Love In Silent

Love In Silent
Merelakan


__ADS_3

daun yang telah mengering tak akan mungkin kembali menghijau kembali, kaca yang semula utuh dan seketika pecah juga tak akan mungkin menampakkan bayangan yang sama lagi, sama halnya hati ku yang berulang kali retak kemudian pecah beribu ribu kali, tak akan mungkin sama seperti sedia kala, selama ini aku hanya membuang buang perasaan ku yang amat tulus kepadanya.


jatuhnya air mata ini dari pelupuk mata tak begitu terasa ketika remuknya hati mengalahkan pedihnya rasa air mata ku ini.


sendiri .. mungkin itulah jawaban tuhan untuk doa ku selama ini, mungkin ini lah yang terbaik untuk ku menurut tuhan.


mengapa setiap kali hati ku sedang tidak baik baik saja, datang berbagai masalah lainnya padaku, seperti yang terjadi pada hari kemarin dan juga hari ini, rasa rasanya aku sudah tidak nyaman tinggal di rumah ku lagi, kedatangan rendi yang secara terus menerus meneror ku membuatku takut meski aku sedang berada di dalam rumah sendiri, aku takut kalau sewaktu waktu rendi datang lagi dan berusaha menyakiti aku atau kedua adik ku.


saat aku sedang berjalan pulang, sekitar 100 meter dari jarak depan rumah ku terlihat ada sepasang suami istri yang tengah berdiri di samping mobilnya sambil memandangi rumahku, aku pun sedikit heran melihatnya karena aku penasaran aku pun menghampiri pasutri tersebut lalu bertanya kepadanya.


"assalamualaikum !!"


"walaikumsalam !!"


"maaf sebelumnya kalau saya tidak sopan, anda ini siapa ya ?"tanya ku


"saya ?, saya cuma orang lewat kok, mbaknya ini siapa ya ?"


"saya yang punya rumah ini !!"ujar ku


"oh, maaf barusan saya memotret rumah anda tanpa izin !!"ucapnya


"iya enggak apa apa kok ..!!, kalau boleh tahu apakah anda sedang ada keperluan di sekitar sini ?"


"iya .. sebenarnya saya dan istri saya sedang mencari rumah untuk kami tinggali, dan saat kami lewat di depan rumah anda, saya tertarik dengan arsitekturnya, sangat unik dan terlihat menarik !!"


"mbak, kalau semisal kami ingin membeli rumah anda, apakah anda mau menjualnya kepada kami !"ucap istrinya bertanya kepadaku


untuk beberapa saat aku terdiam, mendadak perasaan ku sedikit ragu dan bingung, yang jelas aku tidak mungkin menjual rumah tersebut karena rumah ini adalah satu satunya peninggalan orang tua ku dulu.


"maaf bu, tapi saya tidak berniat untuk menjual rumah ini !"ucap ku


"ya sudah enggak apa apa kok mba !, oh iya silahkan ambil ini !!"ucap wanita itu sambil menyodorkan dua buah kartu nama

__ADS_1


"itu kartu nama saya dan suami saya, siapa tahu suatu saat nanti anda berniat untuk menjualnya tolong hubungi saya ya !!"


aku pun menerima kartu nama tersebut


"kalau begitu kami pamit dulu mbak !!"


"iya silahkan !!"


saat mereka pergi ku pandangi kartu nama itu dan ku simpan dalam saku jaket ku.


hari hari ku lalui penuh dengan teror rendi yang selalu datang dan mengintai rumah ku, aku sudah tidak kuat jika harus hidup dalam ketakutan seperti ini.


hingga suatu hari aku kembali mencari kartu nama milik pasangan suami istri waktu itu, dengan berat hati aku harus menjual rumah milik ayah, alasan ku ingin menjualnya, bukan karena aku sudah tidak betah lagi tinggal di rumah itu, aku menjualnya karena aku ingin membeli rumah di kampung dan tinggal di desa, aku ingin tinggal di kampung dengan nenek, selain itu aku juga ingin mengembalikan uang pemberian om surya dan membatalkan perjanjian menikah dengan seorang ceo yang tidak aku kenal itu.


kini di kedua tangan ku ada sebuah kartu nama serta ponsel yang sudah dari aku genggam dan hanya aku pandangi.


perasaan bimbang di antara iya atau tidak, namun sampai akhirnya aku memantapkan hati ku dan aku pun memutuskan untuk menghubungi orang tersebut.


"halo .. !, dengan siapa ? "


"halo .. saya miranda, saya ingin bicara dengan ibu slavina ! " ucap ku sambil melihat kartu namanya


"iya dengan saya sendiri, ada apa ya ? "


"maaf .. apa ibu masih ingat rumah yang ingin ibu beli dua minggu yang lalu ?"


"iya.. kenapa mbak ?"


"jadi gini bu eh .. saya berubah pikiran mengenai ucapan saya waktu itu .. sebenarnya saya sedikit malu mau mengatakan hal itu ..!"


"oh iya iya mbak nggak apa apa, kalau besok anda punya waktu luang saya ingin meninjau rumah anda besok siang, bagaimana ?"


"oh iya bu silahkan kebetulan saya belum ada kesibukan, jadi sering ada waktu luang !"

__ADS_1


***


dan keesokan harinya ibu slavina beserta suaminya datang meninjau rumah ku untuk mengecek kondisi rumah, apakah bangunannya masih kokoh dan masih tertata rapih.


"jadi gimana bu ?" tanya ku setelah kami sudah berkeliling rumah dan mendatangi setiap sudut sudut rumah.


"oke .. masih bagus dan terawat, saya juga suka furnitur di rumah ini karena unik dan sangat cocok sekali dengan cat tembok di setiap ruangannya !!" ujarnya


untuk harga rumah yang tergolong mewah dengan 2 lantai dan kolam renang lengkap dengan furnitur dan lain sebagainya sudah termasuk sertifikat tanah, aku mematoknya dengan harga 2,207,000,000.


namun si ibu malah justru membayar rumah kami dengan harga yang lebih mahal karena menurutnya rumah kami sangatlah menarik karena memiliki nuansa yang berbeda beda di setiap ruangannya.


karena rumah kami sudah resmi terjual, malamnya aku langsung membenahi baju dan barang barang kami yang lainnya.


"kak kita mau kemana lagi ? kenapa barang barang jenni di taruh di tas lagi ?" tanya jenni penasaran.


sedangkan juna tidak banyak bertanya dan hanya melihat sambil membantu ku merapihkan barang barang mereka ke dalam koper , mungkin bisa jadi dia sudah tahu kalau kami bertiga akan pindahan ke kampung.


"mulai besok kita akan pindah ke kampung jen ?!" ucapku


"loh nanti aku sama kak juna berangkat sekolahnya gimana dong kak ??"tanya jenni


"tenang aja, diam diam kak miranda tuh udah mengurus pindahan kita kok jen !! " ucap juna


"oh ya !! asik !!"


"kok malah seneng gitu, bukannya kamu paling males kalau dapet temen baru ?" ledek juna


"nggak apa apa lagian jenni juga udah bosen di sekolah yang lama, pengen pindah di kampung kayanya asik aja sekolah di sana !"


"iya iya.. ya udah kalian cepat tidur besok pagi pagi kita akan berangkat ke jogja !! " ucap ku


meski rumah ini berhasil terjual dan seharusnya aku sudah tidak perlu khawatir dengan teror yang di lakukan oleh rendi, tapi entah mengapa ada sedikit rasa mengganjal di hati kecil ku.

__ADS_1


__ADS_2