Love In Silent

Love In Silent
Bertemu Kembali


__ADS_3

rasanya telingaku hampir pecah mendengar suara dari wanita picik itu terus menerus menggoda suamiku. Tak kuat untuk menahan tangis akhirnya aku langsung pergi dari kamar suamiku dan kembali ke kamar ku sendiri, aku takut jika


mas hajun akan kembali terbangun saat mendengar suara isak tangisanku.


***


setelah obrolan malam itu berlalu, kini mas hajun tidak pernah mengajak ku bicara ataupun hanya sekedar menatap wajahku, malam itu adalah malam yang menjadi malam terakhir kalinya aku mendengar keluh kesah dan curhatan hatinya, sampai saat ini hubungan kami benar benar seperti dua orang asing yang tinggal di satu atap yang sama. Semenjak hari itu mas hajun tidak pernah menyentuh makanan yang selalu aku buatkan di pagi hari ataupun di malam hari, dia benar benar telah menganggap ku bukan siapa siapa lagi di matanya, sekarang aku bukanlah seorang yang istimewa lagi di dalam hatinya.


Takdir kita telah bersatu namun karena keangkuhan ini, aku kesampingkan rasa cintanya dan ku hujani terus dia dengan cintaku, tapi kini aku baru menyadarinya bahwa abadinya cinta ini belum tentu sampai akhir nafasku.


Tuhan .. kini jiwaku telah layu kembali seperti dulu, perasaan saat aku kehilangan telah merenggut semua kebahagiaan di dalam hati ini, meskipun aku sangat mencintainya aku tahu jika dia juga yang akhirnya terluka, maafkan diriku ini jika aku yang tidak sempurna ini berharap badai akan segera reda dan dia mau kembali kepadaku untuk hidup bahagia bersama sampai maut yang memisahkan kita berdua, namun untuk kali ini biarlah aku pendam tangis ini di hatiku.


***


hari hari terus berganti walaupun hatiku telah berhenti hanya sampai pada hari itu, kujalani setiap hari yang aku lewati dengan rasa penuh kehampaan, hingga suatu ketika takdir telah menuntunku bertemu kembali dengan lelaki itu di suatu tempat, di tepi jalan raya ketika saat aku hendak menyebrangi zebra cross, ku lihat lelaki itu tengah sibuk menatap layar ponselnya sambil menunggu lampu berganti menjadi hijau. Dan saat lampu telah berganti menjadi hijau aku mulai berjalan ke arahnya dan dia juga berjalan ke arahku tanpa ia sadari kalau langkahnya telah menuntunnya untuk bertemu denganku, sampai detik ini dia belum tersadar akan keberadaan ku yang semakin dekat dengannya hingga saat dia sudah sangat denganku dan ada di hadapanku aku pun langsung menarik lengan bajunya.


"apa apaan ini ! siapa kau ?!!" teriaknya


"ini aku ! seharusnya kamu belum melupakan aku bukan !" ucapku sambil mencengkram tangannya kuat agar dia tidak melarikan diri seperti waktu itu.


"ada yang ingin aku katakan padamu !"


tanpa disadari dan tak disengaja pertemuan mereka telah di saksikan oleh dongjun di tempat itu juga,


"miranda ? bukan kah itu miranda ? sedang bersama siapa dia ?" ucap dongjun penasaran karena kebetulan sekali dongjun juga sedang ingin menyebrangi jalan dan tanpa di sengaja dia melihat miranda sedang bersama seseorang yang terlihat sangat mencurigakan akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti miranda dengan lelaki tersebut. dongjun terus mengikutinya sampai akhirnya dia berhenti di sebuah gang yang agak sepi di sanalah di bersembunyi untuk menguping pembicaraan mereka berdua.


"cukup sampai di sini saja !" seketika dia menghentikan langkah kakinya dan membuat miranda terseret sampai ke belakang dan menabrak tubuh lelaki itu.


"sekarang katakan padaku apa yang mau bicarakan ?" ucapnya sambil memegang pundak miranda


"lepas ... !"


"oke !" ucapnya seraya mengangkat kedua tangannya


"ini !!" ucap miranda sambil melemparkan sebuah foto ke wajah lelaki itu.


"oh jadi kamu sudah melihatnya !"


