
seketika aku merasa sangat malu, dan aku pun langsung menutup mulutku dan memalingkan pandanganku sejenak, entah mengapa di setiap aku menatap wajah suami hari demi hari, rasanya seolah dia semakin terlihat tambah tampan, dan sepertinya suamiku juga semakin pintar saat sedang menggodaku terutama dalam hal merayu.
perlahan bibirnya yang lembut itu mulai menyentuh setiap jengkal tubuhku dari bawah sampai ke atas, terasa sangat geli tapi aku juga sangat menyukainya hingga aku sampai sempat refleks mengerang karena sensasi yang membuatku jadi menikmati kenikmatan itu.
"ah .. mas .. emmm .. geli !"
"haaah !"desah mas hajun
terdengar sangat jelas ******* mas hajun makin tak tertahankan, nafasnya juga semakin tak beraturan ketika tanganku mulai meraba lembut dadanya yang bidang itu, ketika pandangan kami saling beradu dan nafas kami yang terasa hangat membentak di antara wajah kami, membuat suhu tubuh kami meningkat dengan drastis, hawa panas dan sedikit rasa menekan di dada membuat kami ingin memangsa satu sama lain untuk mencapai puncak kenikmatan.
Rasa ini semakin tak tertahankan dengan perlakuannya yang sangat menguji kesabaran, bibirnya tak berhenti, dan terus mengecup bibirku tanpa ampun, andaikata ciumannya itu meninggalkan bekas, mungkin saja seluruh wajahku akan berbekas gambar bibirnya yang menempel di semua bagian wajahku.
"sayang !!"ucap mas hajun dengan wajah yang sudah bernafsu
" ssttt !"seketika jariku menahan pergerakan bibirnya saat ingin mengatakan sesuatu kepadaku.
"mas jangan dulu ya !" ucap ku berusaha mencegah agar pertempuran ini tidak terjadi malam ini
"ck .. !"decaknya kesal, ia pun langsung merebahkan tubuhnya tepat di sampingku
"kamu berdecak mas ?"
"hah .. iya deh !"
"iya apa mas ?"
"iya nggak akan terjadi apa apa malam ini, jadi kamu enggak usah khawatir yang !" ucapnya sambil memasang wajah kesalnya
"kamu ngambek mas ?"
"enggak kok sayangku !" seketika dia langsung memasang senyum manisnya sambil memandang wajahku
"bener ?"
"iya my lovely !"
"ya sudah, kalau gitu kita makan dulu yuk mas !"
"iya kamu ke dapur dulu nanti aku nyusul !"
sembari menunggu mas hajun selesai mandi, aku pun menyiapkan segala menu makan malam serta langsung menghidangkannya di meja makan.
"sayang !!" teriak mas hajun dari dalam kamarnya
"iya mas, kenapa ?"
kamu kesini deh sebentar !"
langsung saja ku matikan kompor dan segera bergegas menuju kamar.
ku buka pintu kamar dan ku lihat mas hajun tengah sibuk mengobrak abrik seisi kamar.
__ADS_1
"ya allah mas !, kenapa bajunya kamu keluarin semua !"
"maaf sayang nanti aku rapihkan lagi kok !"
"memangnya kamu nyari apa mas ?"
"dokumen !"
"dokumen apa mas ?"
"kemarin kamu buka lemari ini enggak yang ?"
"buka, tapi aku enggak lihat ada dokumen kok mas pas aku naro baju di lemari !"
"apa aku lupa ya ?"
"kamu simpan dimana mas ?"
"di dalam tas ini yang !"ucapnya sambil menjinjing tas laptop berwarna hitam.
"kalau tasnya ada kenapa dokumennya bisa hilang !"
"aneh kan, makanya aku juga bingung yang !"
terlihat wajah mas hajun nampak cemas, namun aku juga bingung bagaimana cara agar aku bisa membantunya, sedangkan aku sendiri juga tidak tahu dan tidak pernah melihat seperti apa bentuk dokumen yang hilang itu.
