Love In Silent

Love In Silent
Tiga Lembar Foto


__ADS_3

"apakah sekertaris kang sedang bersama suami saya sekarang ?"


"iya, saya sedang bersama pak hajun sekarang !, apa ada yang ingin anda sampaikan nyonya ?"


"tidak, saya hanya sedang mencemaskan dia saat ini, karena sejak tadi pagi dia pergi dan sampai sekarang ini belum juga pulang ke rumah !" jelas ku


"apakah pak hajun tidak mengatakan apapun pada anda ?"


"mengatakan apa ?"


"hari ini pak hajun ada kepentingan bisnis di luar negeri dan saya sendiri yang menemani beliau !"


"bisnis ke luar negeri ?!!" ucap ku sangat terkejut


"iya nyonya, apakah pak hajun belum mengatakan pada anda, kalau hari ini beliau ada perjalanan bisnis ke australia selama tujuh hari ?"


"tujuh hari ??, kenapa aku belum tahu ?"


"maafkan saya nyonya ini semua karena kesalahan saya yang kurang teliti, saya minta maaf nyonya mira !"


di dalam telfon aku merenung dan memikirkan kabar suamiku saat ini, namun disisi lain apakah dia juga sedang memikirkan perasaanku yang sedang menunggu kabar darinya, semudah itukah dia meninggalkan aku dalam kegelisahan ini.


"itu bukan kesalahan anda sekertaris kang, mungkin suami saya yang memang lupa memberitahukan hal ini kepada saya !"


"ya baiklah nyonya, apa ada lagi yang ingin anda sampaikan kepada pak hajun, saya akan sampaikan sekarang juga !"


"tidak, saya rasa sudah cukup !"


"kalau begitu saya akan akhiri panggilan ini sekarang, selamat menikmati hari libur anda nyonya, nanti saya akan selalu memberi kabar tentang pak hajun pada nyonya !"


"iya baiklah, terima kasih !"


***


hari hari aku jalani selama satu minggu tanpa ada kabar sedikitpun darinya, sepanjang waktu aku selalu memikirkannya terus menerus, semua pekerjaan rumah maupun kantor menjadi sangat berantakan hanya karena aku terus memikirkannya yang katanya pergi bersama wanita lain, ingin rasanya aku membantah dan tidak mau percaya dengan ucapan ibu waktu itu, namun hatiku selalu merasa gelisah dan kesakitan saat mengingatnya, hingga tiba akhirnya suamiku pun pulang dari perjalanan bisnisnya.


"mas hajun !"ucapku memanggilnya, aku pun langsung bergegas untuk menghampirinya


"mas kemarin kamu pergi tidak bilang dulu sama aku !" ucap ku kesal


namun mas hajun tidak merespon ku sedikitpun


"mas ?"


terlihat mas hajun hanya mengacuhkan aku begitu saja tanpa menghiraukan sedikitpun pertanyaan dari ku.

__ADS_1


"mas kamu kenapa mas ?, kamu marah sama aku ?"ucapku sambil meraih lengan bajunya


"lepas !!!" seketika tanganku langsung dia tepis dengan keras


"mas ? kamu kenapa sih mas, kenapa tiba tiba kamu jadi kasar seperti ini !"ucap ku sambil terus mengikutinya sampai ke ruang kerja


"kamu ingin tahu kenapa aku marah sama kamu !" ucapnya sambil menatap ku tajam


"memangnya apa yang aku lakukan mas sampai membuat kamu marah ?"


"kamu lihat sendiri siapa yang ada di foto ini !"


untuk sesaat aku tertegun saat melihat tiga lembar foto yang ada di tanganku


"kamu dapat dari mana foto ini mas ?"


"itu tidak penting !, sekarang jelaskan lebih dulu padaku siapa yang ada di foto itu !?"


"mas kamu salah paham !"


"aku tanya siapa dia ?!!" teriak mas hajun dengan keras


"di.. dia hanya teman kantor ku mas, namanya dongjun !!"ucap ku terbata bata


"aku tidak berbohong mas !"


