
hajun berjalan keluar sambil mengingat kata kata terakhir yang terbesit dikepalanya dari myung soo beberapa menit yang lalu.
"coba kau lakukan hal yang sama padaku !"
"apanya ?"
"tulis juga namaku di buku itu !"
"apa maksudmu ? aku tidak akan menulis namamu disini !"
"bukankah tadi kau bilang semua nama yang kau tulis itu adalah nama nama seseorang yang pernah berbuat baik dan pernah juga menyakitimu ?!"
"iya !"
"tunggu apa lagi ?!"
"iya .. tapi aku menulis kata kata yang tidak masuk akal juga di buku itu !"
"maksudnya ?!"
"kata kata itu sedikit agak mengganjal, karena menurutku itu sedikit aneh, aku sendiri juga tidak ingat kalau aku yang menulisnya, tapi jika diperhatikan dan dilihat dari bentuk serta gaya tulisannya memang benar itu adalah tulisan tanganku !"
"apa yang membuatmu merasa ada yang mengganjal ?"
"kata kata yang aku tulis seperti tidak memiliki makna tertentu yang jelas, tapi ketika aku membacanya dadaku terasa sakit dan sesak !"
"kau masih ingat tulisannya berbunyi seperti apa !"
"tidak .. tapi hari ini aku sengaja membawanya !"
"coba berikan padaku !"
"ini "
"dia telah melebur dan menyatu dengan darah dan dagingku, namun dia bisa menghilang ketika aku menginginkannya ! apa maksudnya ?" tanya myung soo
"aku juga tidak tahu !" saut hajun
"dia siapa yang kau maksud ?"
"ada dua nama yang menjadi pusat hilangnya ingatanku tentang orang orang yang terhubung dengan dua nama ini, mungkin kata kata itu ada kaitannya dengan salah satu nama ini !" ucap hajun sambil menunjuk nama miranda dan dongjun yang telah ia lingkari.
"miranda dan dongjun ?" ucap myong soo
"iya !"
__ADS_1
"aku kenal siapa miranda !" ucap myung soo
"kamu kenal dia ?"
"iya .. bahkan aku masih sangat ingat sekali dulu aku pernah mengobatinya saat kita kebetulan ada di indonesia, kamu ingat ?"
"tidak, aku tidak ingat sama sekali !"
"kamu tadi bilang kan, kalau semua orang yang ada kaitannya dengan dua orang ini pasti akan hilang dari ingatanmu ?!"
"iya !"
"kalau begitu cepat tulis namaku di buku itu !?"
"apa maksudnya ? kamu kan tidak ada kaitannya dengan mereka !"
"ada kaitannya !, karena aku bisa menolongmu membantu mengingat mereka !" dan akhirnya hajun pun menulis nama dokter myung soo di daftar nama orang berikutnya dalam buku itu.
"aku juga diam diam merekam percakapan terakhir kita tadi dan jika benar itu terjadi maka yang kamu alami sekarang ini bukan masalah medis lagi !" ujar myung soo
"lalu sebenarnya aku kenapa ?"
"apa kau percaya dengan hal gaib ?"
"hal gaib ? kau kan dokter kenapa malah menyangkutkan masalahku ini dengan hal gaib !"
"kalau dalam jangka waktu 3 hari ini kamu benar benar lupa denganku, maka aku yang akan mendatangi kamu hajun !" ujar myung soo.
bib ..bib ..seketika suara klakson mobil seseorang menyadarkannya kembali dari ingatan singkat itu yang terus terngiang ngiang di kepalanya
"hei minggir !!" teriak seorang pengemudi sambil menyuruh hajun untuk menyingkir dari jalannya
"apa benar yang dia katakan myung soo tadi !" ucap hajun sembari berjalan ke arah mobilnya.
