Love In Silent

Love In Silent
Pertemuan


__ADS_3

sesampainya mas hajun di rumah, aku langsung menghampirinya dengan tatapan sinis.


"mas !"


"iya ? ada apa sayang ?"


"akhir akhir ini ada yang mas suka nggak ?"


"yang aku suka .. apa ya ? piala dunia !"


"bukan itu, yang mas suka seperti seseorang mungkin ?"


"sekertaris cha !"


"bukan mas !, wanita yang kamu suka misalnya, ada nggak ?"


"ada !"


"siapa ?"


"kamu !"


"selain aku ?"


"enggak ada dong !"


"beneran ?"


"iya lah sayang masa aku bohong si ?"


"terus kenapa tadi mas bilang kalau mas mau nikah lagi !" lagi lagi aku harus keceplosan untuk kesekian kalinya


"kapan aku bilang mau nikah lagi sayang ?"


"i .. itu tadi di kantor !"


"di kantor ? ah mungkin maksud kamu saat waktu jam makan siang tadi ?"


"iya benar sekali !"


"kok kamu bisa tahu sayang ?"


seolah mas hajun telah menaruh rasa curiga kepadaku, kedua matanya menatapku dengan penuh rasa penasaran dan sedikit mengernyit yang ia taruh pada pandangan matanya, sebisa mungkin aku memutar otak ku untuk bisa mendapatkan jawaban yang sangat logis, agar mas hajun tidak sedikitpun menaruh rasa curiga kepadaku lagi.


"aku tahu dari sekertaris kang tadi !"ucapku mengarang


"dari sekertaris kang ? jadi kamu diam diam menyimpan kontaknya ?"


"iya ada di ponsel ku mas, aku hanya menyimpannya untuk mencari kabar tentang kamu mas, kalau sewaktu waktu kamu itu susah di hubungi !"


"terus yang tadi sekertaris kang bilang apa ?"


"dia bilang kamu mengumumkan kabar pernikahan di tengah tengah jam makan siang tadi !"


"dia bilang seperti itu ke kamu ?"

__ADS_1


"i .. iya !"


"besok aku harus bicara sama dia !" ucap mas hajun geram


"jangan !!!!" teriakku


"loh kenapa ?, kan dia udah bilang yang aneh aneh tentang aku ke kamu, jadi aku harus langsung menegur dia besok !"


"emm enggak usah mas, lagian itu kan hal sepele jadi aku masih bisa memaafkan kok !"


"benarkah ?!"


"iya mas !" ucapku sambil tersenyum manis


"semudah itu ?"


"iya mas !" ucapku masih terus tersenyum


"tadi siang kamu keluar enggak yang !"


"keluar kemana mas ? kan aku kerja !"


"iya juga sih .. tadi siang itu aku mendengar ada seseorang yang memanggil nama kamu di restoran, aku pikir itu beneran kamu makanya aku nanya sama kamu !"


"di restoran ?" seketika keringat dinginku langsung keluar


"iya, dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ada karyawan di mie daehyun yang namanya sama persis dengan kamu !"


"masa sih mas ?!, mana mungkin ada nama yang sama persis dengan aku mas !" ucap ku sedikit gugup


"memangnya siapa dia mas ?"


"itu tidak penting, karena miranda yang itu kerjaannya suka bikin onar dan suka berkelahi di kantor !"


"hah !! masa sih mas, eh .. memangnya siapa yang bilang seperti itu sama kamu mas !"


"bawahan aku yang bilang !"


"iya maksudnya siapa namanya ?"


"kalau tidak salah pak cha ?!"


"pak cha !!"


"kamu kenal dia yang ?"


"hah ? enggak kok mas !"


"terus kenapa kamu sampai kaget gitu !?"


"itu.. itu aku cuma pernah dengar namanya saja mas !"


"berarti kamu kenal !"


"enggak aku enggak kenal !"

__ADS_1


"terus kenapa kamu marah kalau enggak kenal sama dia !"


"aku enggak marah kok, cuma di sini agak gerah aja sepertinya mas !"


"enggak kok !"


