
Berbagai obat obatan dan terapi telah ia jalani namun semua itu tak ada hasilnya, sementara itu waktu terus berjalan tak terasa sudah satu bulan lamanya hajun telah menyadari siapa dalang di balik penderitaan yang ia selama ini.
Suatu ketika hajun menemukan sebuah benda aneh yang tergeletak dan terselip di antara tumpukan baju di dalam lemari pakaiannya, karena penasaran hajun pun langsung mengambil benda yang terbungkus oleh sebuah kantung berwarna hitam dengan sebuah jimat kertas kuning yang menempel di atas balutan kain tersebut, tanpa berpikir lama dia pun lantas langsung membukanya karena sangat penasaran dengan isinya, dan ketika dia membuka buntalan kain itu ternyata di dalamnya hanyalah ada sebuah foto yang gambarnya telah menghitam serta sebuah gumpalan rambut dan beberapa potongan kuku yang terbungkus di kain kecil itu, anehnya lagi dia juga menemukan sebuah kertas jimat yang berwarna kuning dengan ciri khas bertuliskan tulisan cina dengan tinta berwarna merah di dalam buntalan kain itu.
"apa ini ?!" ucap hajun agak bingung, akhirnya diapun langsung melepaskan sebuah tali simpul yamg mengikat benda itu dan hajun pun langsung mengambil serta menyembunyikannya untuk kemudian akan dia selidiki, dan keesokan harinya hajun langsung mendatangi myung soo sambil membawa benda aneh itu.
"myung soo !!" teriak hajun keras
"apa !!"
"lihat benda ini !" ujar hajun sembari meletakkan benda itu di atas meja myung soo
"apa ini ?"
"entahlah aku sendiri juga tidak tahu !?" saut hajun
"kau dapatkan benda ini dari mana ?"
"di dalam lemari pakaianku !, coba kau buka dan lihat sendiri isinya !" ujar hajun
"ieuhh .. Apa ini ?! Bau sekali !!" ujar myung soo sambil menutup hidungnya dan mengorak arik isinya
"apa ini rambut ?"
"iya !"
"kuku ?"
"iya !"
"dan apa ini ?"
__ADS_1
"sepertinya itu akar pohon dan bunga yang sudah mengering !"
"wah gila !! Apa jangan jangan ini benda perdukunan ?!"
"perdukunan ?" ucap hajun sambil mengernyitkan kedua alisnya, dan tak lama kemudian myung soo langsung mengambil kantung plastik berukuran kecil lalu memasukkan beberapa helai rambut serta potongan kuku dari dalam kain itu.
"aku akan ambil ini, untuk aku selidiki dna siap pemilik rambut dan kuku ini !" ujar myung soo
"iya baiklah !, lalu .. Aku harus apakan sisanya ?!"
"sebaiknya kau bakar saja sampai habis, dan ingat jangan sampai ada yang tersisa sedikitpun !"ucap Myung soo.
dan benar saja setelah benda itu di bakar habis oleh hajun malam itu juga, satu hari setelahnya hajun mulai merasa ada sedikit perubahan yang dia rasakan, kini perasaan cintanya pada min sera mulai memudar dan perlahan dia mulai mengingat potongan potongan ingatannya yang pernah hilang waktu itu. Anehnya semua yang dikatakan myung soo ternyata benar kalau penyakit yang sedang di deritanya bukanlah masalah medis seperti biasa.
***
Hembusan angin lirih perlahan lahan mulai menyibak pelan rambut pendek kedua lelaki yang tengah duduk berhadapan saat ini, sepasang bola mata tengah menatap tajam sepasang mata lainnya lagi yang tengah berlinangan dengan air mata. Hari itu tekatnya telah bulat, hatinya sudah mantap jika memang harus untuk memutuskan membuka dua kotak pandora yang selama ini tersimpan jauh di dasar dan sangat dalam.
"Sudahlah .. Jangan jadi laki laki cengeng seperti itu, tidak perlu menangisi sesuatu yang telah terjadi, untuk apa anda menyesalinya !" oceh dongjun karena merasa tidak nyaman dengan suasana saat itu.
