Love In Silent

Love In Silent
kantin


__ADS_3

lantas siapa yang sengaja menaruh foto ini di dalam tasku waktu itu, sedangkan aku sendiri tidak mungkin mengambil foto ini saat aku sedang tidak sadarkan diri, lagi pula untuk apa aku mengambilnya, sedangkan aku sudah memiliki suami yang wajahnya juga tidak kalah tampan dengan lelaki yang ada di dalam foto ini. Akhirnya aku memilih untuk membuang foto tersebut, agar suatu saat nanti tidak terjadi hal hal yang menyebabkan kesalahpahaman lagi di antara aku dengan mas hajun.


***


hari demi hari pun berlalu dengan cepatnya, dan hari ini adalah hari yang paling aku nanti nanti, tepatnya nanti malam suamiku tercinta mas hajun akan segera kembali ke rumah setelah pulang dari perjalanan bisnisnya di singapura, rasanya hati ku berdebar debar saat mengetahui kabar kepulangannya, meski saat ini matahari masih berada tepat di sisi sebelah timur namun entah mengapa aku sudah merasa gugup sejak saat ini. hatiku berdebar ketika membayangkan ekspresi wajahnya saat dia tahu kabar kehamilanku.


"mira !"


"oh dongjun !"


"hah kebetulan sekali aku bertemu kamu hari ini, rasanya sudah berhari hari aku jarang sekali bertemu dengan mu, .. mira !.. mira ?!"


"hah iya, kenapa ?"


"kamu tidak mendengarkan aku ya ?!"


"ah iya .. maaf sepertinya aku sedang tidak fokus tadi ! barusan apa yang kamu katakan !?"


"ah tidak kok bukan apa apa, lupakan saja !"


"oh iya "


"sepertinya ada sesuatu yang sangat baik di hari ini ?!"


"ya ?"


"sepertinya kamu sedang bahagia hari ini !"


"oh apa terlihat jelas ?" ucapku tersenyum tipis


"tentu saja, dari tadi aku perhatikan kamu selalu tersenyum dan wajahmu juga terlihat agak berseri seri hari ini !"


"mungkin karena ini masih pagi, jadi aku sedikit merasa bersemangat saja !"


"em .. tidak mungkin, pasti ada sesuatu yang membuat mu bahagia, kalau boleh tahu .. "


"tidak ada kok !" saut aku


"bohong !"


"serius, tidak ada apa apa ! aku hanya sedikit bersemangat saja hari ini !"


"iya .. iya .. baiklah !"


decitan suara rem bus terdengar sangat jelas di telinga, tak perlu menunggu lama aku pun langsung naik ke dalam bus lalu segera mencari kursi yang masih kosong, namun ternyata semua kursi terlihat sangat penuh hari ini, bahkan bus pun terlihat sangat berdesakan, akhirnya aku memilih untuk kembali turun dan memutuskan untuk naik di bus selanjutnya, meskipun aku harus menunggu agak lama.


"mira !" teriak dongjun sambil mengikuti aku dari belakang


"ada apa ?"


"tunggu !"


"loh kamu kenapa ikut ikutan aku turun ?"


"justru aku juga bingung kenapa kamu tidak jadi naik ke bus tadi !"


"busnya terlalu ramai aku tidak suka !"


"tapi menurutku tidak terlalu ramai kok !"


"kamu tidak lihat tadi ? penumpangnya penuh dan sampai berdesakan seperti itu !"


"iya sih .. tapi kan masih cukup untuk kita berdua, ya .. meskipun kita harus berdiri !"


"enggak aku lebih baik turun dan menunggu bus yang selanjutnya saja !" ucapku kesal


"aneh .."


"kenapa ?"


"ya aneh aja, karena kamu enggak biasanya segitu sensitifnya dengan hal sepele seperti itu !"


"memang biasanya aku seperti apa ?"

__ADS_1


"ya kamu langsung naik saja, dan enggak pernah memperdulikan tentang ramai atau tidaknya di dalam bus!"


"aku mual bau parfum di pagi hari !"ucapku berkata jujur


"mual ?"


"enggak tahu kenapa rasanya kepalaku mendadak pusing saat bau berbagai aroma parfum yang menyatu menjadi satu di dalam bus itu, rasanya pengap sekali !"


"kamu sakit lagi mira ?" ucap dongjun mengkhawatirkan ku


"enggak kok, aku sehat banget malah !"