"kalau hanya teman kenapa kamu sampai harus makan malam dengannya dan pulang bersama, lalu dia juga mengantarkan kamu pulang sampai ke rumah !!"


"waktu itu aku tidak makan berdua dengannya mas, kami makan bersama rekan satu tim, kalau mas tidak percaya dengan saya, saya ada foto buktinya kalau kami tidak makan hanya berduaan malam itu !"


aku langsung mencari foto di dalam galeri ku, aku berharap semoga saja foto itu masih tersimpan di dalam ponsel ku.


"ini mas lihat .. kami berfoto bersama di meja makan yang sama dengan foto itu, dan aku makan dengan rekan satu tim, aku tidak makan berduaan malam itu mas !"


"lalu bagaiman dengan yang ini ?!"


"malam itu aku pulang sendirian mas dan aku merasa kalau ada seseorang yang membuntuti aku, kebetulan temanku lewat dan akhirnya aku meminta bantuannya agar dia mau menemaniku sampai di depan rumah !"


setelah aku menjelaskan semuanya, dalam sekejap suasana menjadi sangat sunyi dan hanya terdengar suara isak tangis yang aku tahan, sekuat apapun aku menahannya entah mengapa suara tangis ku rasanya ingin pecah dan air mataku ingin mengalir dengan derasnya, aku terus menundukkan pandangan ku dan tak berani menatap wajah suamiku.


"kemarilah !"ucap mas hajun sambil menarik tanganku lalu mendekap tubuhku dengan erat, kali ini aku sungguh tidak bisa menahannya lagi, kubiarkan air mataku menetes dengan sendirinya dan membasahi seluruh pipiku.


"maafkan aku !, aku sangat marah begitu melihat foto itu, aku tidak bisa berfikir jernih dan akhirnya aku memutuskan untuk memajukan jadwal bisnis ku ke australia hanya untuk menjauhi kamu !"


bibir ini tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, aku hanya bisa diam dan menangis di dalam pelukannya.

__ADS_1


"sekali lagi aku minta maaf sayang !" ucapnya sambil mengecup keningku


"kalau boleh aku tahu dari mana kamu dapatkan foto ini mas !" ucap ku masih sedikit segukan


"aku dapatkan foto ini dari .. ibu !"


"ibu ?"


"hari itu.. di hari pertemuan keluarga .. dan di dalam dokumen itu juga ada foto yang sama dengan foto ini !"


"kenapa kamu langsung marah dan mendiamkan aku mas, padahal aku tidak pernah sedikitpun selingkuh di belakang kamu !"


"awalnya aku juga berfikir seperti yang kamu pikirkan sayang, lalu di malam harinya ibu mengirimkan sebuah bukti lain yang membuatku semakin yakin kalau kamu telah mengkhianati aku !"


"bukti ?, bukti apa mas ?"


"masuk lah aku akan tunjukkan sesuatu padamu !"


lalu mas hajun segera membuka laci meja dan mencari sesuatu yang akan dia tunjukkan kepadaku.


"ini !"


"apa ini ?"


"buka dan bacalah sampai selesai !"


"surat permohonan cerai !!!"


seketika aku langsung terkejut dengan nama yang tertera dan sebuah tanda tanganku yang sudah dibubuhkan dalam surat itu.


"bagaimana bisa sudah ada tanda tanganku di surat ini, aku bahkan tidak pernah merasa memberikan tanda tanganku di dalam surat ini !"


"coba kamu balik lagi halamannya !"


"apa ini mas ?"


"coba kamu baca dengan teliti !"


"surat permintaan harta warisan ??!!, tidak ini tidak mungkin !, ini bukan aku mas yang membuatnya !"


"tapi didalam surat itu sudah ada tanda tangan kamu mira !!"


"iya aku tahu mas, tapi tanda tangan itu palsu, aku tidak pernah merasa memberi tanda tangan di surat itu atau bahkan membuatnya sekalipun !"


dalam sekejap kami saling diam dan membisu, menatap wajah satu sama lain dengan tatapan penuh kekecewaan, hati kami saling sama sama terluka dengan kesalahan yang tidak pernah kami lakukan.

__ADS_1


__ADS_2