"kenapa kamu melakukan ini kepadaku ? siapa yang menyuruhmu untuk melakukannya padaku ?!!" ucap miranda membentaknya

__ADS_1


"tidak ada yang menyuruhku !"


"bohong !! katakan yang sejujurnya siapa ?!!"teriaknya lagi


"kenapa ? kamu marah ? kamu tidak terima !" bentak lelaki itu keras.


"apa yang sebenarnya sedang mereka ributkan ?" ucap dongjun kembali menguping obrolan miranda dengan lelaki itu.


"jelas aku marah dan tidak terima karena kamu telah merusak keluargaku !"


"keluarga ..? apa hubungannya foto itu dengan keluarga miranda dan kenapa dia sampai menangis seperti itu ?" gumam dongjun makin bingung


"kenapa memangnya ?"


"kenapa ? kamu hanya bilang kenapa ?!! kamu pikir membangun sebuah kepercayaan lagi itu mudah hah !! kamu kira kamu siapa ? seenaknya datang di kehidupan orang lain lalu merusaknya dengan semudah itu !"


"terus kamu mau apa dariku ? kamu mau aku bertanggung jawab dengan anak yang ada di perutmu !" seketika dongjun langsung terperangah dan tertegun dengan kalimat yang di ucapkan oleh lelaki itu.


"apa benar miranda telah hamil dengan lelaki itu !" gumamnya lagi


"beraninya kamu mengatakan sesuatu yang tidak pernah aku ingin dengar, kamu tidak ada hak sedikitpun dengan anak ini !"


"aku ingin tahu siapa dalang di balik perbuatan mu malam itu ?"


"tidak ada !, sudah aku jawabkan ? kalau sudah selesai bicaranya aku pergi sekarang !"


"kau .. !!" teriak miranda, lalu saat itu juga dia terjatuh dan pingsan dalam seketika.


saat itu dongjun hendak berlari ke arah miranda, namun lelaki itu terlebih dahulu menangkap tubuhnya sebelum dia terjatuh ke tanah.


"hei kau kenapa ? bangun !" ucap lelaki itu sambil mencoba menyadarkan miranda, namun usahanya sia sia saja.


"ck merepotkan saja !" ucapnya sembari membopong tubuh miranda untuk kemudian akhirnya dia terpaksa harus membawa miranda ke rumah sakit.


"aku harus mengikuti mereka, siapa tahu aku bisa tahu ada hubungan apa diantara mereka berdua !"


***


Sesampainya di rumah sakit lelaki itu terlihat panik dan membawa miranda ke ruang IGD agar segera mendapat tindakan dari dokter.

__ADS_1


"dok tolong pasien ini !" segera dokter pun membawa miranda ke ruangan periksa dan memeriksa kondisi miranda saat ini.


"atas nama pasien miranda ?"


"iya ?"


"anda wakilnya ?" tanya seorang perawat


"iya !"


"tolong isi data diri anda dulu !"


selang beberapa waktu kemudian terlihat dokter yang memeriksa miranda keluar dari ruang periksa lalu segera dia menghampirinya dan menanyakan kondisi miranda.


"bagaimana kondisinya dok !" tanya lelaki itu


"masih bisa tertolong meskipun kondisinya sedikit memprihatinkan !"


"tapi dia baik baik saja kan dok ?!"


"iya ibu dan janinnya masih selamat dan baik baik saja !"


"jadi miranda memang benar sedang hamil ??" ucap dongjun sangat syok


"kalau boleh tahu berapa usia kehamilannya dok ?"


"baru memasuki tiga minggu !, apakah anda suaminya ?"


"bukan !, saya teman dekatnya !"


"oh begitu .. kalau begitu nanti sampaikan pada suaminya agar lebih memperhatikan kondisinya karena kandungannya cukup lemah sekarang !"


"iya akan saya sampaikan !"


"kalau begitu saya permisi !"


"iya !"


tanpa mereka sadari dongjun telah banyak menguping pembicaraan mereka, dari sejak awal pembicaraan dengan miranda sampai pembicaraan antara lelaki itu dengan dokter yang menangani kondisi miranda, dongjun telah mengetahui apa saja yang mereka katakan, namun sampai saat ini dia masih bingung dan belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada miranda.

__ADS_1


__ADS_2