
Percakapan lama itu ternyata telah menggugah hati hajun kembali ke beberapa tahun yang telah lama silam, nasib kemalangan kedua anak itu telah mengingatkan dirinya akan sebuah kisah kelam dari seseorang yang begitu dekat dengannya.
Cerita yang keluar dari mulut mungil si anak itu akhirnya berakhir dengan pelukan hangat hajun yang memeluk erat tubuh gadis kecil tersebut yang harus bertahan hidup dengan adik yang bayi di tengah kerasnya hiruk pikuk kota besar itu, kedua orang tua yang tak bertanggung jawab telah menelantarkan mereka berdua, mereka saling melempar tangung jawab dan akhirnya meninggalkan kedua anak itu begitu saja, ibunya telah lama kabur dari rumah karena sang ayah adalah seorang pemabuk dan tukang judi yang sudah menjadi pecandu berat, karena hidup dengan sang ayah hanya menyisakan rasa sengsara yang tiada habisnya gadis itu akhirnya memutuskan untuk pergi seperti ibunya, namun di usianya yang masih kecil dia tidak akan mungkin mampu bisa bertahan dalam lingkungan luar yang keras ini dengan cukup lama, akhirnya hajun memutuskan untuk mengajak mereka berdua pulang serta merawatnya layaknya seperti anaknya sendiri.
***
Tepatnya di hari dan tanggal yang spesial ini hajun memberanikan diri untuk kembali terbang ke indonesia dan meninggalkan kedua anak asuhnya bersama sekertaris kang dan satu orang pengasuh dirumahnya, meski ia sudah ada sedikit rasa kecewa yang terbayang di benaknya namun hajun tetap memantapkan hatinya untuk bertemu dengan miranda meskipun kali ini mungkin akan menjadi terakhir kali baginya.
Lama tak berkunjung ke kampung halamannya dulu kini sudah berbeda dan nampak ada begitu banyak perubahan.
Sesampainya di kota tujuan hajun langsung beristirahat sejenak dan memutuskan untuk mengunjungi miranda keesokan harinya.
***
Hari yang begitu melelahkan akhirnya telah usai sudah, jauh jauh dia terbang daei korea, namun yang ia bawa hanyalah dompet dan kartu kredit di dalamnya, tak sedikitpun dia membawa baju ganti ataupun peralatan lainnya, karena saat itu ia sangat terkejut dan terguncang begitu mendengar kabar bahwa miranda akan menggelar pesta pernikahan di indonesia, tentu saja dia melihatnya sendiri dari akun sosial milik yusuf yang sudah ia simpan karena korban penasaran, di tengah suasana yang begitu tenang di dalam kamar hajun menghela nafas panjang sembari menatap langit langit kamar dengan pandangan yang terasa sangat hampa.
"kalau semua itu benar maka aku bisa apa .. ?" gumam hajun sembari menghela nafas, seolah rongga dadanya telah sesak karena kabar gembira dari wanita itu
"aku akan datang mira .. Meskipun aku harus mengucapkan kata selamat yang sebenarnya tak ingin ku ucapkan dan hatiku berat untuk menerimanya, tapi ini juga demi kebahagiaan pernikahanmu, jadi aku tidak boleh terlihat mengenaskan di depanmu bukan ?!" seketika air matanya berlinangan dan dengan sigap hajun langsung menindihkan lengannya yang kekar di atas kepalanya menutupi kedua matanya yang tiba tiba membasah.
***
keesokan harinya hajun mencoba datang kembali kekediaman miranda, dengan hati bergetar diapun memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
"assalamualaikum !"ucap hajun
Dan tak lama kemudian terdengar suara lirih dari dalam rumah membalas salamnya.
"walaikumsalam ..!"hajun kembali menarik nafas dalam dalam dan melepaskannya secara perlahan lahan untuk membuat dirinya lebih tenang.
"si ... apa ya ?"seketika wajah miranda langsung melongo dan dia langsung terdiam sambil menatap hajun yang tiba tiba sudah ada di depan rumahnya.