"atau mungkin pencernaan kamu lagi enggak baik baik saja !"


"mungkin .. bisa jadi karena beberapa hari yang lalu aku sempat kehilangan nafsu makan ku saat sedang sakit !"


"kamu sudah memeriksanya lagi ?"


"sudah waktu itu !"


"perutmu baik baik saja kan !"


"kalau itu aku belum tahu, karena aku belum memeriksakannya lagi setelah aku sembuh dari demam waktu itu !"


"kenapa tidak kamu periksakan lagi !"


"tidak perlu .. lagi pula ini hanya mual biasa kok !"


"mau aku antar ?"


"tidak dongjun aku baik baik saja, nanti setelah aku makan dengan teratur rasa mualnya juga pasti perlahan akan menghilang kok !"


"iya baiklah, dari pada kita menunggu bus terlalu lama, lebih baik kita naik taksi aja !"


"naik taksi ?"


"iya, lebih nyaman naik taksi kan dari pada bus !"


"iya juga sih !"


"mira .. !"


"ya ?"


"semangat !" ucapnya menyemangati ku


"iya kamu juga !"


***


tring ... dering notifikasi terus berbunyi dari ponselku.


"kak .. !" panggil yumi sambil menghampiri aku


"iya ? kenapa ?"


"tolong dokumen ini di copy ya kak !"


"sekarang ?"


"eh nanti saja setelah jam makan siang kak !"


"oh iya baiklah !" ucapku sambil kembali fokus menatap layar komputer ku


tring .. lagi lagi ponselku kembali berdering, dan membuatku terpaksa harus mengalihkannya ke mode senyap.


"kenapa tidak kakak lihat pesannya !" ujar yumi


"tidak !"


"loh kenapa ?"


"paling ini cuma pesan spam saja kok !"

__ADS_1


"tapi sepertinya itu bukan pesan spam loh kak !"


"masa sih ?"


"coba kakak lihat sendiri, sepertinya itu pesan penting dari seseorang !"


"iya baiklah, aku akan coba lihat !"


"kalau begitu aku kembali kerja kak !"


"ah iya .. terima kasih yumi !"


"iya kak sama sama "


karena aku penasaran akhirnya aku pun segera membuka pesan tersebut, saat aku buka sebagian pesan memang hanya pesan spam namun yang terakhir masuk ternyata adalah pesan dari mas hajun, mungkin ini yang di maksud oleh yumi.


"sayang hari ini aku sudah pulang ke korea !" ucapnya di dalam pesan


"iya sayang !" balasku


setelah aku membalas jeda agak lama beberapa menit kemudian mas hajun membalas pesan ku lagi, namun karena aku sedang fokus dengan pekerjaanku aku pun hanya melirik ke arah ponselku beberapa saat saja.


***


tepat di jam 12 siang jam makan siang di mulai, segera aku pun mengemasi semua barang barang ku dan merapihkan kembali ketempat semula.


"mira !" panggil dongjun yang tiba tiba sudah ada di hadapanku


"apa !“ jawabku cuek


"yuk bareng !"


"iya sebentar !"


"menu makan siang kali ini agak tidak enak, bagaimana kalau kita makan di luar saja !" ajak dongjun


"memangnya menu makan kali ini apa ?" tanyaku balik


"nasi merah, sup tahu, kimchi, perkedel, dan sedikit buah untuk penutupnya !"


"buahnya ?"


"semangka dan anggur !"


"enak kok aku suka !"


"tapi aku enggak !" ucap dongjun merajuk


"kita makan jajangmyeon atau tteokbboki !"


"ck .. bosen !"


"ah bibimbap ?"


"enggak !"


"dakkochi ?"


"no "


"yangnyeom tongdak, Maeuntang !"


"no ... !"


"doenjang jjigae ?"


" no .. no .. no.. kita makan di kantin saja !"


"ah ayolah mira, temani aku makan di luar sekali ini saja !"


"sudah berapa kali kamu bilang seperti itu, aku sampai bosan mendengarnya !"


"hah .. padahal makanan sedikit pedas dengan kuah yang banyak pasti enak sekali di makan saat cuaca seperti ini !"

__ADS_1


"kalau begitu kamu saja yang pergi makan di luar !"


"kamu tega sekali mira .. !" ucapnya sambil manyun


__ADS_2