hidup dengan air mata yang membuat luka seperti ini yang telah menyisakan siksaan.

__ADS_1


Bibirku, ucapanku telah melupakannya, tapi terkadang ketika aku mulai merasa rindu seakan aku ingin mengatakan cintaku ini lagi padanya, sungguh itu saat yang paling menakutkan, akankah aku kembali mencintaimu di dalam mimpiku ? lalu menangis lagi dan lagi hingga membuatku sangat lelah sampai tertidur, dan ketika aku terbangun semua masih terlihat sama seperti hari kemarin.


__ADS_2