"kalau boleh tahu itu dokumen apa sih mas, kenapa kamu sampai secemas ini ?"
meskipun awalnya aku sempat bingung harus bagaimana, pada akhirnya aku pun membatunya sebisaku hingga dokumen itu sampai ketemu, namun sampai larut malam kami tidak menemukan dimana keberadaan dokumen itu.
"mas .. kapan terakhir kalinya mas taruh dokumen itu di dalam lemari pakaian ?"
"itu sudah satu minggu yang lalu sayang, dan aku taruh persis di dalam tas ini !"
"ya sudah nanti besok aku akan coba carikan lagi mas, sekarang kita makan dulu ya mas, dari tadi kan mas belum makan !"
"iya sayang !"
makanan yang awalnya aku siapkan sepenuh hati kini telah menjadi hambar terasa, saat ku masukkan sesuap nasi ke dalam mulutku terasa lauk dan nasinya sudah mendingin di lidahku, ku lihat mas hajun juga tidak menghabiskan sisa nasi di atas piringnya, biasanya dia selalu makan dengan porsi yang lumayan agak banyak, namun kali ini dia hanya memakan beberapa suapan saja, dan bahkan masih menyisakan sedikit nasi yang ia biarkan begitu saja.
"sayang aku ke kamar dulu ya !"
tapi mas, kamu kan belum menghabiskan makanannya !"
"aku sudah kenyang sayang, aku ke dalam kamar dulu ya !"
"iya mas !"
apa begitu pentingnya dokumen itu baginya, sampai sampai hanya karena dokumen itu dia langsung kehilangan selera makannya dan tidak menghabiskan makanan yang sudah aku siapkan sedari tadi.
***
__ADS_1
keesokan harinya saat aku bangun tepat jam tiga pagi dini hari, saat itu aku memang sengaja bangun untuk melaksanakan sholat sunah tahajud, saat aku membuka kedua mata ku dan melihat di samping tempatku berbaring, ternyata tidak ada mas hajun di sampingku, aku pun mencari carinya di setiap ruangan, dan ternyata dia sedang sibuk menatap layar komputer yang ada di ruang kerjanya, aku pun memutuskan untuk mencoba mendekatinya dengan maksud baik untuk menanyainya.
"mas !"panggilku daei arah pintu
"sayang ?, loh kamu kok ikutan bangun !"
"iya tadi kebangun, terus mas sendiri sedang apa di ruang kerja jam segini !"
"aku sedang mencari dokumen yang hilang itu yang !"
"memangnya sudah ketemu mas ?"
"belum, tapi sepertinya aku masih punya salinan dokumennya di komputer, dan sekarang aku masih mencarinya !"
"oh gitu !"
"kamu sendiri mau apa jam segini ikutan bangun ?"
"mau mandi !"
"mandi ?, jam segini mah mandi ?"
"iya, mas mau ikut !"
"enggak ah dingin !, lagian mandi kan bisa nanti siang sayang !"
"aku mau sholat sunah tahajud mas !"
"ini jam berapa yang ?"
"jam tiga mas !"
"oh ternyata udah pagi ya, aku kira masih jam 12 malam !"
"kamu ngelantur ya ?"
"enggak, cuma perasaan tadi itu masih jam 12 sayang !"
"kita tidur aja semalam jam 11 loh masa sekarang masih jam 12 aja, kamu itu terlalu fokus sama komputer mas, makanya kamu sampai lupa waktu !"
"iya kayanya !"
"mas mau ikut aku sholat enggak ?"
"yuk bareng !, biar mas yang pimpin sholatnya !"
"iya mas, tapi aku mau mandi dulu !"
"oh iya lupa, yasudah sana kamu mandi dulu !"
setiap malamnya kami memang senantiasa membiasakan diri bangun di sepertiga malam untuk menunaikan ibadah sholat sunah tahajud, meskipun terkadang mas hajun sangat susah jika di bangunkan, tapi dia selalu bangun jika aku ajak untuk sholat bersama.
__ADS_1
saat ini yang aku rasakan di kehidupan kami sudahlah sangat bahagia, kehidupan yang tak ada sedikitpun perasaan kurang di hati kami.