"oh atau mungkin baju aku yang ketebalan kali ya, kalau gitu aku ke kamar dulu ya mas, aku mau ganti baju dulu !"


"ayang !! nggak usah pakai baju saja !"teriak mas hajun


"ih apaan sih mas, malu ..!"


"kalau gitu aku ikut ganti baju sama kamu yang !"


"enggak kamu disitu aja !"


"ikut ...!!!"


***


dari semua pertemuan, pertemuan keluarga adalah hal yang paling ingin aku hindari di dunia ini, meskipun kita semua adalah satu anggota keluarga, namun tidak ada satu cinta pun di antara kita semua yang terlihat jelas di mata, harta tahta dan ambisi adalah tujuan utama dalam keluarga ini, terlebih lagi kehadiranku yang hanya wanita asing dan secara tiba-tiba datang di tengah-tengah keluarga ini, membuat suasana semakin kikuk dan dingin. setelah kepergian ayah mertua dan sang kakek keluarga ini benar-benar hancur di mataku, Ibu mertuaku yang hanya peduli dengan anaknya, mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan sebagian warisan dari suamiku, setiap kali pertemuan keluarga yang hanya dibicarakan oleh ibu mertuaku adalah warisan harta yang harus mas hajun berikan kepadanya dan pada adik ipar ku.


Dan hari yang paling aku benci akhirnya tiba juga, malam ini ibu mertua menginginkan pertemuan keluarga kami dan ingin membahas sesegera mungkin agar adik mas hajun bisa segera mendapatkan bagian dari harta kekayaan milik suamiku.


"haruskah aku ikut pergi bersama mu mas ?"


"tidak perlu sayang !"


"tapi mas, ibu pasti akan sangat marah karena aku tidak menghadiri pertemuan keluarga kali ini !"


"kamu tidak usah mengkhawatirkan akan hal itu sayang, aku pasti bisa mengatasinya !"


"Mas kali ini saja, aku mohon biarkan aku ikut denganmu !"


"tapi sayang, kamu tahu sendiri kan ibu tiri ku seperti apa, aku hanya ingin menjaga perasaan kamu, aku tidak ingin kamu menjadi bahan hinaan oleh wanita tua itu lagi !"


"aku enggak apa apa mas, aku mohon kali ini saja !"


"haaahhh ... baiklah !"


sesampainya di rumah makan Jepang, Kami langsung mendatangi ruangan yang telah kami pesan sebelumnya, tempat ini adalah tempat yang sangat bersejarah dan secara turun temurun dari generasi ke generasi dimana keluarga kami selalu mengadakan pertemuan keluarga di sana, Setiap meja makan terdapat sekat-sekat pembatas dinding yang cukup tebal dari bahan kayu yang teksturnya agak ringan, membuat para pengunjung bebas untuk melakukan pertemuan yang terbilang cukup rahasia atau pertemuan keluarga.


"Akhirnya orang yang aku tunggu-tunggu datang juga !" ucap ibu mertuaku


"selamat malam ibu !" ucap ku sambil membungkuk


"seorang pewaris mie daehyun datang juga bersama istrinya, Bukankah ini momen yang sangat langka?!"


"Aku tidak ingin berlama-lama berbincang dengan ibu, sebaiknya langsung katakan apa yang Ibu inginkan sekarang ?!" desak mas hajun


"cih .. sombong sekali kamu ya !, hah .. baiklah aku akan menuruti apa mau mu !"


dari semua pertemuan keluarga yang aku ikuti, malam ini adalah malam yang paling parah dari yang sebelumnya, sikap kekeluargaan semakin memudar dan hilang, kini yang ada hanyalah saling memperebutkan harta warisan.


sejujurnya aku menikah dengan hajun Lee bukan karena hartanya atau karena dia adalah seorang pewaris perusahaan ternama, aku menikahinya tidak lain karena aku sangat mencintainya, namun terkadang ibu mertua ku salah dalam mengartikannya, dia selalu mengira kalau aku adalah seorang wanita miskin yang sangat terobsesi dengan harta kekayaannya, Padahal sedikitpun tidak.

__ADS_1


__ADS_2