"ini aku .. Maaf kalau kedatanganku membuatmu terkejut !"
__ADS_1
"ah .. !" miranda telah kehabisan kata kata dia tak mampu mengatakan apapun dihadapan lelaki ini
"mir siapa yang datang !" ucap yusuf menyusul miranda
"ah ini .. Dia ....!" raut wajah miranda langsung terlihat pucat dan kebingungan dia tak tau lagi harus bagaimana untuk menjelaskan siapa laki laki ini pada yusuf.
"perkenalkan saya hajun lee !" ucap hajun sambil menjabat tangan yusuf.
"oh iya .. apakah anda ada kepentingan dengan miranda ?!" tanya yusuf
"iya .. Hanya sebentar saja !"
"kalau begitu silahkan masuk !" ucap yusuf mempersilahkan dengan ramah tamah
"terima kasih !"
"silahkan duduk saya akan membuatkan teh hangat unyuk anda sebentar !"
"oh iya baiklah, terima kasih !"
"maaf .. Karena aku tidak memberitahumu terlebih dahulu kalau aku akan ke indonesia !"
"iya tidak apa apa !" jawab miranda seadanya
"apa kamu masih marah padaku mira ?"
"tidak !" jawabnya singkat
"lalu mengapa pesan emailku tak pernah kamu balas, bahkan tak ada satupun yang kamu balas !"
"untuk apa aku membalasnya, aku hanya akan menjadi batu sandungan untuk hubungan kalian !"
"hubunganku dengan wanita itu sudah berakhir cukup lama !" ujar hajun, sontak saja miranda langsung mendongakkan kepalanya saking terkejutnya mendengar perkataan hajun.
__ADS_1
"aku sudah menggugat cerai wanita itu dan juga telah mengusir dua orang keluargaku yang telah terlibat dengannya !"
"a .. apa yang kau maksud itu ibu dan adikmu !"ucap miranda sangat syok
"iya !" ucap hajun sembari mengangguk pelan
"apa yang kau lakukan ?!"
"aku hanya mencoba untuk menyingkirkan penghalang di hidupku !"
"hah .. Kah memang sudah tidak waras hajun lee, kau pikir setelah semua orang pergi hidupmu akan baik baik saja ?" ucap miranda kesal namun masih berusaha untuk menekan nada bicaranya agar tidak kedengaran oleh yusuf
"mira aku melakukan ini semua karena ..."
"cukup !!" ucap miranda menyeka perkataan hajun
"mira aku .. " namun tiba tiba saja yusuf keluar dari balik tirai sembari membawa minuman dan beberapa camilan ringan di atas nampan dan membuat hajun langsung terdiam.
"oh maaf sepertinya saya kembali terlalu cepat !"ucap yusuf agak canggung
"apa ada sesuatu yang baru saja terjadi ?!" ucap yusuf ragu ragu
"tidak ada apa apa, tolong ajak mengobrol temanku ini, aku akan ke kamar sebentar karena tiba tiba saja kepalaku sakit !" melihat miranda yang tiba tiba beranjak dari tempat duduknya dengan beralasan kepalanya sedikit pusing membuat Yusuf semakin penasaran akan hubungan diantara mereka berdua.
"oh maafkan calon istri saya ya, karena semenjak dia melahirkan dia sering merasa sakit kepala !"ujar Yusuf beralasan untuk memancing reaksi hajun
"kau bilang calon istri ?"
"iya, oh maaf apa anda belum menerima undangannya ?"
"undangan ?"
"tunggu sebentar akan saya ambilkan, sepertinya masih ada sisa sedikit undangan di dalam lemari !" seketika hajun langsung mengerutkan kedua alisnya dan terlihat jelas saat ini dia sedang berusaha menahan dan sedikit amarahnya karena sikap yusuf yang sedikit kurang sopan.
__ADS_1
"maaf kalau saya sedikit lancang, kalau boleh tahu hubungan apa yang terjalin diantara kalian berdua ?" tanya yusuf terang terangan, untuk sesaat hajun terdiam dan hanya menatap yusuf dengan tatapan sengitnya.