***
satu hari .. dua hari .. hingga tiga hari berlalu sudah, akan tetapi sampai sekarang hajun belum juga menampakkan batang hidungnya lagi seolah dia tiba tiba menghilang begitu saja, bahkan ketika myung soo mencoba untuk menghubungi nomer telfonnya juga sangat sulit, sudah berkali kali myung soo mencoba menghubungi hajun, namun berkali kali pula panggilannya di tolak oleh hajun, lewat buku catatan yang hajun tinggalkan untuknya diapun sedikit penasaran dengan peristiwa yang sedang terjadi saat ini, lewat buku catatan yang hajun tinggalkan untuknya diapun mencari tahu informasi mengenai nama dongjun yang berkaitan erat dengan miranda dan hajun, akhirnya dia berhasil menemukan informasi detail tentang dongjun dan nomer handphone yang bisa ia hubungi.
"halo ?"
"halo apa benar ini dongjun ?"
"iya, anda siapa ?"
"maaf karena tergesa gesah, bisakah kita bertemu sekarang ?"
__ADS_1
"anda siapa ?"
"saya akan jelaskan siapa saya nanti ketika kita bertemu !"
"maaf sepertinya aku agak sibuk !"
"aku ingin membicarakan mengenai miranda dan juga hajun lee !" ucap myung soo, mendadak dongjun terdiam untuk beberapa saat.
"maaf sepertinya anda salah orang !"
"tunggu !! saya ingin tahu tentang hubungan diantara kalian bertiga, mungkin saja saya bisa sedikit membantu !" ujar myung soo bersi keras ngotot agar mereka bisa bertemu, seperti saat tadi panggilan tersebut kembali terjeda agak lama karena dongjun kembali terdiam.
"katakan kapan dan dimana aku harus menemuimu !" mendengar dongjun memberinya respon yang cukup baik, kedua mata myung soo langsung nampak berbinar binar.
"jam 9 malam di Seoul Psychiatry Clinic Gangnam !"
***
malam pun akhirnya tiba dan kini jam sudah menunjukkan tepat di pukul 9 malam Myung soo masih terlihat mondar mandir tidak jelas sambil sesekali menatap sebuah jam dinding yang tak akan bergeser dari tempatnya, wajahnya terlihat gelisah menantikan seseorang yang sedang ia tunggu tunggu kehadirannya untuk datang menemuinya malam ini. selang beberapa waktu kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu agak pelan dari luar ruangannya, sontak myung soo langsung bergegas membukakan pintu tersebut dan benar saja seseorang yang berada di balik pintu adalah dongjun.
"silahkan masuk !" ucap myung soo dengan senang hati mempersilahkan dongjun masuk ke dalam ruangannya
"apakah klinik anda masih buka ?" tanya dongjun
"tidak, saya sudah menutupnya sejak tadi !"
"begitukah ? aku kira klinik anda masih buka, jadi saya sempat menunggu dulu tadi diluar !"
"oh ! apakah masih ada pasien tadi ?"
"iya .. cukup banyak juga, tetapi beberapa menit kemudian mereka semua keluar secara bersamaan, makanya saya masuk !"
"oh begitu rupanya !, anda suka kopi ?"
"iya !"
beberapa menit kemudian obrolan mereka mulai menegang karena mulai memasuki konteks yang sebenarnya.
"kalau boleh saya tahu, hubungan apa yang anda jalin dengan miranda ?" tanya myung soo
"hanya teman !" jawab dongjun sambil menyeruput kopi hangatnya
"terlalu istimewa jika hubungan kalian dikatakan hanya sebatas teman !"
"kau tidak percaya dengan ucapanku ?" seketika dongjun melirik tajam pada myung soo, lalu dia sendiri menarik nafas dan kembali melemparkan tatapan tajam ke arah dongjun.
__ADS_1
"diantara kami yang menganggap hubungan ini hanya sebatas sebagai teman biasa adalah miranda !" mendengar penjelasan itu myung soo langsung tercengang kaget, sekarang semua ini barulah masuk di akal menurut myung soo.