Sroottt .... Suara khas yang tak asing lagi jika air mata sudah banjir, hidung pun akan seketika banjir dan mampet karena ingus yang menyumpal.
"Heisss pakai ini ! Jorok sekali anda !" Celetuk dongjun sambil menyodorkan sebuah sapu tangan dari saku jaket tipisnya.
"Ah terima kasih !" Saut hajun yang terlihat mengenaskan dengan kedua mata yang sudah sembab dan memerah.
"Sudah jangan menangis disini, apa kau tidak sadar dari tadi banyak orang yang menatap tajam ke arahku, bagaimana bisa lelaki dewasa sepertimu menangis di depanku seperti itu, apa kau tidak malu hah !!" Bentak dongjun dengan mulut yang terus berkomat kamit.
"bisa bisanya kau menunjukkan air matamu di depanku !! Kan semua orang bisa salah paham kalau melihat ini !" ocehnya lagi
"Maaf aku terlalu terbawa oleh suasana !" Ujar hajun sambari menenangkan dirinya.
__ADS_1
"Heiss kau ini .. Sudah seperti bayi yang memakai jas berdasi saja !" ejek dongjun
Hari itu dongjun kembali membuka memori semua tentang miranda kepada hajun di saat saat beberapa bulan yang lalu, momen ketika hajun benar benar menghajar mental miranda dengan perlakuan dan kata kata yang kejam waktu itu, dia berusaha merangkai setiap kejadian yang ia ingat dan ia dapatkan dari beberapa penyelidikan serta dokumen yang ia dapat, dia juga mengatakan yang sejujur jujurnya tentang siapa sebenarnya dalang di balik cerita ini.
"siapa lagi ... Siapa lagi selain min sera !" ucap hajun dengan tatapan penuh dengan kejengkelan, kedua matanya langsung memerah dengan otot di wajah yang terlihat menegang karena menahan emosinya yang telah memuncak
"ibumu dan adik tirimu !" ucap dongjun
Dongjun menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutup tutupi lagi kepada hajun. Hingga akhirnya hajun tak kuat dan sampai menangis tersedu sedu saat teringat perlakuan yang pernah ia berikan kepada miranda yang saat itu tengah mengandung anaknya. Satu hal yang terpikir olehnya saat ini, bagaimana bisa dirinya begitu tega melakukan hal sekejam itu kepada istrinya yang telah dijadikan kambing hitam oleh min sera dan keluarganya sendiri.
"dimana ... Dimana miranda saat ini !" ucap hajun sambil terisak
"aku tidak tahu .. !"
"bohong !!! Kau pasti sengaja menyembunyikan dia dariku !!" teriak hajun
"dengar hajun lee .. Untuk apa aku menyembunyikan mantan istrimu, sedangkan namaku saja tidak pernah ada di hatinya sedikitpun !, kalaupun aku melakukan itu pasti miranda akan memberontak dan ujung ujungnya dia juga akan pergi dengan sendirinya !" jelas dongjun
"lalu dimana dia sekarang ?!"
"yang jelas .. Dia pulang ke negaranya, tapi dimana tepat wilayahnya aku tidak tahu !"
***
hai sobat pembaca setia Novel love in silent ..
Sebelumnya saya mohon maaf ya karena sempat hiatus mendadak kemarin cukup lama dan tidak sempat memberi pemberitahuan terlebih dahulu, dikarenakan saya harus bolak balik rumah sakit sampai dua kali karena lambung saya yang sampai beberapa kali kambuh, sebenarnya saya sendiri juga tidak menginginkan hal itu terjadi tapi harus bagaimana lagi ya ... Dokter menganjurkan saya untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit karena keadaan yang cukup mengkhawatirkan saat itu ..
Jadi dengan sangat terpaksa saya harus kembali di larikan ke rumah sakit sehari setelah hari raya idul fitri kemarin. Dan syukurlah alhamdulilah sekarang saya sudah boleh pulang dan masih dalam proses pemulihan di rumah ..
__ADS_1